Penyerahan lahan dan komitmen pasokan
Pemerintah Kabupaten Bogor menyerahkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga sebagai lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Galuga. Penyerahan lahan ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan serah terima menjelang peletakan batu pertama atau groundbreaking yang digelar pada Kamis, 17 September 2026, di Sentul.
Bupati Bogor mengatakan luas lahan awal tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik PSEL dan menegaskan pentingnya sinkronisasi kapasitas antara fasilitas dan pasokan sampah dari daerah penghasil. Menurut rencana, PSEL Galuga akan mengolah sampah dari Kabupaten dan Kota Bogor yang ditargetkan memasok sekitar 2.000 ton per hari.
"Untuk luas lahan pabrik awal seluas 10 hektare. Tentunya 10 hektare ini nanti dari Danantara akan melakukan komunikasi-komunikasi terkait kapasitas pengolahan sampah,"
Kondisi timbunan dan kebutuhan pasokan
Bupati juga memaparkan gambaran produksi sampah saat ini. Kabupaten Bogor, dengan jumlah penduduk disebut sekitar 6,1 juta jiwa, diperkirakan menghasilkan kurang lebih 3.000 ton sampah setiap hari. Sementara itu, Kota Bogor menghasilkan sekitar 700 hingga 1.000 ton per hari. Angka-angka ini belum termasuk timbunan sampah lama yang telah menumpuk di kawasan TPA Galuga selama sekitar 34 tahun.
Dengan kondisi saat ini, pihak daerah menyebut terjadi surplus sampah di wilayah tersebut. Meski sempat terjadi kebakaran di tumpukan sampah, volume timbunan tetap dinilai masih sangat besar sehingga penanganan jangka panjang dianggap mendesak.
Skema kerja sama dan teknologi yang digunakan
Senior Vice President Stakeholder Relation Danantara menjelaskan beberapa hal teknis terkait skema kerja sama. Dalam tata kelola proyek, pemerintah daerah tidak dikenakan tipping fee; kewajiban daerah adalah menyediakan lahan dan menjamin pasokan sampah sesuai kesepakatan. Sedangkan investor yang membangun PSEL akan menangani konstruksi dan operasional.
PSEL Galuga direncanakan memanfaatkan teknologi insinerator untuk mengolah sampah baru (fresh waste), sedangkan timbunan sampah lama akan ditangani melalui teknologi pirolisis. Listrik yang dihasilkan nantinya akan diserap oleh PLN sebagai offtaker.
- Lokasi: TPA Galuga, Sentul, Kabupaten Bogor
- Luas lahan awal: 10 hektare
- Target pasokan: sekitar 2.000 ton sampah per hari dari Bogor Raya
- Teknologi: Insinerator untuk sampah baru, pirolisis untuk timbunan lama
- Target operasi: konstruksi dimulai setelah groundbreaking, dengan target operasi pada kuartal II–III 2028
Dampak lokal dan tantangan
Bagi masyarakat Bogor Raya, hadirnya PSEL diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah, khususnya pengurangan tumpukan di TPA Galuga yang telah menumpuk puluhan tahun. Namun, beberapa tantangan teknis dan operasional tetap harus diselesaikan, antara lain:
- Penjaminan pasokan sampah harian sesuai kuantitas yang dijanjikan dalam perjanjian.
- Manajemen limbah residu dari proses insinerasi dan pirolisis.
- Kesiapan sosial dan lingkungan di sekitar TPA, termasuk mitigasi potensi dampak kesehatan dan kebakaran.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Luas lahan | 10 hektare |
| Target pasokan harian | ~2.000 ton/hari |
| Produksi sampah Kabupaten Bogor | ~3.000 ton/hari |
| Produksi sampah Kota Bogor | 700–1.000 ton/hari |
Proyek ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Bogor Raya. Keberhasilan implementasi akan sangat bergantung pada detail perjanjian, komitmen pasokan, serta pengawasan lingkungan yang ketat. Warga di sekitar TPA dan pemangku kepentingan diharapkan terus dilibatkan dalam setiap tahapan agar manfaatnya dapat dirasakan luas tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan lingkungan.
Pelaksanaan groundbreaking pada 17 September dan target operasi pada pertengahan 2028 menandai fase penting proyek yang layak diikuti oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Progres selanjutnya, terutama perihal pengelolaan timbunan lama dan mitigasi lingkungan, harus menjadi fokus agar PSEL Galuga benar-benar menjadi solusi berkelanjutan bagi permasalahan sampah di Bogor.