Langkah cepat Perumda TM menanggapi penurunan debit air
Perumda Tirta Mangkaluku (Perumda TM) Palopo meningkatkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran distribusi air bersih bagi pelanggan selama musim kemarau panjang. Di bawah kepemimpinan Direktur Steven Hamdani, perusahaan milik Pemerintah Kota Palopo itu mengoperasikan empat langkah strategis guna mengantisipasi berkurangnya debit sumber air baku.
Humas Perumda TM, Arman, menjelaskan bahwa penurunan debit mendorong perusahaan melakukan penyesuaian operasi produksi dan distribusi sesuai kondisi di lapangan. Menurut Arman, upaya tersebut dimaksudkan agar layanan air bersih tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat meskipun ketersediaan sumber air berkurang.
"Kami melakukan beberapa langkah mitigasi, termasuk pomponisasi sumber tambahan dan pengaturan giliran distribusi, untuk menjaga pelayanan air bersih kepada pelanggan,"
Empat mitigasi yang dijalankan
- Pomponisasi Sungai Latuppa untuk menambah pasokan air baku ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) I Abdul Majid di sekitar kantor Perumda TM Jalan Pongsimpin/Latuppa.
- Pengaturan dan penggiliran distribusi pada wilayah yang dilayani IPAM 2 Magandang sebagai langkah untuk merataakan pasokan selama sumber air menipis.
- Penyuntikan melalui armada mobil tangki ke jaringan pipa pada wilayah tertentu yang mengalami keterbatasan pasokan, sebagai suplai sementara.
- Pemantauan kondisi air baku dan penyesuaian pola operasi produksi serta distribusi sesuai perkembangan di lapangan.
| Mitigasi | Tujuan |
|---|---|
| Pomponisasi Sungai Latuppa | Menambah suplai air baku ke IPAM I Abdul Majid |
| Penggiliran distribusi (IPAM 2 Magandang) | Meratakan pasokan pada wilayah terdampak |
| Suplai mobil tangki | Memberikan pasokan darurat pada jaringan tertentu |
| Pemantauan dan penyesuaian operasi | Menjamin respons cepat terhadap kondisi di lapangan |
Dampak bagi pelanggan dan imbauan penggunaan air
Perumda TM menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi upaya sementara menanggulangi keterbatasan pasokan air baku hingga kondisi sumber air kembali normal. Arman mengimbau seluruh pelanggan untuk menjalankan pola penggunaan air yang hemat dan bijak selama masa kemarau.
"Hemat air bersih, utamakan kebutuhan pokok dan menghindari pemborosan air selama kemarau," ujar Arman. Imbauan ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperpanjang ketersediaan air bagi sebanyak mungkin pelanggan hingga kondisi membaik.
Perumda TM juga menyatakan akan terus memantau perkembangan debit sumber air baku dan menyesuaikan pola operasi produksi maupun distribusi sesuai dinamika lapangan. Langkah pemantauan ini mencakup koordinasi internal dan penilaian kebutuhan suplai pada titik-titik jaringan yang paling rentan mengalami penurunan tekanan.
Peran masyarakat dan keberlanjutan layanan
Penanganan kemarau panjang bukan hanya tugas operator air; dukungan masyarakat dalam menghemat penggunaan air menjadi bagian penting menjaga keberlanjutan layanan. Praktik-praktik sederhana seperti membatasi penggunaan air untuk kegiatan nonpokok dan memprioritaskan kebutuhan utama dapat membantu menekan beban pasokan selama periode kering.
Perumda TM diharapkan terus memberikan informasi kepada publik mengenai jadwal penggiliran distribusi dan titik-titik yang mendapatkan suplai mobil tangki, sehingga warga dapat menyiapkan kebutuhan sehari-hari dengan lebih baik. Pemantauan berkelanjutan oleh perusahaan juga menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi kemungkinan penurunan debit yang lebih lama.
Perkembangan lebih lanjut mengenai efektivitas empat mitigasi tersebut dan dampaknya terhadap pelayanan akan menjadi perhatian publik di Palopo, terutama bagi kawasan yang selama ini bergantung pada jaringan distribusi Perumda TM.