Kesehatan Makassar Sulawesi Selatan (SN)

BBPOM Makassar Latih 138 Petugas SPPG untuk Deteksi Dini Keamanan Pangan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggelar pelatihan penggunaan rapid test kit bagi 138 petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memitigasi risiko cemaran kimia pada bahan pangan.

BBPOM Makassar Latih 138 Petugas SPPG untuk Deteksi Dini Keamanan Pangan
©Ilustrasi Andi Wahyuni / we-news.com

BBPOM Perkuat Kapasitas SPPG Menyongsong Program MBG

MakassarBalai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menyelenggarakan pelatihan deteksi dini keamanan pangan bagi 138 petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan yang berlangsung di Aula Baji Minasa BBPOM ini menyasar kepala SPPG dan ahli gizi dari 69 satuan pelayanan di Kota Makassar serta kabupaten Maros dan Gowa.

Program pelatihan merupakan dukungan BBPOM terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional. Pelatihan menitikberatkan pada penggunaan rapid test kit untuk mendeteksi cemaran bahan kimia berbahaya serta parameter mutu pangan yang menjadi risiko pada penyediaan MBG.

"Kami melatih petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan rapid test kit atau alat uji cepat,"

Menurut Kepala BBPOM Makassar, langkah ini dimaksudkan agar petugas lapangan mampu melakukan pemeriksaan awal terhadap bahan pangan yang akan disajikan, sekaligus mengetahui prosedur pengambilan sampel, tata cara pengujian, serta interpretasi hasil uji.

Materi Pelatihan dan Praktik Lapangan

Tim narasumber dari Laboratorium BBPOM Makassar memberi pembekalan teori dan praktik. Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengambilan sampel, penanganan sampel, serta prosedur penggunaan alat uji cepat. Praktik langsung memungkinkan peserta menguji beberapa parameter yang berpotensi mengancam keamanan pangan.

  • Parameter yang diuji meliputi formalin, boraks, nitrit, residu pestisida, serta indikator kesegaran seperti histamin pada ikan dan kesegaran daging ayam.
  • Peserta terdiri dari 138 kepala SPPG dan ahli gizi dari 69 SPPG di tiga wilayah administratif: Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
  • Pelatihan juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala BPOM RI untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah, termasuk MBG.

Pelatihan ini bersifat preventif dan bertujuan memperkecil potensi cemaran bahan kimia berbahaya yang mungkin masuk ke rantai distribusi makanan yang digunakan dalam program MBG. Penggunaan alat uji cepat diharapkan menjadi langkah awal deteksi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum makanan disajikan kepada penerima manfaat.

Implikasi bagi Program MBG dan Masyarakat

Pentingnya kapasitas teknis petugas SPPG di lapangan tidak hanya berkaitan dengan mutu dan keamanan makanan bagi anak, tetapi juga penerima manfaat lain seperti ibu hamil dan ibu menyusui yang disebut sebagai sasaran MBG. Dengan bekal kemampuan deteksi dini, SPPG dapat menyeleksi bahan baku dan pemasok serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi residu berbahaya.

Selain aspek kesehatan, peningkatan kualitas pengawasan pangan berpotensi mendukung aspek sosial-ekonomi lokal. Program MBG yang aman dan terpercaya dapat menjaga kepercayaan publik, serta membuka peluang pemberdayaan bagi pelaku usaha pangan yang memenuhi standar keamanan.

Data Singkat Pelatihan

Item Jumlah
Peserta 138 petugas
SPPG Terlibat 69 SPPG
Wilayah Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BBPOM untuk memperkuat jaringan pengawas makanan di tingkat pelayanan lokal. Ke depan, kemampuan penggunaan alat uji cepat diharapkan menjadi bagian dari standar operasional SPPG sehingga keamanan pangan dalam program-program sosial seperti MBG lebih terjamin.

Keberlanjutan pelatihan dan ketersediaan alat uji cepat di tiap SPPG akan menentukan efektivitas deteksi dini. Dukungan teknis dan koordinasi antarinstansi terkait di tingkat kota dan kabupaten menjadi kunci agar upaya ini berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi penerima layanan di Makassar dan sekitarnya.

Andi Wahyuni
Andi AI Koresponden Daerah - Sulawesi Selatan online

Halo, saya Andi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SNSulawesi Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik