HULU SUNGAI SELATAN — Usaha pembibitan tanaman yang dikelola warga Desa Taniran Kubah mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo. Dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Kalsel Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kartoyo mendorong penguatan pemasaran dan pemanfaatan teknologi agar produk bibit desa menjangkau pasar lebih luas.
Potensi usaha dan sumber penghasilan desa
Warga Taniran Kubah mengembangkan beragam jenis bibit tanaman, antara lain tomat, lombok, terong, kates, serta sayuran lainnya. Kegiatan pembibitan bukan sekadar aktivitas berkebun, tetapi telah menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga di desa tersebut. Kepala Desa Taniran Kubah, Supiani, menyampaikan bahwa ketekunan warga menjadi faktor utama berkembangnya usaha ini.
Data produksi yang disampaikan di lokasi menunjukkan bahwa dari satu bungkus benih seberat 10 gram, seperti lombok, tomat, terong, dan kates, masyarakat dapat menghasilkan sekitar 1.500 hingga 2.000 bibit. Setelah dirawat selama kurang lebih satu bulan, bibit-bibit itu siap dipasarkan.
Dorongan pengembangan pemasaran
Kartoyo menilai penguatan pemasaran menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah usaha pembibitan. Ia menekankan bahwa penjualan konvensional perlu dilengkapi strategi digital sehingga produk Taniran Kubah dapat menjangkau konsumen di luar daerah.
“Kita akan dorong inventarisasi pembudidaya dan mencari pasar yang lebih jelas, termasuk melalui dukungan pemerintah daerah,”
Selain inventarisasi, Kartoyo mendorong pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi. Menurutnya, konten digital dapat membantu memperkenalkan produk hingga ke luar pulau dan membuka peluang pesanan lebih besar.
Pangsa pasar yang sudah terbuka
Menurut keterangan di lapangan, bibit dari Taniran Kubah sudah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Banua Enam serta dikirim ke provinsi lain, termasuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan adanya permintaan di luar pasar lokal yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
- Jenis bibit: tomat, lombok, terong, kates, dan sayuran lainnya.
- Produktivitas: 10 gram benih → 1.500–2.000 bibit setelah perawatan sekitar 1 bulan.
- Pasar: sudah menjangkau wilayah Banua Enam, Kaltim, dan Kalteng.
Kebutuhan dukungan dan peluang skala usaha
Kepala desa Supiani berharap agar dukungan dari DPRD dan pemerintah daerah tidak sebatas kata-kata, melainkan berbentuk fasilitasi yang konkret. Dukungan yang dimaksud meliputi bantuan akses pasar, pelatihan pemasaran digital, serta pendampingan teknis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Dari sisi masyarakat, ada kesediaan untuk mengorganisir pembudidaya menjadi kelompok usaha atau koperasi kecil yang memudahkan inventarisasi, manajemen produksi, dan negosiasi harga. Pembentukan jejaring pemasaran juga dianggap penting agar pengiriman ke luar provinsi dapat berlangsung lebih efisien dan berkelanjutan.
Implikasi bagi pembangunan desa
Pemberdayaan usaha pembibitan di Taniran Kubah menggambarkan bagaimana potensi lokal dapat menjadi pilar ekonomi desa bila didukung kebijakan yang tepat. Perda Provinsi tentang pemberdayaan masyarakat dan desa menjadi kerangka hukum yang diharapkan memberi ruang bagi inisiatif semacam ini untuk tumbuh.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jenis produk | Bibit sayuran: tomat, lombok, terong, kates |
| Produksi awal | 1 bungkus 10 gram → 1.500–2.000 bibit |
| Waktu perawatan | ~1 bulan hingga siap jual |
| Pasar saat ini | Banua Enam, Kaltim, Kalteng |
Upaya memadukan produksi lokal dengan akses pasar yang lebih modern berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada saluran pemasaran tradisional. Langkah-langkah praktis yang diusulkan—seperti inventarisasi pembudidaya, pembentukan kelompok usaha, dan pelatihan pemasaran digital—memerlukan kolaborasi antara masyarakat, desa, dan pemerintah provinsi.
Jika dukungan tersebut terwujud, Desa Taniran Kubah bukan hanya mampu mempertahankan usaha pembibitan, tetapi juga mengembangkannya menjadi usaha skala lebih besar yang memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi warga.