Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar gedung Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, masih menghasilkan asap tebal dan bara batu bara aktif meski kobaran api besar tidak selalu terlihat. Peristiwa ini dilaporkan warga dan menjadi perhatian aparat keamanan setempat pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan pantauan dan laporan, lahan di sekitar Jalan Pantai Amal telah mengalami kebakaran beberapa hari terakhir sehingga vegetasi hangus. Di lokasi juga ditemukan plang peringatan bahaya kebakaran yang ikut terbakar.
Sumber asap diketahui berasal dari bara batu bara yang menyala di dalam rongga-rongga tanah. Kondisi ini membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya karena sumber panas berada di bawah permukaan, sehingga kepulan asap masih terus muncul terutama pada malam hari.
Langkah kepolisian dan imbauan keselamatan
Kapolsek Tarakan Timur AKP Muhdar memimpin pemasangan garis polisi (police line) di sekitar titik terdampak sebagai langkah pencegahan. Pemasangan itu dimaksudkan untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekati titik yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Pemasangan police line dilakukan untuk membatasi akses masyarakat agar tidak mendekati area yang terdampak karhutla. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat kondisi lahan yang terbakar dan adanya kandungan batu bara,"
AKP Muhdar menyatakan bahwa petugas juga mengerahkan Kapospol Pantai Amal beserta jajaran Polsek Tarakan Timur untuk mengamankan lokasi. Hingga laporan terakhir, proses pengamanan dilaporkan berlangsung hingga pukul 14.00 Wita pada hari Senin.
Pelaporan warga dan kondisi lapangan
Peristiwa awalnya dilaporkan melalui grup pengaduan bencana Kota Tarakan oleh seorang warga bernama Gideon pada Minggu dini hari. Dalam grup tersebut warga menyampaikan informasi adanya kebakaran lahan "tepatnya di dekat gedung kedokteran".
Hasil penelusuran detikKalimantan menunjukkan bahwa meski tidak terlihat kobaran besar pada siang hari, kepulan asap tampak terus-menerus. Saat ditinjau pada malam hari, terlihat jelas titik sumber asap berasal dari lubang-lubang tanah yang mengandung material batu bara aktif.
- Lokasi: Sekitar Fakultas Kedokteran UBT, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur
- Koordinat (dilaporkan): 3.2992330, 117.6459200
- Waktu pengamanan terakhir: Hingga pukul 14.00 Wita, Senin
Dampak dan risiko
Kondisi bara batu bara di rongga tanah menimbulkan beberapa risiko praktis bagi masyarakat dan lingkungan sekitar:
- Asap tebal berpotensi menurunkan kualitas udara lokal dan mengganggu pernapasan warga yang tinggal atau beraktivitas dekat lokasi.
- Bara yang berada di bawah permukaan dapat menyala kembali dan menyebarkan api jika tidak ditangani secara tuntas.
- Area kampus dan fasilitas publik yang berdekatan terancam gangguan kegiatan akademik serta potensi evakuasi jika kondisi memburuk.
Hingga informasi terakhir dalam laporan, pihak kepolisian meminta masyarakat yang sering melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi untuk mematuhi pembatasan yang dipasang dan segera melapor jika melihat aktivitas yang berpotensi memperluas kobaran api.
Rekomendasi tindakan mitigasi
Berdasarkan kondisi yang dilaporkan dan karakteristik bara batu bara bawah permukaan, beberapa langkah mitigasi yang relevan antara lain:
- Menjaga jarak dari lokasi yang diberi garis polisi dan mengikuti arahan petugas.
- Melaporkan segera ke aparat jika muncul titik asap baru atau ada aktivitas pembakaran di sekitar area.
- Memantau informasi resmi dari Polsek Tarakan Timur dan instansi terkait mengenai perkembangan penanganan.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Pelapor awal | Warga (Gideon) melalui grup pengaduan bencana Kota Tarakan |
| Koordinat lokasi | 3.2992330, 117.6459200 |
| Penanggung jawab pengamanan | Kapolsek Tarakan Timur AKP Muhdar dan Kapospol Pantai Amal |
Perkembangan selanjutnya akan ditentukan oleh upaya pemadaman yang mampu menjangkau sumber api bawah permukaan serta koordinasi antara kepolisian, pemadam kebakaran, dan dinas lingkungan setempat. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan.