MADIUN — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun menggelar Lomba Cipta Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal hasil pemanfaatan tanah pekarangan (PTP). Kegiatan yang digelar Pokja 3 TP PKK Kabupaten Madiun ini berlangsung di Pendopo Muda Graha pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan diikuti perwakilan dari 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun.
Tujuan: edukasi, kreativitas, dan ketahanan pangan
Panitia menyatakan lomba bukan sekadar kompetisi memasak, tetapi juga sarana edukasi untuk mendorong keluarga memaksimalkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi. Penyelenggara menekankan pentingnya kreativitas kader PKK dalam mengolah bahan lokal menjadi PMT yang menarik dan memenuhi kebutuhan gizi balita.
"Anak - anak merupakan aset bangsa yang paling berharga, menyiapkan generasi emas yang cerdas, sehat dan bebas dari stunting adalah tanggung jawab kita bersama,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, yang hadir pada kegiatan bersama unsur dinas terkait, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), ketua bidang TP PKK, ketua TP PKK kecamatan, para juri, peserta lomba, dan tamu undangan.
Manfaat pemanfaatan pekarangan
Dalam sambutannya, Erni mengingatkan bahwa tantangan saat ini adalah mengolah potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar agar menjadi hidangan PMT yang menarik bagi anak-anak. Pemanfaatan pekarangan dinilai memiliki manfaat ganda: memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membangun pola konsumsi yang bergizi.
- Peserta: perwakilan dari 15 kecamatan Kabupaten Madiun
- Lokasi: Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun
- Pengelompokkan bahan: umbi-umbian, sayuran hijau, buah-buahan, telur, ikan
Erni menekankan berbagai bahan pangan lokal yang bisa dimanfaatkan, termasuk umbi-umbian, sayuran hijau, buah-buahan, telur, dan ikan. Bahan-bahan tersebut dapat menjadi sumber gizi untuk memenuhi kebutuhan balita dan keluarga tanpa harus mengandalkan produk olahan mahal.
Implikasi terhadap pencegahan stunting dan ketahanan keluarga
Kegiatan seperti lomba cipta menu PMT menjadi bagian dari intervensi komunitas yang mendukung upaya penurunan angka stunting. Dengan mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan, TP PKK berharap terjadi perubahan praktik konsumsi dan pola asuh yang lebih mengutamakan kecukupan gizi balita.
Selain aspek gizi, program ini juga memberi peluang edukasi praktis bagi kader PKK dan keluarga tentang pengelolaan pekarangan—dari pemilihan tanaman, budidaya sederhana, hingga pengolahan menjadi makanan yang layak dan menarik bagi anak.
| Aspek | Rincian |
| Tanggal | Rabu, 12 Agustus 2026 |
| Lokasi | Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun |
| Peserta | Perwakilan dari 15 kecamatan |
| Penyelenggara | TP PKK Kabupaten Madiun (Pokja 3) bersama dinas terkait |
Hadirnya Kepala Dinas PMD dan perwakilan OPD lain menunjukkan kolaborasi antar-institusi di tingkat kabupaten untuk menyinergikan program ketahanan pangan keluarga. Kolaborasi ini dinilai penting agar hasil kegiatan dapat ditindaklanjuti dengan pembinaan teknis, dukungan benih atau pendampingan budidaya pekarangan jika diperlukan.
Penekanan pada bahan lokal juga sejalan dengan upaya pengentasan kerentanan pangan lokal. Dengan mengandalkan potensi pekarangan, keluarga dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan luar rumah tangga yang rentan fluktuasi harga, sekaligus meningkatkan ragam makanan bergizi untuk balita.
TP PKK Kabupaten Madiun berharap hasil lomba tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga memicu praktik berkelanjutan di tingkat keluarga dan desa. Jika diterapkan secara konsisten, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber PMT berpotensi memperbaiki status gizi balita dan mendukung target penurunan stunting di wilayah Kabupaten Madiun.
Informasi lebih lanjut mengenai output lomba, juara, atau tindak lanjut program diinformasikan akan disampaikan oleh panitia penyelenggara kepada publik melalui kanal resmi TP PKK Kabupaten Madiun dan dinas terkait.