Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 3.910 peserta didik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat kabupaten/kota. Kegiatan berlangsung tersebar di 88 titik lokasi di seluruh provinsi.
Salah satu titik pelaksanaan OMI di Kota Palu dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu. Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Junaidin, menyampaikan bahwa di titik tersebut terdapat 477 peserta dari berbagai jenjang madrasah se-Kota Palu yang berkompetisi.
Pengawasan dan tujuannya
Pelaksanaan OMI dipantau dan diawasi secara langsung oleh Subdirektorat Kesiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Republik Indonesia. Pengawasan ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh rangkaian kompetisi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan mempertahankan standar penyelenggaraan.
Junaidin menegaskan bahwa OMI merupakan salah satu panggung strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas lembaga pendidikan Islam. Ia menyebutkan bahwa ajang ini tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga upaya pembinaan talenta peserta didik secara menyeluruh.
"OMI menjadi panggung strategis untuk meneguhkan eksistensi madrasah dan menunjukkan kepada publik bahwa madrasah memiliki kapasitas, kualitas, dan daya saing dalam melahirkan generasi unggul,"
Lebih jauh, Junaidin menjelaskan bahwa prestasi yang diraih peserta merupakan buah dari proses pembinaan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, kepala madrasah, orang tua, serta ekosistem pendidikan di lingkungan madrasah.
Peran ekosistem pendidikan
Dalam konteks pembinaan, OMI dinilai sebagai sarana untuk menguji kompetensi peserta sekaligus mendorong kolaborasi antara pelaku pendidikan. Keterlibatan orang tua dan komitmen kepala madrasah menjadi faktor penting dalam menyiapkan peserta mengarungi kompetisi.
Junaidin berharap agar kegiatan ini tidak berhenti pada pencapaian nilai semata, melainkan juga membentuk karakter, integritas, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta. Harapan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Manfaat dan perhatian ke depan
Secara praktis, penyelenggaraan OMI memberikan sejumlah manfaat bagi madrasah dan peserta didik, antara lain:
- Peningkatan kemampuan akademik dan daya saing peserta;
- Peluang identifikasi potensi dan pembinaan lanjutan oleh pihak madrasah;
- Penguatan kerja sama antar madrasah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Meski demikian, agar manfaat tersebut berkelanjutan, diperlukan tindak lanjut berupa pembinaan intensif bagi peserta berprestasi dan perbaikan ekosistem pembelajaran di madrasah secara umum.
Data ringkas pelaksanaan
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah peserta di Sulteng | 3.910 peserta (MI, MTs, MA) |
| Jumlah titik lokasi | 88 titik |
| Peserta di titik MAN 2 Kota Palu | 477 peserta |
Penyelenggaraan di berbagai titik menuntut koordinasi logistik dan standar penilaian yang konsisten. Pengawasan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menjadi jaminan agar kompetisi berlangsung adil dan terukur.
Ke depan, Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah diharapkan terus memantau perkembangan pasca-OMI, termasuk melakukan pemetaan kebutuhan pembinaan dan program pengayaan bagi peserta yang menunjukkan potensi unggul. Langkah tersebut penting untuk memastikan prestasi yang diraih oleh peserta tidak menjadi titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang pembentukan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkarakter.
Dengan dukungan semua pemangku kepentingan, OMI diharapkan menjadi sarana transformatif yang memperkuat mutu madrasah di Sulawesi Tengah serta menumbuhkan generasi yang siap bersaing pada tingkat regional dan nasional.