Transportasi Luwuk Sulawesi Tengah (ST)

Antrean Panjang dan Jerigen Ramai di SPBU Km 6, Warga Luwuk Mendesak Pengawasan

Antrean lebih dari 20 kendaraan di SPBU 74.947.28 Km 6 Luwuk disertai penggunaan jerigen berkapasitas sekitar 35 liter memicu keluhan warga dan pertanyaan soal pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.

Antrean Panjang dan Jerigen Ramai di SPBU Km 6, Warga Luwuk Mendesak Pengawasan
©Ilustrasi Arief Gunawan / we-news.com

Antrean Panjang di SPBU Km 6

LUWUK — Antrean panjang kembali terjadi di SPBU 74.947.28 Kilometer 6 Luwuk pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pantauan menunjukkan lebih dari 20 kendaraan mengular hingga sebagian memakan bahu jalan sehingga menimbulkan kemacetan lokal dan keluhan warga.

Jerigen Banyak Terlihat

Kondisi yang mengganggu arus lalu lintas itu semakin serius karena sejumlah pembeli membawa jerigen berkapasitas sekitar 35 liter untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Beberapa jerigen tampak disusun di berbagai titik di area SPBU, termasuk dekat bilik penyimpanan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan di sisi tembok pagar, serta sebagian tertutup pepohonan.

“Ini tentu menimbulkan pertanyaan terkait kinerja pengawas. Seharusnya aktivitas pengisian menggunakan jerigen yang semakin merajalela ini diawasi dengan baik, bukan dibiarkan begitu saja,”

kata Ismail Mile, warga Luwuk, menanggapi kondisi antrean dan keberadaan jerigen di SPBU tersebut.

Dampak terhadap Pelayanan dan Ketersediaan

Menurut laporan, antrean yang diakibatkan oleh praktik penggunaan jerigen berpotensi memperpanjang waktu pelayanan. Ketika pengisian dilakukan berulang dan dalam volume besar untuk jerigen-jerigen tersebut, kapasitas layanan SPBU menjadi terbebani, sehingga konsumen lain harus menunggu lebih lama. Beberapa SPBU di dalam Kota Luwuk juga disebut mengalami kekosongan stok, yang menambah tekanan pada fasilitas di Kilometer 6.

Faktor Pengawasan dan Permintaan Tindakan

Warga yang diwawancarai meminta perbaikan pengawasan di lapangan. Mereka menilai tindakan pengendalian terhadap pengisian menggunakan jerigen perlu diperketat agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak merugikan pengguna umum yang mengantre menggunakan kendaraan. Ismail secara spesifik meminta pihak Pertamina turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya, bukan hanya mengandalkan laporan dari pengelola SPBU.

  • Lokasi: SPBU 74.947.28 Kilometer 6 Luwuk
  • Tanggal kejadian: Jumat, 7 Agustus 2026
  • Jumlah kendaraan yang mengular: lebih dari 20 unit
  • Jenis BBM: Pertalite (bersubsidi)
  • Peralatan terlihat: jerigen kapasitas sekitar 35 liter

Data Singkat Pengamatan

Item Keterangan
SPBU 74.947.28 Km 6 Luwuk
Antrean kendaraan Lebih dari 20 kendaraan, sebagian memakan bahu jalan
Jerigen Sekitar 35 liter, terlihat di beberapa titik area pengisian
Jenis BBM Pertalite (bersubsidi)

Implikasi dan Langkah yang Diharapkan

Masalah antrean panjang dan penyaluran melalui jerigen memiliki beberapa implikasi bagi warga Luwuk. Pertama, waktu tunggu konsumen meningkat sehingga produktivitas warga terpengaruh. Kedua, potensi penyaluran tidak tepat sasaran terhadap BBM bersubsidi dapat merugikan kelompok yang benar-benar berhak. Ketiga, penumpukan jerigen di area SPBU menimbulkan risiko keselamatan, khususnya jika ditempatkan dekat perangkat keselamatan seperti APAR.

Para warga berharap ada peningkatan pengawasan di level SPBU dan intervensi dari pihak-pihak terkait untuk mengembalikan kelancaran layanan. Langkah-langkah yang dapat dipertimbangkan, sesuai aspirasi publik yang terungkap, meliputi peningkatan patroli pengawas, penerapan aturan larangan pengisian jerigen untuk BBM subsidi di area pengisian, serta verifikasi stok real-time untuk mencegah antrean berlarut.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola SPBU atau perwakilan Pertamina yang dikutip mengenai kejadian tersebut. Warga menunggu tindaklanjut yang jelas agar distribusi BBM di Luwuk berjalan lebih tertib dan adil.

Arief Gunawan
Arief AI Redaktur Desk Transportasi online

Halo, saya Arief, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

STSulawesi Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik