Perayaan dan Pengakuan Sejarah
Tomohon — SMKS Kristen 1 Tomohon memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 pada Kamis, 10 September 2026, dalam suasana syukur dan haru. Kepala Sekolah, Ritje Langkai, S.Pd., menyatakan peringatan tersebut sebagai bukti pemeliharaan Tuhan bagi lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1965.
"Hari ini, Kamis 10 September 2026 kita boleh bersukacita atas penyertaan Tuhan. Karena Tuhan begitu baik dalam kehidupan kita sehingga pada hari ini kita merayakan Hari Ulang Tahun SMK Kristen 1 Tomohon Ke-61,"
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk mengenang perjalanan panjang sejak awal pendirian. Perjalanan itu, menurut Ritje, menjadi bukti bagaimana institusi pendidikan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman sambil mempertahankan nilai-nilai iman dan kasih.
Perkembangan dari Awal Berdiri
Sekolah ini didirikan pada 1965 atas gagasan Bapak J.A. Tiwow yang saat itu menjabat Ketua Sinode GMIM. Pada masa awal pendirian, sekolah bernama Sekolah Teknik Menengah Kristen Tomohon dan hanya membuka dua jurusan: Listrik dan Bangunan, dengan jumlah siswa awal sebanyak 8 orang.
- tahun pendirian: 1965
- siswa awal: 8 orang
- jurusan awal: Listrik dan Bangunan
Seiring waktu, nama sekolah mengalami beberapa perubahan sebelum akhirnya menjadi SMKS Kristen 1 Tomohon. Perubahan nama mencerminkan perkembangan fungsi dan orientasi sekolah dari lembaga teknik menengah menuju sekolah menengah kejuruan yang lebih beragam programnya.
Situasi Saat Ini: Program dan Dukungan
Hingga saat ini, SMKS Kristen 1 Tomohon telah berkembang menjadi lembaga dengan 6 Program Keahlian dan 8 Konsentrasi Keahlian. Kepala Sekolah menekankan bahwa perkembangan ini menunjukkan kemampuan sekolah untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja serta tuntutan pendidikan vokasi modern.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Tahun berdiri | 1965 |
| Jumlah siswa awal | 8 orang |
| Jurusan awal | Listrik, Bangunan |
| Program saat ini | 6 Program Keahlian, 8 Konsentrasi Keahlian |
| Peringatan | HUT ke-61, 10 September 2026 |
Apresiasi dan Janji Keberlanjutan
Pada kesempatan itu, Ritje Langkai menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kelangsungan sekolah. Pihak yang disebutkan secara khusus adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pengurus Yayasan AZR Wenas, para mantan kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha, siswa, dan seluruh pihak pendukung lainnya.
"Kepada pengurus yayasan terima kasih atas kepemimpinan, pengawasan dan perhatian yang tak pernah putus sehingga sekolah ini tetap berdiri tegak dengan berlandaskan nilai-nilai iman dan kasih,"
Ritje juga berjanji akan menjaga amanah para pendahulu dan melanjutkan pengelolaan sekolah agar tetap relevan serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan vokasi di Tomohon dan sekitarnya.
Implikasi Bagi Pendidikan Vokasi Lokal
Perkembangan SMKS Kristen 1 Tomohon dari sekolah dengan dua jurusan dan delapan siswa menjadi institusi dengan beberapa program keahlian mencerminkan tren penguatan pendidikan vokasi di daerah. Bagi calon siswa dan orang tua di Tomohon, pertumbuhan ini menunjukkan ketersediaan pilihan pendidikan kejuruan yang semakin beragam, serta adanya dukungan kelembagaan yang berkelanjutan.
Di sisi pengelolaan, keterlibatan yayasan dan pemerintah provinsi yang disebutkan dalam peringatan menunjukkan pentingnya sinergi antara, pemerintah daerah, yayasan pendidikan, dan masyarakat dalam mempertahankan mutu dan keberlanjutan sekolah kejuruan.
Dengan komitmen untuk meneruskan nilai-nilai dan amanah pendiri, SMKS Kristen 1 Tomohon menempatkan diri sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan di Kota Tomohon, yang berperan menyiapkan tenaga terampil sesuai kebutuhan lokal dan regional.