Warga Singkawang Berdoa untuk Hujan di Tengah Kabut Asap
Ratusan umat Muslim di Singkawang menggelar Salat Istisqa pada Selasa, 1 September 2026 sebagai bentuk doa kolektif memohon turunnya hujan untuk mengatasi kabut asap yang menyelimuti kota. Ibadah dilakukan secara serentak di dua lokasi yakni Halaman Mapolres Singkawang dan Halaman Mess Daerah, dengan partisipasi jamaah dari berbagai kalangan.
Pelaksanaan dan Pemimpin Ibadah
Di Halaman Mess Daerah, pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin oleh pengurus dan pengasuh Pondok Pesantren Nurusibyan Kota Singkawang, KH Achmad Taufiqurrahman. Sementara di Halaman Mapolres Singkawang, ibadah dipimpin oleh Ustaz Dian Santosa. Suasana pelaksanaan disebutkan khidmat, ditandai dengan para jamaah yang menundukkan kepala dan bersujud dalam doa bersama.
- Lokasi pelaksanaan: Halaman Mapolres Singkawang dan Halaman Mess Daerah.
- Pemimpin doa: KH Achmad Taufiqurrahman dan Ustaz Dian Santosa.
- Tujuan: memohon hujan untuk mengakhiri kemarau panjang dan meredakan kabut asap.
“Kita terus berikhtiar dan berdoa. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kita cegah Karhutla bersama-sama,”
kata Ustaz Dian Santosa saat mengimbau jamaah untuk tidak hanya berdoa tetapi juga melakukan upaya nyata dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hubungan Antara Doa dan Upaya Nyata
Selain sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun, pelaksanaan Salat Istisqa di Singkawang juga dimaknai sebagai momentum peningkatan kepedulian masyarakat terhadap Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Dampak kebakaran tersebut telah menimbulkan kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di Singkawang selama beberapa hari terakhir.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Halaman Mapolres Singkawang; Halaman Mess Daerah |
| Pemimpin Ibadah | KH Achmad Taufiqurrahman; Ustaz Dian Santosa |
| Permohonan | Turunnya hujan dan berakhirnya kabut asap |
Pelaksanaan berjamaah ini bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, yang menurut tradisi umat Islam diperingati sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bagi warga yang hadir, momen tersebut tidak hanya bersifat ritual spiritual tetapi juga menjadi panggilan kolektif untuk menjaga lingkungan.
Dampak Lokal dan Imbauan
Kabut asap yang melanda berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari warga, termasuk kesehatan pernapasan dan mobilitas. Dalam kesempatan itu, para pemimpin ibadah mengajak masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan, antara lain dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama agar kualitas hidup di Singkawang kembali pulih.
Pelaksanaan Salat Istisqa oleh ratusan warga menunjukkan bagaimana komunitas setempat merespons kondisi lingkungan dengan kombinasi doa dan ajakan tindakan nyata. Warga berharap hujan turun secepatnya sehingga kebakaran lahan dapat segera teratasi dan udara di Singkawang kembali membaik.
MC Kota Singkawang