Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah melalui program Sekolah Rakyat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menekan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Rekrutmen awal dan kapasitas
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan bahwa pada tahap awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah direkrut sembilan rombongan belajar yang menampung sekitar 270 siswa baru. Jumlah tersebut melengkapi 67 peserta didik yang sebelumnya sudah mengikuti pembelajaran di program tersebut.
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Siswa baru (tahap awal) | 270 |
| Peserta sebelumnya | 67 |
| Kapasitas sekolah saat ini | 1.000 siswa |
| Potensi pengembangan menurut Kementerian Sosial | 1.500 siswa |
Sasaran program: keluarga DTKS desil 1–3
Bupati Ela menegaskan perhatian khusus diarahkan kepada calon peserta didik yang berasal dari kelompok Desil 1, 2, dan 3 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemerintah daerah memandang kebutuhan penyediaan pendidikan inklusif dan gratis bagi anak-anak dari keluarga rentan sebagai bagian dari intervensi lintas sektor untuk menghadapi tantangan kemiskinan.
“Jika mengacu pada kebutuhan riil di lapangan, daya tampung saat ini memang belum sepenuhnya mengakomodasi seluruh anak-anak dari desil 1, 2, dan 3. Namun, untuk tahap awal ini kita sudah merekrut sembilan rombongan belajar dengan jumlah sekitar 270 siswa baru,”
Pengembangan secara bertahap
Pemerintah Kabupaten menyatakan pengembangan Sekolah Rakyat akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan penyelenggaraan pendidikan. Saat ini fasilitas yang tersedia idealnya mampu menampung sampai 1.000 siswa, sementara ada peluang pengembangan hingga 1.500 siswa berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial yang sedang diajukan oleh Pemkab Lampung Timur.
Dampak terhadap penanggulangan kemiskinan
Pendidikan afirmatif seperti Sekolah Rakyat dipandang sebagai salah satu strategi untuk mengurangi ketimpangan akses terhadap layanan pendidikan. Dengan memberi prioritas kepada anak-anak dari kelompok DTKS desil 1–3, program ini diharapkan menjadi langkah awal meningkatkan kesempatan belajar serta membangun kapasitas jangka panjang bagi generasi muda di keluarga kurang mampu.
Catatan pelaksanaan
- Rekrutmen awal: sembilan rombongan belajar, sekitar 270 siswa baru.
- Peserta sebelumnya: 67 siswa.
- Kapasitas fisik: saat ini mencapai 1.000 siswa, dengan kemungkinan pengembangan hingga 1.500 siswa menurut Kementerian Sosial.
Pemkab Lampung Timur menyebut pengembangan program akan disesuaikan secara bertahap. Meski demikian, Bupati Ela mengakui bahwa kapasitas yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi seluruh anak dari kelompok sangat rentan, sehingga upaya perluasan tetap menjadi prioritas.
Langkah selanjutnya
Pemkab akan melanjutkan proses pengajuan pengembangan kapasitas kepada kementerian terkait dan memantapkan pelaksanaan program agar dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 telah diresmikan sebagai bagian dari pembukaan tahun ajaran baru.
Program Sekolah Rakyat di Lampung Timur menjadi contoh bagaimana pemerintahan daerah memadukan kebijakan afirmasi pendidikan dengan upaya penanggulangan kemiskinan, meskipun tantangan pemenuhan kapasitas dan pelaksanaan di lapangan masih harus diatasi secara berkelanjutan.