Ekonomi Pasuruan Jawa Timur (JI)

Harga Beras Melonjak, Pasuruan Hadapi Kekurangan Pasokan dan Ongkos Kirim Tinggi

Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, mencatat kenaikan harga beras premium dan langkanya stok beras subsidi akibat terganggunya pasokan dari penggilingan serta lonjakan biaya distribusi. Satgas Pangan setempat melakukan pemantauan untuk menilai dampak terhadap stabilitas pasokan dan harga.

Harga Beras Melonjak, Pasuruan Hadapi Kekurangan Pasokan dan Ongkos Kirim Tinggi
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Kenaikan Harga dan Pasokan Terbatas

Pasuruan — Dampak musim kemarau panjang mulai terlihat pada stabilitas harga pangan di Kota Pasuruan. Pemantauan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Pasuruan di Pasar Kebonagung, Selasa (8/9), menunjukkan kenaikan harga beras dan keterbatasan pasokan terutama pada beras medium yang disubsidi melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Para pedagang mengeluhkan pasokan yang tersendat dari pabrik penggilingan padi sehingga mereka tidak bisa memenuhi permintaan konsumen. Selain itu, lonjakan biaya distribusi disebut-sebut menjadi faktor utama naiknya harga beras kelas premium di tingkat eceran.

Dampak pada Perdagangan dan Konsumen

Salah seorang pedagang di Pasar Kebonagung, Asep, menyampaikan bahwa kuota beras program yang diterima dari Bulog terbatas sehingga pedagang tidak dapat membeli dalam jumlah besar. Asep juga menegaskan bahwa kenaikan harga beras premium tidak semata karena margin keuntungan pedagang, melainkan karena biaya angkut dari penggilingan yang meningkat.

"Beras bersubsidi medium dari Bulog stoknya terbatas, kami tidak bisa beli banyak. Sedangkan untuk beras kelas premium harganya naik karena dampak ongkos kirim dari penggilingan,"

Dalam penjelasan yang disampaikan Asep kepada petugas Satgas, harga jual beras premium kemasan 5 kilogram saat ini berada di kisaran Rp 73.000 per kemasan. Ia juga menyebut bahwa ongkos kirim dari penggilingan mencapai Rp 650 per kilogram, sementara margin keuntungan pedagang hanya sekitar Rp 1.000 per pack.

Perubahan Perilaku Konsumen

Kenaikan harga beras memengaruhi pola belanja rumah tangga. Seorang pembeli di Pasar Kebonagung, Siti Rahmah (42), mengatakan ia harus menyesuaikan anggaran belanja akibat kenaikan harga pangan pokok.

"Sekarang apa-apa mahal, beras premium harganya makin tidak terjangkau. Beras SPHP yang murah sering kehabisan karena stok di pedagang sedikit,"

Keluhan konsumen seperti Siti menandakan potensi penurunan daya beli bila kenaikan harga berlangsung lama. Ketersediaan beras subsidi yang terbatas juga berpotensi menimbulkan tekanan sosial jika keluarga berpenghasilan rendah tidak dapat mengakses stok yang lebih murah.

Faktor Penyebab dan Pemantauan

Hasil pemantauan Satgas Pangan mengindikasikan dua penyebab utama:

  • Gangguan pasokan dari pabrik penggilingan padi akibat kondisi musim dan distribusi.
  • Kenaikan biaya distribusi sehingga menambah harga pokok bagi pedagang eceran.

Satgas Pangan melakukan inspeksi untuk mencatat kondisi lapangan dan mengukur sejauh mana gangguan pasokan serta kenaikan ongkos kirim memengaruhi harga jual. Pemantauan ini penting untuk menyusun rekomendasi kebijakan atau intervensi yang diperlukan guna menstabilkan pasokan dan harga.

Konsekuensi Lokal dan Langkah yang Perlu Dipertimbangkan

Kondisi saat ini memberi sinyal perlunya langkah bersama antara pemerintah daerah, Bulog, distributor, dan pelaku usaha untuk menahan dampak kenaikan harga bagi konsumen. Beberapa hal yang layak dipertimbangkan oleh pihak terkait:

  • Menambah alokasi atau frekuensi distribusi beras SPHP ke titik-titik yang paling terdampak.
  • Mengevaluasi jalur distribusi untuk menekan ongkos kirim yang berkontribusi pada lonjakan harga.
  • Meningkatkan komunikasi publik mengenai ketersediaan stok dan prioritas penyaluran agar konsumen mengetahui opsi yang ada.
KomponenInformasi
Harga beras premium (5 kg)Rp 73.000
Ongkos kirim dari penggilinganRp 650/kg
Margin pedagangRp 1.000/pack

Pemantauan berkelanjutan dan tindakan cepat diperlukan agar gejolak harga tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga di Pasuruan. Satgas Pangan setempat telah memulai langkah verifikasi di pasar, dan warga berharap ada respons terpadu dari pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mengamankan pasokan dan menstabilkan harga.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik