Pemerintah Kota Parepare menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menyusul kebakaran yang berulang di sejumlah wilayah dalam dua bulan terakhir. Untuk mempercepat penanganan dan menekan penyebaran api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Parepare bersama Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan membentuk tim patroli khusus yang disiagakan 24 jam.
Kesiagaan 24 Jam dan tugas tim gabungan
Tim gabungan itu bertugas melakukan patroli, menerima laporan titik api, dan mempercepat proses pemadaman, termasuk pada lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Petugas menggunakan pompa manual untuk menyisir dan memadamkan titik api di area semak belukar dan lahan kering yang rentan menyebarkan api cepat, terutama saat cuaca panas dan berangin.
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Ramli, menyatakan kesiapan personel.
"Dalam mengatasi karhutla, memang kita harus siap siaga sesuai dengan perintah pimpinan. Tim kita sudah disiagakan, ada tiga unit itu bergantian,"kata Kompol Ramli pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa personel biasa turun ke lapangan setiap hari untuk menangani kejadian kebakaran lahan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parepare.
Data kejadian dan cakupan luasan
Berdasarkan data BPBD Parepare, sepanjang Juli hingga Agustus 2026 tercatat 156 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 6 hektare lahan dan kawasan hutan diperkirakan terbakar. Angka ini mendorong percepatan langkah penanganan dan peningkatan patroli di lapangan.
| Periode | Jumlah kejadian | Perkiraan luasan terbakar |
|---|---|---|
| Juli–Agustus 2026 | 156 kejadian | ± 6 hektare |
Koordinasi lintas wilayah dan dukungan operasi
Penanganan karhutla di Parepare tidak berdiri sendiri. Tim Brimob menyatakan adanya konektivitas dan kerja sama dengan BPBD serta wilayah lain untuk mempercepat respons saat laporan masuk. Kompol Ramli menyebut keterkaitan operasional tersebut mencakup dukungan dari wilayah yang menjadi area back up, sehingga begitu ada aduan, pasukan dapat bergerak cepat ke lokasi terdampak.
- Unit gabungan Disdamkarmat dan Satbrimob disiagakan 24 jam.
- Personel menggunakan pompa manual untuk titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
- BPBD Parepare mencatat 156 kejadian karhutla pada Juli–Agustus 2026 dengan luasan terbakar sekitar 6 hektare.
Situasi lahan yang didominasi semak belukar kering menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Oleh karena itu, kesiapsiagaan operasi dan patroli dianggap krusial, terutama selama kondisi cuaca panas dan berangin.
Bagi warga Parepare, langkah ini berarti peningkatan frekuensi patroli di sekitar area rawan dan harapan terhadap respons lebih cepat saat laporan titik api diterima. Warga diimbau segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran lahan untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap pemukiman, lahan pertanian, dan lingkungan.
Saya melaporkan dari Parepare untuk WE NEWS.