Serah Terima Aset untuk Pengelolaan Lokal
Pasuruan — Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima serah terima aset berupa kompleks rest area dan Tengger Culture Center (TCC) di Desa Ngadiwono dari Kementerian Pekerjaan Umum. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) berlangsung di Ruang Isyana, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, dan ditandatangani oleh Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo serta Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur, Denny Kumara.
Landasan untuk Pengembangan Jalur Tosari
Pihak BPBPK menyatakan penyerahan aset ini merupakan bagian dari program penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS). Kepala Satuan Kerja Wilayah 1 BPBPK Jatim, Rohani Prasetiawan, menyebut kompleks yang dihibahkan dimaksudkan sebagai penanda fisik pada titik masuk wisatawan dari arah Kabupaten Pasuruan melalui jalur Tosari.
"Ini tahap akhir untuk serah terima aset dari Kementerian PU ke Pemkab Pasuruan berupa kompleks bangunan penataan KSPN BTS yang berada di Desa Ngadiwono,"
Menurut Rohani, fasilitas yang diserahkan bukan sekadar bangunan tetapi sarana penunjang pariwisata yang terukur dan siap menjadi basis pengembangan pariwisata terintegrasi di wilayah utara TNBTS.
Fasilitas dan Fungsi Operasional
Kompleks rest area dan TCC menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kunjungan wisata dan operasional pengelolaan. Fasilitas ini diharapkan menjadi titik konsolidasi layanan bagi wisatawan serta memberi ruang bagi pelestarian budaya Tengger.
- Bangunan pengelola untuk koordinasi manajemen situs;
- Pusat cenderamata tempat produk lokal dapat dipasarkan;
- Panggung budaya sebagai ruang pertunjukan seni tradisional;
- Teras sunset yang menjadi titik pandang dan daya tarik wisata;
- Gedung TCC untuk kegiatan budaya dan edukasi;
- Fasilitas pendukung operasional: pos satpam, ruang genset, dan depo sampah.
| Fasilitas | Fungsi |
|---|---|
| Bangunan pengelola | Koordinasi pengelolaan dan administrasi |
| Pusat cenderamata | Pemberdayaan ekonomi lokal melalui penjualan produk |
| Panggung budaya | Promosi dan pelestarian seni budaya Tengger |
| Teras sunset | Menambah daya tarik wisatawan |
| Pos satpam, genset, depo sampah | Keamanan, kelistrikan, dan kebersihan operasional |
Dampak terhadap Ekonomi Lokal dan PAD
BPBPK berharap ketersediaan infrastruktur penunjang akan memicu kenaikan kunjungan wisatawan yang berimbas positif pada perekonomian warga di sekitar jalur Tosari. Rohani menegaskan peningkatan kunjungan dan aktivitas ekonomi diharapkan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan percepatan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemkab Pasuruan menyambut baik selesainya proses hibah ini dan menekankan pentingnya pengelolaan yang terintegrasi. Pengelolaan aset tersebut harus diimbangi dengan perencanaan operasional, pemeliharaan, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi dapat dinikmati masyarakat setempat.
Langkah Berikutnya
Dengan beralihnya kepemilikan aset dari pusat ke daerah, fokus selanjutnya adalah penyusunan rencana pengelolaan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan komunitas lokal. Tujuannya memastikan fasilitas dapat beroperasi maksimal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Tengger.
Penyerahan aset di Desa Ngadiwono ini menempatkan Kabupaten Pasuruan pada posisi strategis dalam pengembangan wisata TNBTS melalui jalur Tosari. Keberhasilan pengelolaan nantinya akan menjadi indikator sejauh mana transfer aset pusat ke daerah mampu memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan pelayanan wisatawan di wilayah Bromo bagian utara.
Penutup: Serah terima ini membuka peluang bagi Pemkab Pasuruan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata jalur Tosari secara terintegrasi. Tantangan utama tetap pada pengelolaan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal agar manfaat ekonomi dan budaya dapat terwujud nyata.