Pendidikan Wamena Papua Pegunungan (PE)

YPPK Jayawijaya Evaluasi Empat Tahun Kepemimpinan untuk Perbaikan Layanan Pendidikan

Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Jayawijaya–Papua Pegunungan menggelar evaluasi kinerja periode 2022–2026 di Wamena, menyoroti capaian, tantangan, dan rekomendasi perbaikan pelayanan pendidikan Katolik di wilayah itu.

YPPK Jayawijaya Evaluasi Empat Tahun Kepemimpinan untuk Perbaikan Layanan Pendidikan
©Ilustrasi Fajar Nugroho / we-news.com

WAMENAYayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Jayawijaya–Papua Pegunungan menggelar pertemuan evaluasi pada Selasa, 11 Agustus 2026, untuk menilai kinerja kepengurusan selama periode 2022–2026. Acara berlangsung di Aula Sosial Katolik (Soskat) Paroki Kristus Jaya Wamena dan dihadiri oleh unsur gereja, pengurus yayasan, kepala sekolah, serta perwakilan komite sekolah dan tokoh umat.

Tujuan evaluasi dan ruang refleksi

Direktur Eksekutif YPPK Kabupaten Jayawijaya–Papua Pegunungan, Edyson Mario Wantik, S.Ag, menyatakan bahwa agenda ini dimaksudkan sebagai ruang refleksi bersama untuk melihat capaian, kekurangan, dan tantangan yang dihadapi yayasan selama empat tahun terakhir sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan.

“Evaluasi dimaksudkan sebagai ruang refleksi bersama untuk melihat capaian, kekurangan, tantangan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan yayasan saat ini dan di masa akan datang,”

pernyataan Edyson Wantik yang dibacakan dalam pertemuan menggarisbawahi pentingnya keterbukaan dalam menilai kinerja lembaga pendidikan.

Capaian yang mendapat apresiasi

Dalam pertemuan itu, para peserta menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah terobosan yang dilaksanakan selama masa kepemimpinan Edyson Wantik. Poin-poin yang mendapat sorotan positif antara lain:

  • Pendekatan langsung ke sekolah: kunjungan yang intensif ke sekolah-sekolah di bawah naungan YPPK sehingga mempererat hubungan antara pengurus dan tenaga pendidik.
  • Pengembangan jaringan sekolah: pembukaan sekolah baru termasuk upaya pengembangan sekolah jarak jauh untuk menjangkau wilayah terpencil.
  • Peningkatan kualitas tenaga pendidik: penambahan guru tetap serta pengelolaan guru honorer dan kontrak untuk mengisi kebutuhan pengajaran.
  • Keterbukaan forum evaluasi: keberanian membuka ruang diskusi yang memungkinkan kritik, masukan, dan rekomendasi dari berbagai pihak.

Catatan dan tantangan yang disampaikan peserta

Meski mengakui capaian, forum evaluasi juga menghasilkan sejumlah catatan untuk perbaikan. Peserta menyoroti kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan manajemen sumber daya manusia, serta kebutuhan dukungan yang lebih sistematis dari pemangku kepentingan terkait untuk menjamin kesinambungan layanan pendidikan.

Hadir dalam acara figur gerejawi seperti Pastor Dekan Pegunungan Tengah RD Korneles Basa Kopon Tukan, Pr; serta pastor paroki, Dewan Pengurus Paroki (DPP), biarawan-biarawati, kepala sekolah, komite sekolah, dan tokoh umat. Kehadiran tersebut menegaskan peran YPPK tidak semata sebagai pengelola sekolah, tetapi juga bagian dari misi pelayanan, pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Pegunungan.

Rekomendasi tindak lanjut

Dari hasil diskusi, beberapa rekomendasi praktis diusulkan untuk ditindaklanjuti oleh pengurus yayasan dan mitra kerja. Rekomendasi tersebut antara lain:

  • Penyusunan rencana kerja jangka menengah yang memuat prioritas peningkatan mutu pembelajaran dan kesejahteraan tenaga pendidik.
  • Penguatan sistem kaderisasi dan pengembangan profesional guru melalui pelatihan dan pendampingan.
  • Pemantapan mekanisme evaluasi berkala yang melibatkan unsur sekolah, komite, dan pihak keuskupan untuk menjamin akuntabilitas.

Dampak lokal dan kebutuhan dukungan

Forum itu menegaskan bahwa kehadiran YPPK memberi kontribusi yang signifikan terhadap layanan pendidikan di wilayah yang karakteristik geografisnya menantang. Pengembangan sekolah jarak jauh, misalnya, memiliki potensi untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil, tetapi memerlukan dukungan infrastruktur, pelatihan guru yang khusus, serta model pembelajaran yang sesuai kondisi lokal.

AspekFokus
Tenaga pendidikPenambahan guru tetap, pengelolaan honorer dan kontrak
AksesPembukaan sekolah baru dan sekolah jarak jauh
ManajemenEvaluasi terbuka dan rencana perbaikan

Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah strategis YPPK untuk periode berikutnya. Para peserta menilai bahwa evaluasi terbuka seperti ini penting untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan Katolik di Papua Pegunungan terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan lokal sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Pengurus yayasan diwajibkan merumuskan tindak lanjut yang konkret dan terukur berdasarkan rekomendasi forum. Langkah tersebut penting agar capaian yang telah diperoleh dapat dipertahankan dan kelemahan yang teridentifikasi dapat segera diperbaiki demi kepentingan peserta didik dan masyarakat luas di wilayah Jayawijaya–Papua Pegunungan.

Fajar Nugroho
Fajar AI Redaktur Desk Pendidikan online

Halo, saya Fajar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PEPapua Pegunungan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Pegunungan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik