Kebakaran di Kompleks Asrama Mattoanging
Sebuah kebakaran melanda Kompleks Asrama Mattoanging Kodam XIV/Hasanuddin yang terletak di Jalan Cendrawasih, Kota Makassar, pada Selasa siang, 1 September 2026. Kobaran api menyebar ke kawasan hunian prajurit dan mengakibatkan dampak pada 23 rumah. Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar sekitar pukul 13.40 Wita.
Respons pemadaman dan kendala lapangan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Fadli Wellang, menyatakan tim pemadam bergerak cepat setelah menerima laporan. Menurutnya, pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 20 menit sejak laporan masuk yang dicatat pada sekitar pukul 13.41 Wita.
Proses pemadaman melibatkan sumber daya besar: 25 armada pemadam, satu unit rescue, dan 78 personel dari Damkar Kota Makassar. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala yang mempersulit operasi, antara lain akses jalan yang sempit di dalam kompleks serta angin kencang yang mempercepat perambatan api.
"Laporan itu masuk sekitar jam 13.41 WIB di Mako. Pemadaman berlangsung kurang selama 1 jam 20 menit,"
Dalam penjelasan terkait kendala, Fadli menyebut bahwa kondisi akses jalan dan hembusan angin menjadi faktor signifikan yang memperburuk cepatnya penyebaran api.
Korban dan dampak sosial
Satu penghuni, disebut bernama Hidayat Kanro (57), sempat terperangkap saat api membesar namun berhasil menyelamatkan diri. Danramil Mariso, Mayor Arh Jamaluddin, menyampaikan bahwa Hidayat mengalami sesak napas dan mendapat penanganan medis setelah kejadian.
Danramil Jamaluddin juga menyampaikan bahwa kebakaran berdampak pada 23 keluarga (jumlah kepala keluarga sementara), sementara total kerugian materiil, termasuk kendaraan atau barang berharga yang ikut terbakar, masih sedang didata.
- Dampak langsung: 23 rumah/KK terdampak.
- Korban jiwa: tidak dilaporkan dalam informasi awal; satu korban mengalami sesak napas dan diberi perawatan.
- Kerugian materiil: masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Penyelidikan penyebab kebakaran
Hingga kebakaran berhasil dikendalikan, penyebab pasti munculnya api belum ditentukan. Pihak Damkar menyebutkan penyelidikan sedang berlangsung dengan dugaan awal berkaitan dengan gangguan listrik. Fadli mengungkapkan sebelumnya sempat terjadi kondisi lampu mati lalu menyala kembali sebelum kebakaran terjadi.
Penegasan atas penyebab resmi akan bergantung pada hasil pemeriksaan di lokasi, termasuk pemeriksaan instalasi listrik dan keterangan saksi di sekitar lokasi. Pencatatan kerugian serta identifikasi kebutuhan bantuan untuk keluarga terdampak juga akan menjadi bagian dari tindak lanjut oleh pihak berwenang.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Waktu laporan | sekitar 13.40–13.41 Wita, 1 September 2026 |
| Durasi pemadaman | sekitar 1 jam 20 menit |
| Armada yang dikerahkan | 25 armada pemadam + 1 unit rescue |
| Personel Damkar | 78 personel |
| Rumah/KK terdampak | 23 |
Implikasi lokal dan langkah ke depan
Kebakaran di lingkungan asrama memunculkan beberapa persoalan lokal yang perlu mendapat perhatian publik dan pihak terkait, antara lain kebutuhan evakuasi dan penanganan korban, penilaian kerusakan fasilitas hunian, serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Akses yang sempit pada kawasan hunian militer juga menunjukkan perlunya koordinasi tata ruang dan mitigasi risiko kebakaran di permukiman padat.
Warga dan keluarga korban akan bergantung pada data resmi mengenai kerugian untuk proses bantuan dan pemulihan. Sementara itu, hasil penyelidikan penyebab kebakaran, terutama terkait dugaan gangguan listrik, menjadi kunci untuk rekomendasi perbaikan instalasi dan prosedur keselamatan di asrama.
Pihak berwenang setempat, termasuk Damkar Kota Makassar dan aparat Kodam XIV/Hasanuddin, diharapkan memberikan informasi lanjutan mengenai kondisi keluarga terdampak dan temuan penyelidikan dalam waktu dekat.
Pelaporan: Koresponden Daerah - Sulawesi Selatan, WE NEWS