Lingkungan Tarakan Kalimantan Utara (KU)

Asap dan Bara Batu Bara Aktif di Sekitar UBT Tarakan, Polisi Pasang Garis Polisi

Kebakaran lahan di dekat Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan menimbulkan kepulan asap dari rongga tanah berisi batu bara aktif. Polsek Tarakan Timur memasang police line untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah risiko keselamatan.

Asap dan Bara Batu Bara Aktif di Sekitar UBT Tarakan, Polisi Pasang Garis Polisi
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar gedung Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, masih menghasilkan asap tebal dan bara batu bara aktif meski kobaran api besar tidak selalu terlihat. Peristiwa ini dilaporkan warga dan menjadi perhatian aparat keamanan setempat pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan pantauan dan laporan, lahan di sekitar Jalan Pantai Amal telah mengalami kebakaran beberapa hari terakhir sehingga vegetasi hangus. Di lokasi juga ditemukan plang peringatan bahaya kebakaran yang ikut terbakar.

Sumber asap diketahui berasal dari bara batu bara yang menyala di dalam rongga-rongga tanah. Kondisi ini membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya karena sumber panas berada di bawah permukaan, sehingga kepulan asap masih terus muncul terutama pada malam hari.

Langkah kepolisian dan imbauan keselamatan

Kapolsek Tarakan Timur AKP Muhdar memimpin pemasangan garis polisi (police line) di sekitar titik terdampak sebagai langkah pencegahan. Pemasangan itu dimaksudkan untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekati titik yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Pemasangan police line dilakukan untuk membatasi akses masyarakat agar tidak mendekati area yang terdampak karhutla. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat kondisi lahan yang terbakar dan adanya kandungan batu bara,"

AKP Muhdar menyatakan bahwa petugas juga mengerahkan Kapospol Pantai Amal beserta jajaran Polsek Tarakan Timur untuk mengamankan lokasi. Hingga laporan terakhir, proses pengamanan dilaporkan berlangsung hingga pukul 14.00 Wita pada hari Senin.

Pelaporan warga dan kondisi lapangan

Peristiwa awalnya dilaporkan melalui grup pengaduan bencana Kota Tarakan oleh seorang warga bernama Gideon pada Minggu dini hari. Dalam grup tersebut warga menyampaikan informasi adanya kebakaran lahan "tepatnya di dekat gedung kedokteran".

Hasil penelusuran detikKalimantan menunjukkan bahwa meski tidak terlihat kobaran besar pada siang hari, kepulan asap tampak terus-menerus. Saat ditinjau pada malam hari, terlihat jelas titik sumber asap berasal dari lubang-lubang tanah yang mengandung material batu bara aktif.

  • Lokasi: Sekitar Fakultas Kedokteran UBT, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur
  • Koordinat (dilaporkan): 3.2992330, 117.6459200
  • Waktu pengamanan terakhir: Hingga pukul 14.00 Wita, Senin

Dampak dan risiko

Kondisi bara batu bara di rongga tanah menimbulkan beberapa risiko praktis bagi masyarakat dan lingkungan sekitar:

  • Asap tebal berpotensi menurunkan kualitas udara lokal dan mengganggu pernapasan warga yang tinggal atau beraktivitas dekat lokasi.
  • Bara yang berada di bawah permukaan dapat menyala kembali dan menyebarkan api jika tidak ditangani secara tuntas.
  • Area kampus dan fasilitas publik yang berdekatan terancam gangguan kegiatan akademik serta potensi evakuasi jika kondisi memburuk.

Hingga informasi terakhir dalam laporan, pihak kepolisian meminta masyarakat yang sering melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi untuk mematuhi pembatasan yang dipasang dan segera melapor jika melihat aktivitas yang berpotensi memperluas kobaran api.

Rekomendasi tindakan mitigasi

Berdasarkan kondisi yang dilaporkan dan karakteristik bara batu bara bawah permukaan, beberapa langkah mitigasi yang relevan antara lain:

  • Menjaga jarak dari lokasi yang diberi garis polisi dan mengikuti arahan petugas.
  • Melaporkan segera ke aparat jika muncul titik asap baru atau ada aktivitas pembakaran di sekitar area.
  • Memantau informasi resmi dari Polsek Tarakan Timur dan instansi terkait mengenai perkembangan penanganan.
AspekInformasi
Pelapor awalWarga (Gideon) melalui grup pengaduan bencana Kota Tarakan
Koordinat lokasi3.2992330, 117.6459200
Penanggung jawab pengamananKapolsek Tarakan Timur AKP Muhdar dan Kapospol Pantai Amal

Perkembangan selanjutnya akan ditentukan oleh upaya pemadaman yang mampu menjangkau sumber api bawah permukaan serta koordinasi antara kepolisian, pemadam kebakaran, dan dinas lingkungan setempat. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KUKalimantan Utara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Utara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik