Namang, Bangka Tengah — Sebanyak 8,2 ton lada biji asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilepas untuk diekspor ke Belanda dengan nilai sekitar Rp1,21 miliar. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung dalam rangka Launching Holding UMKM Sektor Pertanian dan Perkebunan yang digelar di Namang, Kabupaten Bangka Tengah dan melibatkan produk dari PT Cinquer Agro Nusantara.
Angka ekspor dan pasar tujuan
Plt. Deputi Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia (Barantin), Dian S.R. Kusumastuti, mengatakan pengiriman lada ini menunjukkan bahwa produk lada Bangka memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan bersaing di pasar internasional. Menurut data Barantin, sepanjang 2025 ekspor lada Bangka Belitung mencapai sekitar 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp180 miliar.
Dari data yang disampaikan, lada Bangka Belitung telah dikirim ke beberapa negara tujuan, antara lain Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, Taiwan, serta kini ke Belanda. Pengiriman ke pasar-pasar tersebut memperlihatkan diversifikasi tujuan ekspor yang semakin meluas.
Pendampingan teknis dan ketertelusuran
Dian juga menegaskan bahwa Barantin terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Pendampingan tersebut mencakup pemenuhan persyaratan teknis, ketertelusuran produk, serta pemeriksaan dan tindakan karantina pada tahap pelabuhan dan ekspor.
"Dengan semakin terbukanya akses pasar internasional, lada Bangka Belitung diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,"
Dampak bagi petani dan tantangan regenerasi
Ekspor yang meningkat memberi sinyal positif bagi petani lada di daerah. Namun, sebagian petani menilai diperlukan upaya serius untuk menggerakkan generasi muda agar terlibat kembali dalam sektor pertanian. Salah satu petani, Samsul, menyampaikan kekhawatirannya mengenai penurunan minat pemuda terhadap berkebun.
"Tinggal menggerakkan pemuda agar tidak gengsi berkebun, ketimbang hanya nongkrong dan main gadget,"
Pernyataan tersebut menggarisbawahi masalah ketersediaan tenaga kerja dan regenerasi petani yang berdampak pada keberlanjutan produksi komoditas unggulan daerah.
Rangkaian program dan manfaat ekonomi
Kegiatan Launching Holding UMKM Sektor Pertanian dan Perkebunan yang menjadi momentum pelepasan ekspor ini dimaksudkan untuk memperkuat keterkaitan rantai pasok, akses pasar, dan pembinaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor pertanian. Dengan dukungan teknis dari lembaga karantina serta fasilitasi akses pasar, diharapkan nilai tambah komoditas seperti lada dapat meningkat dan berkontribusi pada kesejahteraan petani lokal.
- Volume ekspor pelepasan: 8,2 ton lada biji
- Nilai pelepasan: sekitar Rp1,21 miliar
- Data 2025: 1,37 ribu ton melalui 184 pengiriman senilai sekitar Rp180 miliar
- Tujuan pasar: Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, Taiwan, Belanda
Data ringkas ekspor lada Bangka Belitung
| Item | Angka |
|---|---|
| Pelepasan ekspor (kasus terbaru) | 8,2 ton (sekitar Rp1,21 miliar) |
| Rekap 2025 | 1,37 ribu ton; 184 pengiriman; ~Rp180 miliar |
| Perusahaan pengirim | PT Cinquer Agro Nusantara |
Catatan bagi pelaku usaha
Bagi pelaku usaha dan petani yang ingin memanfaatkan peluang ekspor, poin penting yang ditekankan pejabat karantina adalah pemenuhan persyaratan teknis dan aspek ketertelusuran produk. Kepatuhan terhadap standar karantina dan keamanan pangan menjadi kunci agar komoditas dapat diterima di pasar internasional dan mengurangi risiko penolakan pada saat inspeksi pelabuhan tujuan.
Peningkatan akses pasar internasional untuk lada Bangka Belitung membuka peluang percepatan ekonomi lokal, namun keberlanjutan manfaat tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, pelaku usaha, serta regenerasi tenaga kerja pertanian.