Penurunan stunting dan langkah verifikasi data
Angka stunting di Kabupaten Madiun terus menunjukkan tren penurunan. Data yang disampaikan pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bulan Timbang Serentak 2026 di Desa Uteran, Kecamatan Geger, menunjukkan angka stunting turun dari 5,48% pada 2024 menjadi 5,14% pada 2025, lalu kembali ditekan menjadi 5,02% per Juli 2026.
Pencapaian itu didukung oleh keberfungsian penuh 877 Posyandu yang dikelola oleh 6.449 kader. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, menekankan bahwa partisipasi masyarakat cukup tinggi dengan rata-rata mencapai 97% di 15 kecamatan.
"Bulan Timbang ini bukan sekadar penimbangan massal, tetapi juga ruang edukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pola asuh 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),"
Pernyataan itu disampaikan dr. Heri saat kegiatan yang digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menekankan pentingnya memadukan kegiatan penimbangan dengan edukasi untuk menjaga keberlanjutan perbaikan status gizi anak.
Digitalisasi alat ukur dan peningkatan anggaran
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan kebijakan mendasar untuk memperbaiki akurasi data tumbuh kembang anak. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanganan stunting tahun anggaran 2026 sebesar Rp 246 juta, meningkat dari sebelumnya Rp 160 juta.
Langkah anggaran ini disertai kebijakan digitalisasi: seluruh Posyandu diberi alat antropometri digital standar agar hasil pengukuran tercatat secara real-time dan mengurangi ketergantungan pada buku dan arsip kertas.
- Implementasi alat antropometri digital di Posyandu
- Validasi data By Name By Address (BNBA) untuk memastikan nama dan alamat anak tercatat tepat
- Pemberdayaan kader melalui pelatihan pencatatan dan edukasi gizi
Imbauan integritas data dan inovasi lokal
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting Kementerian Kesehatan RI, Dahlan Syuron, memberikan arahan secara virtual. Ia mengimbau para kader untuk mencatat hasil pengukuran secara jujur dan detail tanpa pembulatan demi menjaga validitas data BNBA.
"Catatan yang jujur dan lengkap menjadi fondasi kebijakan yang tepat sasaran,"
Selain digitalisasi dan penguatan pencatatan, bupati juga memberi apresiasi terhadap inovasi lokal yang muncul di Posyandu Kartini, Desa Uteran. Di posyandu tersebut, warga dapat menukarkan sampah rumah tangga dengan makanan tambahan bergizi bagi balita — sebuah inisiatif yang menggabungkan pengelolaan sampah dan perbaikan status gizi anak.
Verifikasi lapangan oleh Wakil Bupati
Verifikasi lapangan turut dilakukan oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, MH, bersama Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Fitria Purnomo Hadi. Mereka meninjau pelaksanaan Bulan Timbang di Posyandu Mawar, Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Peninjauan bertujuan memvalidasi perkembangan fisik balita serta kondisi kesehatan ibu hamil secara akurat.
| Tahun | Angka Stunting |
|---|---|
| 2024 | 5,48% |
| 2025 | 5,14% |
| Juli 2026 | 5,02% |
Keberhasilan menekan angka stunting ke kisaran lima persen memberi sinyal positif, tetapi para pemangku kepentingan menekankan bahwa pengukuran yang akurat, laporan yang transparan, dan edukasi berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencapai target jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Madiun menempatkan Posyandu sebagai garda terdepan dalam upaya itu, di mana kombinasi antara teknologi, penguatan kapasitas kader, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci. Validasi data pada Bulan Timbang dipandang sebagai momen penting untuk memastikan intervensi sasaran benar-benar mencapai anak-anak yang membutuhkan.
Kedepan, fokus akan tetap pada perbaikan metode pencatatan BNBA, peningkatan kualitas layanan di Posyandu, serta penguatan program gizi dan pola asuh 1.000 HPK agar penurunan prevalensi stunting dapat dipertahankan dan ditingkatkan.