Intan Jaya, Papua Tengah — Satuan Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengevakuasi seorang warga dari wilayah yang rawan aktivitas Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Minggu, 9 Agustus. Evakuasi dilakukan setelah personel TNI menemukan warga tersebut saat melaksanakan patroli di Distrik Ugimba.
Temuan saat patroli, helikopter diterjunkan
Menurut siaran pers resmi Koops TNI Habema yang diterima di Jakarta pada Senin, proses penemuan terjadi saat personel melakukan patroli rutin di wilayah Ugimba. Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa warga tersebut diduga tertinggal oleh rombongan lain yang telah lebih dahulu mengungsi ke tempat aman untuk menghindari aktivitas kelompok separatis.
"Proses evakuasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan menggunakan dua unit Helikopter Bell pada Minggu (9/8) pukul 12.25 hingga 12.48 WIT,"
Evakuasi dilaksanakan memakai dua unit helikopter Bell dan dipusatkan pada rentang waktu yang relatif singkat, yakni dari pukul 12.25 sampai 12.48 WIT. Setelah dievakuasi dari lokasi temuan, warga dibawa ke Distrik Sugapa untuk mendapat pengamanan dan pendampingan lebih lanjut.
Penyerahan kepada tim penanganan konflik
Sesampainya di Sugapa, warga tersebut diserahkan kepada Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, Bapak Misael Sondegau, guna proses pendampingan. Pernyataan ini menegaskan keterlibatan aparat sipil setempat dalam menangani aspek perlindungan dan pemulihan warga yang terdampak kondisi keamanan.
Komitmen TNI menjaga keselamatan warga
Letkol Wirya menegaskan bahwa kegiatan evakuasi ini mencerminkan komitmen kuat TNI dalam memastikan keamanan dan keselamatan warga di Papua. Pernyataan resmi dari Koops TNI Habema menyatakan akan terus melakukan upaya agar warga terhindar dari aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis OPM.
- Lokasi temuan: Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
- Waktu evakuasi: Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 12.25–12.48 WIT.
- Alat transportasi: Dua unit Helikopter Bell milik Koops TNI Habema.
- Tindakan lanjutan: Penyerahan kepada Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya di Sugapa, Bapak Misael Sondegau.
Tabel kronologi singkat
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 9 Agustus 2026, saat patroli | Personel Koops Habema menemukan seorang warga tertinggal di Ugimba |
| 9 Agustus 2026, 12.25–12.48 WIT | Evakuasi kemanusiaan menggunakan dua Helikopter Bell |
| Setibanya di Sugapa | Penyerahan warga kepada Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya |
Masyarakat setempat dan pihak keamanan masih menghadapi tantangan ketika terjadi perpindahan penduduk akibat ancaman keamanan. Evakuasi individu yang tertinggal kerap membutuhkan koordinasi cepat antara unsur militer dan aparat sipil untuk memastikan proses aman dan terpadu.
Dampak kemanusiaan dan perlunya pendampingan
Penyerahan warga ke Tim Penanganan Konflik bertujuan menyediakan pendampingan yang mencakup keamanan sementara dan akses pelayanan dasar. Masyarakat adat di wilayah konflik rentan menghadapi trauma, kehilangan mata pencaharian, dan kebutuhan mendesak lainnya saat harus mengungsi.
Koops TNI Habema menyatakan komitmennya untuk terus beroperasi demi melindungi warga sipil. Pernyataan ini memberi harapan bahwa sinergi dengan lembaga lokal akan dilanjutkan untuk merespons situasi darurat serupa di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan cepat dan upaya kemanusiaan sangat diperlukan saat warga terpapar risiko keamanan. Proses evakuasi serta penyerahan kepada tim penanganan konflik merupakan langkah awal dalam memberi perlindungan dan memulihkan kondisi warga yang terdampak.
Berita ini disusun berdasarkan siaran pers resmi Koops TNI Habema yang diterima oleh redaksi dan menegaskan peran aparat dalam respons kemanusiaan di wilayah Intan Jaya.