Kepengurusan Baru IMI Kota Tarakan
TARAKAN — dr. Yuli Indrayani resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Kota Tarakan periode 2026–2031 melalui Musyawarah Kota yang menghasilkan pengesahan kepengurusan secara aklamasi dan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan (SK). Penunjukan Yuli menandai pergantian kepemimpinan yang, menurut yang bersangkutan, akan membawa semangat baru bagi perkembangan otomotif di Tarakan.
Agenda Perdana: Open Grasstrack di Pantai Amal
Sebagai langkah awal kepengurusan baru, IMI Kota Tarakan akan menggelar Open Grasstrack bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar). Event direncanakan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Sirkuit Permanen Pantai Amal.
- Tujuan: Menggairahkan kembali olahraga otomotif yang sempat vakum di Kota Tarakan.
- Peserta: Komunitas motor, penggiat otomotif, serta atlet dari berbagai daerah.
- Jangkauan undangan: Peserta lokal Tarakan dan undangan dari Tanjung Selor, Nunukan, Malinau, KTT, hingga luar Kalimantan Utara.
Kategori Lomba dan Sasaran Pembinaan
Panitia akan membuka sejumlah kelas untuk menampung beragam peserta, mulai dari pemula hingga peserta berpengalaman. Kelas yang diumumkan meliputi pemula, senior, TNI/Polri, serta kelas eksekutif bagi peserta berusia 45 tahun ke atas, selain juga kelas khusus untuk atlet.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| Tanggal | 19–20 September 2026 |
| Lokasi | Sirkuit Permanen Pantai Amal, Tarakan |
| Kelas | Pemula, Senior, TNI/Polri, Eksekutif (45+), Kelas Khusus Atlet |
"Semoga dengan bergabungnya saya di kepengurusan IMI Kota Tarakan yang baru ini dapat memberikan warna berbeda. Kita berharap IMI Tarakan bisa semakin berkembang dan berjaya ke depannya,"
kata dr. Yuli Indrayani yang juga tercatat sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan saat menyampaikan harapannya pada Senin (14/9/26).
Fokus Jangka Panjang: Pembinaan Atlet
Selain menggelar event, Yuli menegaskan pembinaan atlet menjadi fokus utama kepengurusan IMI Kota Tarakan untuk periode 2026–2031. Ia berharap program pembinaan berkelanjutan akan melahirkan atlet otomotif berprestasi yang dapat mengharumkan nama Tarakan dan Kalimantan Utara di tingkat nasional. Salah satu target yang disebutkan adalah mengulang capaian prestasi sebelumnya, termasuk medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara.
Implikasi bagi Komunitas dan Daerah
Rencana penyelenggaraan Open Grasstrack dapat membawa beberapa implikasi praktis bagi Tarakan, antara lain:
- Menyediakan wadah kompetitif bagi komunitas motor lokal dan atlet untuk berkompetisi dan berlatih;
- Mendorong pemulihan kalender kegiatan olahraga otomotif yang sempat vakum;
- Mengundang kunjungan peserta dari daerah lain yang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, khususnya sektor jasa dan pariwisata.
Pelaksanaan dan keberlanjutan program pembinaan atlet akan menjadi ukuran keberhasilan kepengurusan baru IMI Kota Tarakan. Dengan dukungan pemerintah kota melalui Disbudporapar, agenda awal ini dipandang sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali dinamika olahraga otomotif di Tarakan.
Panitia dan pihak terkait belum merilis detail teknis pendaftaran, regulasi lomba, maupun protokol keselamatan untuk event tersebut dalam rilis awal. Informasi lanjutan diharapkan diumumkan menjelang pelaksanaan pada 19–20 September 2026.