Payakumbuh — Polres Payakumbuh kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi seluruh personel, Kamis (13/8/2026) pagi, di Masjid Nur Ikhlas Polres Payakumbuh. Kegiatan yang rutin digelar setiap minggu ini dimaksudkan untuk mempertebal keimanan, meningkatkan ketaqwaan, serta membentuk karakter anggota Polri agar berakhlak mulia dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Tujuan pembinaan dan suasana kegiatan
Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB dan ditutup sekitar pukul 09.40 WIB. Seluruh rangkaian dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Dalam sambutannya, Kapolres Payakumbuh, AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa iman dan integritas menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pembinaan rohani dan mental seperti ini sangat penting untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kita. Seorang Polri yang kuat imannya akan selalu menjaga amanah, bersikap jujur, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Iman yang teguh adalah benteng terbaik kita dalam menjalankan tugas yang mulia ini. Teruslah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang berakhlak mulia.”
Pernyataan tersebut mencerminkan upaya institusi kepolisian di Payakumbuh untuk memadukan aspek spiritual dengan profesionalisme tugas, agar personel tidak hanya dikenang karena seragam, tetapi juga karena akhlak dan ketulusan dalam pelayanan.
Isi tausiah dan pesan moral
Tausiah pada kesempatan itu disampaikan oleh Ustadz Zulkifli, S.Ag, yang membahas kandungan Surat Al-A’raf ayat 29. Dalam ceramahnya, Ustadz menyampaikan pesan agar setiap anggota Polri:
- meluruskan niat dalam setiap langkah dan pelaksanaan tugas;
- menjunjung tinggi nilai-nilai keikhlasan sebagai pijakan moral;
- menjadi teladan yang baik bagi masyarakat melalui perbuatan yang mencerminkan akhlak mulia.
“Senantiasa meluruskan niat dalam setiap melangkah dan bertugas. Junjung tinggi nilai-nilai keikhlasan, karena keikhlasan adalah cahaya yang menerangi setiap tugas berat. Jadilah teladan yang baik di tengah masyarakat bukan hanya karena seragam yang dikenakan, melainkan karena akhlak dan ketulusan hati yang terpancar dari setiap perbuatan.”
Pesan tersebut menekankan bahwa pembinaan rohani tidak semata ritual formal, melainkan bagian dari pembangunan karakter yang berimplikasi langsung pada perilaku anggota Polri saat bertemu warga.
Siapa yang hadir
Hadir pada kegiatan tersebut adalah seluruh jajaran Polres dan Polsek setempat. Secara khusus tercatat kehadiran pejabat penting sebagai berikut:
| Jabatan | Nama / Keterangan |
|---|---|
| Kapolres Payakumbuh | AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. |
| Pejabat Utama Polres | Hadir (nama tidak dirinci dalam sumber) |
| Kapolsek Jajaran | Hadir (anggota kapolsek se-Payakumbuh) |
| Seluruh Personel | Personel Polres dan Polsek sejajaran |
Keikutsertaan seluruh jajaran menunjukkan bahwa kegiatan ini dipandang strategis oleh pimpinan sebagai modal dasar yang harus dimiliki setiap anggota sebelum melaksanakan tugas di tengah masyarakat.
Implikasi bagi masyarakat Payakumbuh
Pembinaan rohani dan mental yang terstruktur dan berkelanjutan di institusi kepolisian memegang dampak sosial penting. Ketika nilai-nilai seperti keikhlasan, kejujuran, dan integritas ditanamkan dan diamalkan, hubungan antara polisi dan warga berpeluang menjadi lebih harmonis. Di kota yang kaya tradisi adat dan agama seperti Payakumbuh, figur polisi yang berakhlak mulia akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan masyarakat, sehingga fungsi pengamanan dan pelayanan publik berjalan lebih efektif.
Namun demikian, efektivitas pembinaan tersebut dapat dinilai dari konsistensi penerapan nilai-nilai yang diajarkan dalam tindakan sehari-hari. Masyarakat kota ini tentu mengharapkan hasil nyata: pelayanan yang cepat, transparan, dan berkeadilan.
Binrohtal yang rutin digelar Polres Payakumbuh memberi sinyal bahwa upaya pembinaan karakter adalah bagian dari penataan internal institusi sebelum menghadapi dinamika kepolisian di lapangan. Bagaikan manak-bara yang terus disulut agar nyala tetap terang, kegiatan rohani ini menjadi langkah lembut namun tegas untuk menjaga semangat pengabdian demi kemaslahatan masyarakat Payakumbuh.
Semoga kegiatan serupa terus berjalan dan melahirkan praktik kepolisian yang selaras antara ketegasan tugas dan keluhuran budi.