Kota Semarang kirim delegasi hasil seleksi ketat
Pemerintah Kota Semarang resmi mengirimkan 16 delegasi untuk memperkuat kafilah Jawa Tengah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Penetapan delegasi berasal dari proses seleksi yang digelar oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Agenda MTQ Nasional XXXI akan digelar di Kota Semarang pada 11–20 September 2026. Pernyataan pengiriman delegasi disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang menegaskan bahwa pemilihan peserta mengikuti mekanisme seleksi untuk menghasilkan perwakilan yang mampu tampil sesuai kemampuan dan karakter masing-masing.
Fokus pada pengalaman spiritual dan pendewasaan mental
Dalam keterangannya, Wali Kota menolak memberi beban target juara kepada para peserta. Menurutnya, proses pendewasaan mental dan pengalaman spiritual memiliki nilai lebih dibanding tekanan pencapaian medali. Pernyataan yang disampaikan Wali Kota mencerminkan pendekatan pembinaan yang menekankan perkembangan karakter dan ketenangan bertanding.
"Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin."
Pernyataan tersebut menandakan kebijakan pembinaan yang mengutamakan keseimbangan antara prestasi dan pembentukan pribadi peserta. Sikap ini diharapkan membantu delegasi tampil percaya diri tanpa beban berlebih ketika berlomba di tingkat nasional.
Dukungan lintas lembaga untuk penguatan mental dan fasilitas
Untuk memperkuat persiapan dan mental bertanding, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan dukungan moril dan material bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Dukungan itu melibatkan PDAM, Bank Jateng, Baznas, serta lembaga pendidikan dan pelatihan tahfiz (PTQ).
- Dukungan pendanaan dan fasilitas latihan.
- Program pendampingan mental dan spiritual.
- Penyediaan akses audiens dan sarana bagi peserta penyandang disabilitas.
Dalam daftar peserta terdapat dua delegasi penyandang difabel tunarungu-wicara, yang menunjukkan upaya inklusivitas dalam pembinaan bakat religi di tingkat kota. Keikutsertaan peserta penyandang disabilitas itu juga menjadi perhatian dalam penyediaan fasilitas dan akomodasi selama pelaksanaan kompetisi.
Semarang sebagai tuan rumah: kesiapan dan implikasi lokal
Penetapan Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI membawa konsekuensi organisatoris dan sosial bagi kota. Selain aspek kompetisi, penyelenggaraan MTQ berdampak pada mobilisasi sumber daya, koordinasi antar-OPD, dan keterlibatan masyarakat dalam menyambut tamu serta delegasi dari seluruh provinsi.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Delegasi Kota Semarang | 16 |
| Peserta Jateng yang disiapkan | 67 |
| Tanggal MTQ Nasional | 11–20 September 2026 |
Penyelenggaraan akan melibatkan fasilitas publik dan tempat ibadah serta arena lomba yang harus memenuhi standar aksesibilitas dan kenyamanan peserta. Pemerintah kota bersama mitra diharapkan menjaga kelancaran acara agar manfat sosial dan ekonomi dari kunjungan peserta serta pendukung dapat dirasakan oleh warga Semarang.
Harapan dan ukuran keberhasilan
Pemerintah Kota menegaskan bahwa keberhasilan bukan semata-mata diukur dari medali, melainkan juga dari bagaimana kompetisi ini memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, disiplin, dan akhlak peserta. Dukungan lembaga dan masyarakat diarahkan untuk memberi pengalaman bertanding yang bermakna bagi delegasi, terutama generasi muda.
Pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang juga membuka peluang bagi peningkatan kegiatan keagamaan, program pembinaan baca Al-Qur’an, serta penguatan peran komunitas keagamaan dalam pembentukan sumber daya manusia yang berakhlaq dan berdaya saing. Kota Semarang diharapkan memaksimalkan momentum ini untuk meninggalkan jejak positif baik dari sisi olah mental, budaya, maupun pelayanan publik.