Inisiatif mahasiswa perkuat fasilitas baca di tingkat gampong
GAMPONG UDE, Lhokseumawe — Perpustakaan Cerdas Bangsa di Gampong Ude resmi menambah fasilitas berupa Pojok Baca yang diinisiasi oleh mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 09 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe. Peresmian fasilitas tersebut berlangsung pada 9 Agustus 2026 dan ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Perpustakaan Cerdas Bangsa, Syarwiyah, S.Pd..
Pojok Baca ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menarik minat baca anak-anak serta masyarakat di Gampong Ude. Penataan ruang, penempatan rak, serta penataan buku dilakukan oleh tim KPM selama masa pengabdian. Selain aspek fisik, tim KPM juga memberikan pelatihan dasar pengelolaan perpustakaan termasuk pemanfaatan media sosial untuk menjangkau pembaca lebih luas.
"Berkat mereka, perpustakaan menjadi lebih menarik, bagus dan keren karena adanya Pojok Baca. Buku-buku juga menjadi lebih tertata rapi,"
demikian diungkapkan Kepala Perpustakaan Cerdas Bangsa, Syarwiyah, yang menyatakan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. Pernyataan itu menggambarkan perubahan signifikan pada suasana perpustakaan yang kini lebih ramah anak dan mudah diakses.
Peran mahasiswa dan dukungan aparatur gampong
KPM Mandiri Kelompok 09 yang melakukan pengabdian di Gampong Ude beranggotakan 9 mahasiswa. Selama kegiatan, mereka tidak hanya menata fisik ruang baca, tetapi juga melakukan penataan buku agar kategori dan penempatan lebih rapi sehingga memudahkan pengunjung mencari bahan bacaan. Selain itu, Ketua KPM memberikan bimbingan tentang penggunaan platform digital seperti Instagram dan TikTok agar perpustakaan dapat menginformasikan kegiatan dan menarik minat generasi muda.
- Peresmian: 9 Agustus 2026, dipimpin Kepala Perpustakaan Cerdas Bangsa
- Tim pelaksana: KPM Mandiri Kelompok 09 UIN SUNA Lhokseumawe (9 mahasiswa)
- Kegiatan: pembuatan Pojok Baca, penataan buku, pelatihan pengelolaan media sosial
- Pihak pendukung: Ibu geuchik, aparatur gampong, pengelola perpustakaan, kepala dusun, Tuha Peut
Perubahan yang mereka lakukan mendapat tanggapan positif dari pengurus gampong. Ibu geuchik Gampong Ude menyatakan bahwa upaya mahasiswa memberikan suasana baru bagi perpustakaan, terutama bagi anak-anak yang kini lebih antusias mengunjungi fasilitas tersebut. Beberapa aparatur gampong yang mendampingi kegiatan turut memberikan dukungan operasional agar Pojok Baca dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Implikasi jangka panjang bagi literasi lokal
Penataan kembali perpustakaan dan pembentukan Pojok Baca berpotensi meningkatkan akses literasi di tingkat gampong. Bagi kota seperti Lhokseumawe yang memiliki keragaman budaya Aceh dan tradisi kearifan lokal, fasilitas membaca yang ramah anak dapat menjadi ruang pendidikan informal yang menghormati nilai adat serta mendukung perkembangan intelektual generasi muda.
Penerapan pengelolaan media sosial menjadi nilai tambah karena membuka peluang perpustakaan untuk menjangkau pengguna lebih luas, mensosialisasikan kegiatan baca bersama, serta mengundang partisipasi donatur atau relawan. Pengelolaan yang berkelanjutan memerlukan komitmen bersama antara pengelola perpustakaan, aparatur gampong, dan kelompok masyarakat yang peduli pendidikan.
Untuk menguatkan manfaat tersebut, keberlanjutan program perlu dibarengi pelatihan lanjutan bagi pengelola lokal, ketersediaan koleksi yang relevan, serta jadwal kegiatan rutin yang melibatkan anak-anak sekolah dan orang tua. Upaya seperti ini sejalan dengan semangat gotong royong di tingkat gampong dan menghormati norma-norma sosial Aceh yang menekankan peran komunitas dalam pendidikan anak.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Penggagas | KPM Mandiri Kelompok 09 UIN SUNA Lhokseumawe |
| Jumlah mahasiswa | 9 (2 laki-laki, 7 perempuan) |
| Tanggal peresmian | 9 Agustus 2026 |
| Lokasi | Perpustakaan Cerdas Bangsa, Gampong Ude, Lhokseumawe |
Langkah sederhana seperti penciptaan Pojok Baca di Gampong Ude menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pengurus gampong, dan warga dapat menghadirkan manfaat nyata. Ke depan, pengawasan dan dukungan institusi pendidikan serta pemerintah daerah diperlukan agar inisiatif literasi ini berkembang dan menjadi contoh bagi gampong lain di Lhokseumawe.