Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar satu bulan itu menyelesaikan sejumlah pekerjaan fisik dan kegiatan pembinaan sosial, namun masih menyisakan persoalan rumit terkait perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan penanganan banjir di kawasan tersebut.
Pekerjaan fisik yang dirampungkan
Selama pelaksanaan TMMD, Pemerintah Kota Semarang bersama jajaran Kodim 0733/Kota Semarang menyelesaikan beberapa pekerjaan infrastruktur skala lokal, antara lain peninggian jalan dan pembuatan talud di kawasan Dempel Barat sepanjang 200 meter, serta pembangunan tandon air bersih. Di samping itu, program ini juga memfasilitasi rehabilitasi 10 unit RTLH dengan dukungan Baznas Kota Semarang.
- Peninggian jalan dan talud sepanjang 200 meter di Dempel Barat;
- Penyediaan tandon air bersih untuk kawasan setempat;
- Rehabilitasi 10 unit RTLH yang melibatkan dukungan Baznas.
Kegiatan non-fisik dan pembinaan masyarakat
Selain pekerjaan fisik, agenda TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan yang menyentuh kebutuhan sosial warga. Kegiatan tersebut mencakup penyuluhan kesehatan keluarga, pembinaan remaja, pelatihan keterampilan, serta pelayanan administrasi kependudukan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan akses layanan publik bagi penduduk Sawah Besar.
"TMMD memiliki makna yang dekat dengan kehidupan warga. Pembangunan yang dilakukan berfokus pada kebutuhan mendasar yang dampaknya langsung dirasakan oleh keluarga,"
Kutipan di atas disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang diwakili Wakil Wali Kota saat penutupan, sebagai apresiasi terhadap sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta warga yang terlibat.
Masih banyak pekerjaan rumah
Meski sejumlah target fisik tercapai, pejabat daerah mengakui bahwa TMMD tahap ini belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan kawasan. Rehabilitasi 10 unit RTLH hanyalah bagian kecil dari target lebih luas yang harus ditangani di tingkat kota. Pemerintah Kota Semarang memasang target lebih besar untuk tahun ini, dengan rencana pembenahan sekitar 2.500 unit RTLH yang akan didorong melalui kolaborasi pendanaan antara APBD, APBN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan dukungan CSR.
Isu banjir juga tetap menjadi perhatian. Upaya peninggian jalan dan talud serta penambahan tandon air merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko genangan, tetapi pemerintah setempat menilai penanganan banjir memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan melibatkan banyak pihak.
| Intervensi TMMD | Output |
|---|---|
| Peninggian jalan & talud | 200 meter (Dempel Barat) |
| Tandon air bersih | Disiapkan untuk kawasan |
| Rehabilitasi RTLH | 10 unit |
Langkah berikutnya dan kebutuhan sinergi
Pemkot Semarang dan Kodim menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu mekanisme percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat, namun tidak menggantikan peran program jangka panjang pemerintah daerah. Untuk merealisasikan target penanganan ribuan RTLH dan mengatasi masalah banjir secara menyeluruh, diperlukan:
- Perencanaan terpadu antarinstansi pemerintah (kota, provinsi, pusat);
- Sumber pembiayaan gabungan dari APBD, APBN, provinsi, dan sektor swasta/CSR;
- Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan layanan sosial berkelanjutan.
Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III menandai selesainya periode kerja bersama di Sawah Besar, tetapi juga membuka babak baru bagi upaya penanganan masalah struktural di kawasan permukiman. Warga berharap tindak lanjut yang konsisten dari pemerintah kota dan mitra terkait agar hasil TMMD dapat berlanjut menjadi perubahan nyata terhadap kualitas hunian dan ketahanan lingkungan di Kelurahan Sawah Besar.
Pelaksanaan TMMD ini menunjukkan bahwa intervensi terpadu dapat memberi manfaat langsung, namun keberlanjutan program dan skala intervensi tetap menjadi kunci bagi penyelesaian masalah jangka panjang seperti RTLH dan banjir di wilayah Kota Semarang.