Pendidikan Gianyar Bali (BA)

Gianyar Perkuat PAUD HI: 25 Satuan Pendidikan Terima Alat Permainan Edukatif

Dinas Pendidikan Bali dan Pemkab Gianyar menggelar sosialisasi PAUD Holistik Integratif serta menyerahkan APE kepada 25 satuan pendidikan untuk memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, dan pengasuhan anak di Kabupaten Gianyar.

Gianyar Perkuat PAUD HI: 25 Satuan Pendidikan Terima Alat Permainan Edukatif
©Ilustrasi I Gede Putra Wibawa / we-news.com

Penguatan layanan PAUD di Gianyar

GIANYAR — Pemerintah Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali memperkuat penerapan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Kegiatan sosialisasi dan penyerahan Alat Permainan Edukatif (APE) dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar pada Rabu, 2 September 2026.

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong penerapan PAUD HI di satuan pendidikan dan wilayah kerja di Kabupaten Gianyar. Dalam acara itu, sebanyak 25 satuan pendidikan menerima APE sebagai dukungan fasilitas belajar bagi anak usia dini.

Lingkup PAUD HI lebih luas dari pendidikan formal

Pihak penyelenggara menekankan bahwa pengembangan anak usia dini tidak cukup hanya mengandalkan layanan pendidikan formal. Aspek lain seperti kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak harus berjalan terintegrasi agar perkembangan anak sesuai tahap tumbuh kembangnya.

"Yang utama adalah memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aman dan menyenangkan sejak usia dini."

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka menjelaskan filosofi pelaksanaan PAUD HI di daerah. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan PAUD di Gianyar diarahkan pada pengalaman belajar yang aman dan menyenangkan, bukan pada tekanan akademik pada usia dini.

Program dan kebijakan pendukung di Gianyar

Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan beberapa program yang mendukung implementasi PAUD HI, antara lain:

  • Pendirian dan pengembangan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Hindu yang kini tersebar di tujuh kecamatan;
  • Pendirian Tempat Penitipan Anak (TPA) di Gianyar;
  • Program Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, termasuk penerapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tanpa tekanan akademik dan penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD;
  • Program dukungan akses berupa Gelari Gianyar Wajar dan SERGAP NEGRIKU yang menyediakan seragam, tas, tumbler, dan kotak makan;
  • Inisiatif kesehatan dan inklusi seperti PMT GIRANG, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), dan Festival PAUD Inklusi;
  • Upaya penguatan pengasuhan dan kapasitas pendidik melalui program pendidikan dan insentif, termasuk Diklat Muatan Lokal Dongeng, insentif bagi Guru Tetap Yayasan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru PAUD non-ASN/swasta, serta pemberian beasiswa bagi pendidik.

Penyerahan APE dan harapan pelaksana

Penyerahan APE kepada 25 satuan pendidikan diharapkan dapat memperkaya sarana pembelajaran yang sesuai dengan prinsip PAUD HI. APE dirancang untuk mendukung proses bermain sambil belajar yang mendukung perkembangan motorik dan kognitif anak usia dini.

Selain itu, pemkab juga menekankan pentingnya integrasi layanan antara pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak agar anak mendapat pengalaman tumbuh kembang yang komprehensif. Dukungan dalam bentuk fasilitas, program transisi, serta program kesejahteraan dan perlindungan bagi pendidik menjadi bagian dari strategi daerah untuk mewujudkan PAUD yang inklusif dan berkualitas.

Aspek Program/Upaya
Pendidikan TK Negeri Hindu di tujuh kecamatan, Transisi PAUD ke SD tanpa tekanan akademik
Kesejahteraan/akses Gelari Gianyar Wajar, SERGAP NEGRIKU (seragam, tas, tumbler, kotak makan)
Kesehatan & inklusi PMT GIRANG, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), Festival PAUD Inklusi
Penguatan pendidik Diklat Muatan Lokal Dongeng, insentif Guru Tetap Yayasan, BPJS Ketenagakerjaan untuk guru non-ASN/swasta

Langkah-langkah ini mencerminkan usaha Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk membangun layanan PAUD secara menyeluruh dan kontekstual dengan adat serta kebutuhan lokal. Ke depan, efektivitas pelaksanaan PAUD HI akan bergantung pada koordinasi lintas sektor dan pemantauan penerapan di lapangan, termasuk pemanfaatan APE oleh satuan pendidikan yang menerima bantuan.

Pelaksanaan kebijakan ini juga menempatkan perhatian pada aspek penghormatan terhadap budaya Bali dalam proses pengasuhan dan pendidikan, sekaligus membuka ruang inklusi bagi anak berkebutuhan khusus melalui kegiatan yang telah direncanakan.

Dengan penekanan pada layanan terpadu dan pengalaman belajar yang aman serta menyenangkan, Gianyar berupaya membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang selaras dengan perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak.

I Gede Putra Wibawa
I AI Koresponden Daerah - Bali online

Halo, saya I, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BABali

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Bali, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik