PANGKALPINANG — Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama satuan Polairud Polres jajaran memperketat pemeriksaan kendaraan dan pengamanan di sejumlah pelabuhan penyeberangan utama pada Rabu, sebagai upaya antisipasi terhadap potensi penyelundupan timah ilegal keluar dari provinsi kepulauan tersebut.
Langkah pengawasan di pelabuhan
Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan di tiga pelabuhan penyeberangan, yakni Pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Muntok, dan Pelabuhan Tanjung Pandan. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan penumpang dan angkutan barang serta memeriksa muatan untuk memastikan kelengkapan dokumen dan legalitas barang.
| Pelabuhan | Fungsi |
|---|---|
| Pangkalbalam | Pelabuhan utama kota Pangkalpinang |
| Muntok | Penyeberangan utama di Bangka Barat |
| Tanjung Pandan | Pelabuhan utama di Belitung |
Pencegahan melalui patroli pesisir
Selain pemeriksaan kendaraan di dermaga, personel Polairud juga meningkatkan pengamanan pelabuhan dan melakukan patroli di wilayah pesisir. Patroli dimaksudkan untuk mendeteksi jalur alternatif yang kemungkinan dimanfaatkan pelaku untuk menghindari pemeriksaan resmi di pelabuhan penyeberangan.
Implementasi arahan pimpinan
Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol. Rudi Saeful Hadi, menyatakan tindakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda yang menginginkan penguatan tata niaga timah agar tidak dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal.
“Pemeriksaan ini kita intensifkan di tiga pelabuhan penyeberangan utama untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyelundupan timah ilegal ke luar daerah. Kami bekerja sama dengan otoritas pelabuhan dan stakeholder terkait untuk memastikan tidak ada barang ilegal yang lolos,”
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antar-instansi dalam rangka pengawasan keluar-masuk barang melalui transportasi laut.
Sinergi antar pemangku kepentingan
Kombes Pol. Rudi menekankan bahwa kerja sama antara Direktorat Polairud, Satpolairud Polres jajaran, otoritas pelabuhan, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan. Menurut keterangan resmi, langkah itu meliputi pemeriksaan dokumen muatan, pemeriksaan fisik kendaraan, serta patroli rutin di perairan pesisir.
- Pemeriksaan dokumen dan kelengkapan muatan kendaraan angkutan barang.
- Pemeriksaan fisik kendaraan penumpang dan angkutan barang sebelum menyeberang.
- Patroli pesisir untuk mendeteksi jalur alternatif penyelundupan.
Dampak dan tujuan operasi
Operasi ini diarahkan untuk memastikan tata niaga timah berjalan sesuai ketentuan dan tidak menjadi sarana bagi praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat setempat. Selain aspek hukum, upaya pengawasan juga bernilai ekonomi karena komoditas timah merupakan salah satu komoditas penting bagi provinsi kepulauan, sehingga penyelewengan berpotensi merusak tata niaga dan penerimaan yang sah.
Pantauan berkelanjutan
Kegiatan pemeriksaan di pelabuhan dan patroli pesisir dilaporkan berlangsung intensif dan merupakan bagian dari program berkelanjutan, bukan tindakan satu kali. Otoritas kepolisian menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan stakeholder pelabuhan dan instansi terkait untuk menutup celah yang mungkin dimanfaatkan pelaku penyelundupan.
Publik diminta memberikan dukungan melalui pelaporan bila menemukan indikasi kegiatan mencurigakan di sekitar pelabuhan atau pesisir, sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif. Hingga laporan ini disusun, pihak kepolisian belum merilis data hasil operasi terkait jumlah pemeriksaan atau barang yang diamankan.
Reporter: bim