Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar event wisata dan pameran produk UMKM bertajuk Explore Babel 2026 pada 28–30 Agustus 2026 di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini menargetkan peningkatan transaksi serta memperkenalkan berbagai program keuangan dan ekonomi lokal yang disinergikan dengan kebijakan BI.
Skala dan target kegiatan
Kepala Kantor BI Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, menyampaikan bahwa Explore Babel 2026 mengangkat tema "Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Bangka Belitung Berdaya dan Berkelanjutan" dan akan menampilkan 116 UMKM dengan produk unggulan. BI menargetkan terjadi kenaikan transaksi sebesar 15 persen dibanding pelaksanaan tahun lalu.
"Ada 16 rangkaian kegiatan tahun ini dan lebih banyak tenant UMKM. Tahun lalu, di 3 hari kegiatan transaksi, berhasil mencapai Rp 800 juta. Tapi jika dihitung transaksi dari pre-event mencapai Rp 2,2 miliar. Jadi kami optimistis ada kenaikan transaksi tahun ini, termasuk dengan target pembiayaan UMKM yang tahun lalu mencapai Rp 4 miliar,"
Pernyataan tersebut disampaikan Rommy di Pangkalpinang, Selasa, 18 Agustus 2026. Data transaksi tahun lalu menjadi rujukan BI dalam menyusun target pelaksanaan tahun ini.
Rangkaian kegiatan dan sinergi program
Menurut Rommy, Explore Babel merupakan bagian dari Strategic Regional Program (SRP) BI yang dilaksanakan tahunan sebagai wadah eksplorasi pariwisata, kuliner, dan produk UMKM dalam format pameran. Tahun 2026 ini disiapkan 16 rangkaian kegiatan, yang mencakup lomba, fun run, talkshow dengan narasumber berpengalaman, hingga hiburan.
Seluruh kegiatan juga akan bersinergi dengan program-program BI, antara lain:
- Gerakan Cinta Rupiah—upaya peningkatan kesadaran penggunaan rupiah;
- Transaksi digital melalui QRIS untuk mendorong inklusi dan efisiensi transaksi;
- Kuliner halal sebagai daya tarik pariwisata kuliner lokal;
- Wakaf digital sebagai instrumen keuangan sosial;
- Dukungan terhadap ekonomi hijau dan kelestarian lingkungan pada produk dan area booth.
Rommy juga menyampaikan adanya kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menjalankan program Desa Devisa, yang direncanakan akan diluncurkan pada puncak Explore Babel nanti.
Rekam jejak dan harapan
Bank Indonesia mencatat bahwa pada pelaksanaan Explore Babel tahun lalu transaksi selama tiga hari pameran mencapai Rp 800 juta, sedangkan jika ditambahkan transaksi pada fase pra-acara totalnya mencapai Rp 2,2 miliar. Selain itu, realisasi pembiayaan UMKM terkait kegiatan tersebut pada tahun lalu tercatat mencapai Rp 4 miliar.
Berdasarkan catatan tersebut, BI optimistis target kenaikan transaksi 15 persen pada 2026 dapat dicapai dengan bertambahnya jumlah tenant UMKM dan rangkaian kegiatan yang lebih variatif.
Manfaat bagi pelaku usaha lokal
Explore Babel memberikan sejumlah manfaat praktis bagi pelaku usaha lokal, antara lain peluang peningkatan omzet melalui transaksi langsung, pengenalan pasar baru melalui pameran, serta akses terhadap program pembiayaan dan layanan digital yang didorong BI.
Bagi pengunjung, acara ini bukan hanya menampilkan produk lokal, tetapi juga menyediakan program edukasi mengenai transaksi digital, literasi rupiah, dan opsi pembiayaan yang relevan bagi UMKM.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Jumlah UMKM peserta | 116 |
| Rangkaian kegiatan | 16 |
| Target kenaikan transaksi | 15% |
| Transaksi 3 hari (tahun lalu) | Rp 800.000.000 |
| Total transaksi termasuk pra-event (tahun lalu) | Rp 2.200.000.000 |
| Target/realiasi pembiayaan UMKM (tahun lalu) | Rp 4.000.000.000 |
Catatan pelaksanaan
Penyelenggaraan Explore Babel 2026 diharapkan mendorong kembalinya aktivitas ekonomi lokal pascapandemi sekaligus mempercepat adopsi transaksi digital. Bagi UMKM yang ingin berpartisipasi, pemantauan informasi resmi dari Kantor BI Bangka Belitung dan dinas terkait menjadi langkah awal untuk memperoleh detail pendaftaran dan persyaratan booth.
Bank Indonesia menempatkan acara ini sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi daerah yang menggabungkan aspek pariwisata, budaya, dan keuangan demi mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.