Lingkungan Kalimantan Selatan (KS)

BNPB Siagakan Operasi Darat dan OMC di Enam Provinsi Termasuk Kalimantan Selatan Hadapi El Nino

BNPB menyiagakan pasukan operasi darat dan operasi modifikasi cuaca (OMC) di enam provinsi prioritas yang rawan karhutla di tengah potensi kekeringan dan gelombang panas akibat El Nino. Kepala BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan pasukan darat saat OMC sulit dilaksanakan.

BNPB Siagakan Operasi Darat dan OMC di Enam Provinsi Termasuk Kalimantan Selatan Hadapi El Nino
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Kesiapsiagaan nasional di tengah ancaman El Nino

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan telah menyiagakan pasukan operasi darat dan operasi modifikasi cuaca (OMC) di enam provinsi prioritas yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring potensi kekeringan dan cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino. Enam provinsi tersebut antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi.

Peran OMC dan keterbatasannya

Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan OMC sudah dilaksanakan di enam provinsi prioritas dan beberapa provinsi lain. Namun ia mengingatkan bahwa efektivitas OMC bergantung pada keberadaan awan pertumbuhan hujan, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan berkurang hingga akhir Agustus 2026.

"Tadi, dari BMKG mengatakan mudah-mudahan nanti sebelum tanggal 18 ada. Nah, setiap ada pertumbuhan awan hujan, kita akan segera laksanakan OMC. Pesawatnya sudah siaga terus di daerah,"

Dalam kondisi tanpa awan pertumbuhan hujan, operasi modifikasi cuaca menjadi sulit dilaksanakan sehingga operasi darat menjadi metode yang lebih efektif untuk mencegah dan memadamkan karhutla.

Kenapa operasi darat penting

Suharyanto menekankan keterbatasan operasi udara. Water bombing yang dilakukan helikopter BNPB mengangkut air sekitar empat ton per sortie. Jika tiga helikopter bekerja bersama, total air yang dijatuhkan mencapai sekitar 12 ton—kapasitas yang relatif kecil saat menghadapi lahan gambut yang terbakar.

Menurut penjelasan tersebut, droppings air dari udara mungkin hanya efektif di area terbatas. Api pada lahan gambut dapat tetap menyala di lapisan dalam sehingga memerlukan penyemprotan dan pengendalian lanjutan oleh pasukan darat untuk memastikan kebakaran padam total.

Dampak dan imbauan untuk pemerintah daerah

BNPB meminta seluruh pemerintah daerah untuk menyiagakan pasukan darat sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan kebakaran. Hal ini menegaskan bahwa meskipun operasi udara tersedia, upaya pemadaman yang cepat dan menyeluruh bergantung pada kesiapan personel di lapangan.

  • Siapkan personel darat terlatih untuk respons cepat di titik rawan.
  • Perkuat koordinasi antar-instansi daerah dan pusat, termasuk penempatan alat berat dan pompa air.
  • Pelihara pos pemantauan dan patroli wilayah untuk deteksi dini.
  • Jaga komunikasi publik dan himbau warga menghindari pembakaran lahan.

Data provinsi prioritas

Provinsi Status
Kalimantan Barat Prioritas
Kalimantan Tengah Prioritas
Kalimantan Selatan Prioritas
Sumatra Selatan Prioritas
Riau Prioritas
Jambi Prioritas

Implikasi bagi Kalimantan Selatan

Bagi provinsi seperti Kalimantan Selatan, kesiapan menghadapi karhutla memiliki konsekuensi luas: kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kerusakan ekosistem lahan gambut dan hutan. Ketika OMC tidak dapat dijalankan karena minimnya awan pertumbuhan hujan, upaya lokal harus diperkuat untuk menekan risiko kebakaran meluas.

Tindakan pencegahan yang direkomendasikan

Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di daerah rawan disarankan memperkuat langkah-langkah berikut:

  • Peningkatan patroli dan deteksi dini di titik panas (hotspot).
  • Pelatihan dan kesiapan tim pemadam darat, termasuk logistik air dan peralatan komunikasi.
  • Kampanye larangan pembakaran lahan serta pemberian alternatif pengolahan lahan yang ramah lingkungan.
  • Koordinasi dengan pusat untuk alokasi helikopter dan dukungan lainnya saat kondisi memungkinkan.

BNPB juga menyebut masih memiliki cadangan sejumlah helikopter yang dapat bergerak ke daerah sesuai kebutuhan, tetapi fokus operasi udara akan diarahkan pada enam provinsi prioritas. Kondisi cuaca dan keberadaan awan hujan menjadi penentu utama keberhasilan OMC, sehingga peningkatan kemampuan operasi darat menjadi langkah pragmatis dan krusial pada masa potensi El Nino ini.

Upaya bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci menekan risiko karhutla serta melindungi kesehatan dan lingkungan di wilayah terdampak.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KSKalimantan Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik