TIFF 2026: Dari Festival Bunga ke Penggerak Ekonomi
Kota Tomohon kembali menjadi fokus promosi pariwisata dan ekonomi daerah melalui Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan TIFF 2026 istimewa karena memasuki edisi ke-14 dan tetap tercatat dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, sehingga mendapat perhatian pada tingkat nasional.
Dampak pada Sektor Lokal
Menurut pernyataan gubernur, kelimpahan bunga segar di Tomohon bukan hanya ajuan estetika, melainkan cerminan kemakmuran alam dan kreativitas masyarakat yang memiliki implikasi ekonomi. TIFF dinilai mendorong aktivitas ekonomi di berbagai subsektor yang terkait langsung dengan acara.
- Petani bunga — pemasaran dan penyerapan produk lokal
- Pengrajin dan dekorator — permintaan jasa dekorasi dan kerajinan tematik
- Pelaku kuliner — peningkatan konsumsi wisatawan dan pengunjung
- Perhotelan — okupansi kamar dan layanan penunjang pariwisata
- Transportasi — mobilitas pengunjung selama rangkaian acara
Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha
Gubernur Yulius menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan sektor kreatif. Kolaborasi ini dimaknai bukan sekadar pelaksanaan acara tahunan, melainkan sebagai strategi untuk menjadikan TIFF sebagai pengungkit ekonomi daerah dan pintu masuk promosi pariwisata serta investasi ke tingkat nasional maupun internasional.
"Bunga-bunga segar yang melimpah di kota Tomohon menjadi wujud nyata dari kemakmuran alam. Kreativitas masyarakat serta kedaulatan karya anak bangsa di daerah turut berpartisipasi dalam memperkuat perekonomian Indonesia, serta mendukung pembangunan yang berkeadilan,"
Nilai Ekonomis dan Peluang Investasi
Dalam perspektif ekonomi, festival seperti TIFF memiliki dua fungsi utama: menciptakan penyerapan nilai tambah bagi produsen lokal dan mempromosikan kawasan sebagai tujuan investasi. Penetapan TIFF dalam daftar KEN 2026 memberi akses promosi yang lebih luas, yang berpotensi menarik minat investor atau pemangku kepentingan pariwisata di luar daerah.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Edisi TIFF | Ke-14 |
| Status Nasional | Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 |
| Sektor Terdampak | Petani bunga, pengrajin, dekorator, kuliner, perhotelan, transportasi |
Implikasi Jangka Panjang
Jika pengelolaan TIFF diarahkan pada kesinambungan dan peningkatan nilai tambah, terdapat peluang memperkuat rantai nilai lokal: dari produksi bunga hingga produk kreatif bernilai ekspor. Pendekatan tersebut menuntut keterpaduan kebijakan, antara lain dukungan akses pasar, peningkatan kualitas produk kreatif, serta fasilitas pariwisata yang memadai.
Gubernur juga mengaitkan semangat acara dengan nilai budaya lokal mapalus (gotong royong), yang menurutnya menjadi jembatan menghubungkan tradisi lokal dengan dinamika panggung internasional. Pendekatan ini berpotensi memperkuat identitas daerah sekaligus menambah daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Dengan konsistensi masuk dalam agenda nasional seperti KEN, TIFF berpeluang berkembang dari kegiatan tahunan menjadi instrumen strategis pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan daya tarik investasi di Tomohon dan Sulawesi Utara.