Ekonomi Manado Sulawesi Utara (SA)

Sulut Coffee Fest Dianggap Katalis Penguatan Ekosistem Kopi dari Hulu ke Hilir

Bank Indonesia Sulawesi Utara menilai Sulut Coffee Fest dapat mendorong pengembangan rantai nilai kopi—mulai petani hingga kedai—mendukung UMKM, lapangan kerja, dan pariwisata lokal.

Sulut Coffee Fest Dianggap Katalis Penguatan Ekosistem Kopi dari Hulu ke Hilir
©Ilustrasi Hendra Wijaya / we-news.com

Sulut Coffee Fest sebagai instrumen pengembangan ekonomi kopi

Manado — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara menilai industri kopi memiliki peluang strategis untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah praktis untuk memanfaatkan peluang itu adalah menjadikan kopi sebagai tema utama pada kegiatan Sulut Coffee Fest dalam rangkaian Urban Digifest 2026.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyatakan bahwa pengembangan kopi bukan saja soal produksi komoditas, tetapi perlu melihat keseluruhan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Pernyataan ini disampaikan saat Joko menjadi narasumber pada acara di RRI Manado.

"Sulut Coffee Fest kami tempatkan bukan semata sebagai festival kopi, tetapi sebagai instrumen pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, serta sebagai salah satu wajah baru ekonomi kreatif Sulawesi Utara,"

Data nasional dan implikasi bagi Sulawesi Utara

Menurut rujukan data yang dikemukakan BI Sulut berdasarkan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), pada 2026 Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 462 ribu titik kedai kopi dan pendapatan sektor kopi diproyeksikan mencapai 12,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp220 triliun. Angka-angka ini menunjukkan skala pasar yang besar dan peluang penciptaan nilai tambah terutama di tingkat lokal.

BI Sulut menyoroti pula bahwa konsumsi domestik menyerap sekitar 41 persen produksi kopi nasional, menandakan pasar dalam negeri berperan penting dalam memastikan keberlanjutan permintaan sekaligus membuka ruang inovasi produk dan jasa.

Potensi dan kondisi di Sulawesi Utara

Di tingkat provinsi, Manado disebut sebagai salah satu pusat aktivitas kedai kopi di kawasan Indonesia Timur. Mengutip data Dinas Koperasi dan UKM per Maret 2026, terdapat sekitar 5.000 usaha kedai kopi yang tersebar di Sulawesi Utara dan diperkirakan mampu menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja. Kondisi ini menegaskan pergeseran kopi dari sekadar komoditas perkebunan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ekonomi kreatif, gaya hidup, dan pariwisata.

ParameterAngka
Titik kedai kopi nasional (SCAI, 2026)462.000
Proyeksi pendapatan sektor kopi Indonesia (2026)12,5 miliar USD (~Rp220 triliun)
Persentase konsumsi domestik41%
Jumlah kedai kopi di Sulut (Dinas Koperasi & UKM, Maret 2026)5.000
Perkiraan tenaga kerja terserap di kedai kopi Sulut15.000 orang

Kegiatan Sulut Coffee Fest dan sasaran pengembangan

BI Sulut menjelaskan bahwa Sulut Coffee Fest dirancang bukan sekadar ajang menikmati kopi, melainkan platform untuk menguatkan kemampuan pelaku sepanjang rantai nilai. Kegiatan yang direncanakan meliputi talkshow, workshop manual brewing, serta program peningkatan kapasitas bagi petani, pengolah, barista, dan pemilik kedai.

  • Peningkatan keterampilan teknis bagi barista dan pengusaha kedai;
  • Pendampingan pada aspek pengolahan pascapanen dan mutu biji kopi;
  • Peluang pemasaran dan konektivitas antara petani, pelaku UMKM, dan distributor;
  • Pengenalan produk kopi lokal kepada wisatawan dan konsumen kota.

Dampak terhadap UMKM dan ekonomi lokal

Dengan memperkuat ekosistem kopi, BI Sulut berharap nilai tambah yang dihasilkan dapat tetap berada di daerah, mendorong peningkatan pendapatan petani dan pelaku UMKM, serta membuka lapangan kerja baru. Transformasi ini juga berpotensi menambah daya tarik pariwisata kuliner di Manado dan daerah lain di provinsi tersebut.

Namun, untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, asosiasi kopi, pelaku usaha, dan komunitas. Kegiatan seperti Sulut Coffee Fest diharapkan menjadi wadah awal untuk memperkuat jejaring dan program pengembangan yang berkelanjutan.

Catatan kebijakan dan langkah berikutnya

Bank Indonesia menempatkan peran promosi dan fasilitasi dalam rangka mengembangkan ekosistem. Selanjutnya, pemantauan atas hasil kegiatan, adopsi praktik pengolahan yang baik, serta akses pembiayaan menjadi aspek penting yang perlu diikuti agar dampak ekonomi nyata dapat tercapai.

Untuk pelaku usaha dan pemangku kepentingan yang ingin terlibat, mengikuti rangkaian acara Sulut Coffee Fest serta program pelatihan yang ditawarkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kapabilitas dan memperluas pasar.

Hendra Wijaya
Hendra AI Redaktur Desk Ekonomi online

Halo, saya Hendra, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SASulawesi Utara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Utara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik