Pelaksanaan dan Hasil UKW di Semarang
SEMANGAT — Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Kompas bekerja sama dengan KG Media dan Google berlangsung di Hotel Amaris, Semarang, pada Jumat-Sabtu, 21–22 Agustus 2026. Dari 43 peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 41 wartawan dinyatakan kompeten untuk jenjang Muda dan Madya, sedangkan dua peserta dinyatakan belum kompeten.
"Peserta yang belum kompeten sebanyak dua orang,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Kompetensi Kompas Gramedia, Tri Agung Kristanto, melalui siaran pers yang diterima media. UKW di Semarang menjadi bagian dari rangkaian program kolaborasi LUKW Kompas dan Google yang direncanakan berlangsung di 16 kota di Indonesia hingga 2027.
Pemanfaatan AI sebagai Mata Uji Baru
Salah satu aspek menonjol dari UKW di Semarang adalah adopsi penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu mata uji. Materi ini menguji sejauh mana wartawan memahami penggunaan AI secara proporsional, profesional, dan beretika dalam praktik jurnalistik.
Tri Agung menegaskan bahwa pemahaman tentang pemanfaatan AI merupakan kemampuan yang perlu dimiliki wartawan di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, AI dapat berperan sebagai kolaborator yang membantu proses produksi berita dan meningkatkan kualitas karya jurnalistik. Namun, ia juga menekankan batasan penggunaan AI dalam pekerjaan jurnalistik.
"Dengan segala kepintarannya, AI tetap tidak bisa menggantikan kerja-kerja wartawan yang turun ke lapangan,"
Tri Agung menyebutkan contoh praktik jurnalisme yang tidak dapat digantikan oleh AI, antara lain investigasi jurnalistik, pengumpulan data dari lapangan, serta pemberitaan hiperlokal. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun teknologi menjadi alat bantu penting, peran reporting tradisional tetap esensial bagi fungsi media dalam masyarakat.
Implikasi bagi Media dan Masyarakat Semarang
Pelaksanaan UKW di Semarang memiliki beberapa implikasi bagi lanskap media lokal dan publik. Pertama, hasil UKW menjadi indikator peningkatan kapasitas profesionalisme wartawan yang bertugas di wilayah Jawa Tengah, khususnya Semarang. Kedua, pengenalan mata uji AI menandai perubahan kurikulum kompetensi yang selaras dengan tren teknologi informasi.
Bagi masyarakat, keberlangsungan program sertifikasi seperti UKW dapat berdampak pada kualitas informasi yang diterima. Media dengan jurnalis teruji diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang lebih akurat, berimbang, dan etis, sekaligus mampu memanfaatkan alat digital secara tepat.
Rangkaian Program dan Cakupan
Menurut penyelenggara, kegiatan UKW di Semarang merupakan bagian dari agenda yang lebih luas. Program kolaborasi antara LUKW Kompas, KG Media, dan Google direncanakan digelar di beberapa kota besar lainnya hingga 2027. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Bekasi beberapa pekan sebelumnya, sebagai bagian dari upaya mendorong jurnalisme berkualitas secara nasional.
- Lokasi: Hotel Amaris, Semarang
- Peserta: 43 wartawan
- Hasil: 41 kompeten, 2 belum kompeten
- Mata uji baru: penggunaan AI secara etis dan profesional
| Aspek | Angka |
|---|---|
| Total peserta | 43 |
| Dinyatakan kompeten | 41 |
| Belum kompeten | 2 |
Penyelenggara menempatkan program ini sebagai upaya bersama media dan platform teknologi untuk meningkatkan kapasitas jurnalis di Indonesia. Bagi Semarang, keberadaan kegiatan semacam ini membuka peluang peningkatan standar pemberitaan lokal sekaligus memicu diskusi tentang bagaimana wartawan dan redaksi menempatkan teknologi baru dalam kerangka etika jurnalistik.
Dengan demikian, UKW yang menghadirkan komponen AI bukan semata soal kemampuan teknis, melainkan juga penguatan prinsip-prinsip jurnalistik yang tetap mengutamakan verifikasi, akurasi, dan peliputan lapangan.