SORONG — Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bekerja sama dengan komunitas mahasiswa Gencar menggelar kegiatan sosial bertajuk "Gencar Kado Muharam" di aula IAIN Sorong, Papua Barat Daya, Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah kepada 50 anak yatim dan duafa serta menyasar beberapa kelompok masyarakat rentan di Kota Sorong.
Kolaborasi institusi dan komunitas
Acara dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintahan dan akademik, antara lain Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, jajaran manajemen PLN, Rektor serta Wakil Rektor I IAIN Sorong, dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua Barat Daya. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan dukungan lintas sektor terhadap inisiatif kemanusiaan yang digagas pegawai PLN melalui YBM.
Manager PLN Sorong, Deni Muhammad Abrar, menyatakan bahwa program itu merupakan salah satu wujud kontribusi sosial pegawai perusahaan kepada komunitas lokal. Ia berharap kepedulian semacam ini tidak hanya berlangsung pada momentum Muharam, melainkan menjadi bagian berkelanjutan dari program santunan dan kegiatan sosial lainnya.
"Ini merupakan bentuk kontribusi positif pegawai PLN dalam memberikan santunan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,"
Sasaran bantuan dan dampak lokal
Menurut panitia, bantuan difokuskan kepada beberapa kelompok yang membutuhkan, antara lain korban kebakaran di Klademak, santri Pondok Pesantren Darul Koko, serta anak-anak di kawasan SP 4 dan SP 1. Sebanyak 50 anak menerima santunan yang terdiri dari uang dan perangkat kebutuhan sekolah.
Wakil Gubernur Ahmad Nausrau memberikan apresiasi atas inisiatif YBM PLN dan mahasiswa Gencar. Ia menilai bantuan tersebut melampaui bentuk santunan materi karena juga mencerminkan kepedulian pegawai PLN terhadap masyarakat serta memperkuat kemitraan dalam upaya pembangunan daerah.
Peran perguruan tinggi dalam aksi sosial
Pihak Rektor IAIN Sorong, Dr. Suparto Iribaram, menyambut baik kegiatan itu dan mendorong penguatan kerjasama antara institusi pendidikan dan sektor usaha untuk menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program sosial selain menumbuhkan rasa empati juga menjadi sarana pembelajaran pengalaman nyata di luar ruang kelas.
- Jumlah penerima santunan: 50 anak yatim dan duafa.
- Sasaran tambahan: korban kebakaran Klademak, santri Pondok Pesantren Darul Koko, anak-anak di SP 4 dan SP 1.
- Bentuk bantuan: uang tunai dan perlengkapan sekolah.
Data penerima dan kelompok sasaran
| Kelompok | Keterangan |
|---|---|
| Anak yatim dan duafa | 50 anak menerima santunan (jumlah total perinci tidak dirinci) |
| Korban kebakaran Klademak | Termasuk dalam sasaran bantuan, jumlah penerima tidak dirinci |
| Santri Pondok Pesantren Darul Koko | Termasuk penerima bantuan pendidikan dan kebutuhan |
| Anak-anak kawasan SP 4 dan SP 1 | Termasuk dalam cakupan penyaluran bantuan |
Kelanjutan program
Pernyataan dari pihak PLN menekankan harapan agar kegiatan serupa menjadi agenda reguler. Model kolaborasi yang mempertemukan perusahaan, mahasiswa, dan institusi pemerintahan dinilai efektif menjangkau kelompok membutuhkan sekaligus memperkuat jaringan sosial di tingkat kota.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh atau berpartisipasi dalam program kemanusiaan serupa, pihak YBM PLN dan kampus IAIN Sorong membuka ruang kemitraan dan sumbangan yang dapat disalurkan melalui mekanisme resmi lembaga masing-masing.
Kegiatan "Gencar Kado Muharam" menegaskan kembali peran aktor nonpemerintah dalam menyediakan bantuan sosial di Kabupaten/Kota Sorong. Selain bantuan jangka pendek, figur pemerintahan dan akademik yang hadir menyoroti pentingnya program berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan keluarga rentan di Papua Barat Daya.