Rumah tangga di kawasan Eropa menunjukkan pergeseran perilaku menabung yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi dan pembiayaan perusahaan. Menurut analisis yang dikutip oleh Investing.com atas data ING, pilihan menyimpan dana di bank—alih-alih menempatkan modal ke pasar modal—telah mengakibatkan hilangnya potensi kekayaan yang signifikan dalam periode panjang.
Kerugian potensi kekayaan dan alokasi aset
ING memperkirakan bahwa jika sebagian aliran dana dari deposito dialihkan ke instrumen investasi seperti reksa dana dan saham, kekayaan rumah tangga di Eropa bisa lebih tinggi. Analisis menunjukkan dua angka utama:
- €1,17 triliun — perkiraan kenaikan kekayaan antara 2002 dan 2025 jika 25% aliran deposito dialihkan ke reksa dana.
- €2,79 triliun — potensi tambahan kekayaan jika jumlah yang sama diinvestasikan dalam saham tercatat.
Angka-angka tersebut setara dengan sekitar 7% dan 18% dari produk domestik bruto (PDB) kawasan euro untuk masing-masing skenario, sebuah ukuran yang menunjukkan dampak makro material dari keputusan alokasi aset rumah tangga.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kenaikan tabungan finansial terhadap pendapatan | ~6% dari pendapatan (sekitar dua poin persentase di atas level sebelum pandemi) |
| Proporsi aliran ke reksa dana sejak 2025 | 37% (banding 24% pada 2015–2024) |
| Proporsi deposito dalam aset likuid rumah tangga | 62% pada 2025 (turun dari 67% pada 2019) |
| Rasio investasi likuid vs deposito (AS) | Investasi likuid sekitar 5 kali nilai deposito |
| Rasio investasi likuid vs deposito (Eropa) | Investasi likuid sekitar setengah nilai deposito |
Konsekuensi terhadap konsumsi dan pembiayaan
Kenaikan proporsi tabungan terhadap pendapatan—sekitar 6%—membebani konsumsi, sehingga menekan permintaan atas barang dan jasa di seluruh kawasan. Selain itu, alokasi aset yang dominan pada deposito membentuk pola pembiayaan yang berorientasi pada intermediasi bank: deposito menjadi sumber kredit bagi usaha, tetapi model ini kurang cocok untuk mendanai perusahaan berisiko tinggi seperti perusahaan teknologi yang membutuhkan pembiayaan ekuitas atau pasar modal.
Perbandingan dengan Amerika Serikat menyoroti perbedaan struktur: rumah tangga AS memegang instrumen investasi likuid bernilai sekitar lima kali deposito mereka, sementara di Eropa nilai investasi likuid hanya sekitar setengah nilai deposito. Perbedaan ini menunjukkan kapasitas pasar modal AS yang lebih besar dalam menyerap tabungan rumah tangga untuk pembiayaan perusahaan produktif.
Arah aliran tabungan: tanda perubahan
Ada indikasi bahwa kebiasaan menabung di Eropa mulai bergeser. Sejak 2025, 37% aliran tabungan finansial ditujukan ke reksa dana, termasuk ETF, meningkat dari rata-rata 24% pada periode 2015–2024. Deposito sebagai bagian dari aset likuid rumah tangga turun menjadi 62% dari 67% pada 2019.
- Pergeseran ke reksa dana dan saham dapat meningkatkan ketersediaan modal bagi sektor riil melalui pasar modal.
- Namun, tingginya rasio tabungan terhadap pendapatan masih menahan konsumsi jangka pendek.
- Perubahan struktur ini memerlukan dukungan regulasi, edukasi investor, dan pengembangan instrumen pasar modal untuk mempercepat alokasi yang lebih produktif.
Analisis ini penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar: sejak tabungan rumah tangga merupakan sumber utama pembiayaan domestik, bagaimana uang itu dialokasikan menentukan kemampuan kawasan mendukung investasi, inovasi, dan pertumbuhan. Peralihan dari deposito ke investasi pasar modal bisa memperbesar kapasitas pembiayaan nonbank, tetapi proses ini memerlukan waktu, kepercayaan investor ritel, serta infrastruktur pasar yang matang.
Di tengah kondisi tersebut, pemantauan lebih lanjut atas perilaku tabungan dan dampaknya terhadap permintaan domestik serta pembiayaan perusahaan menjadi krusial bagi perumusan kebijakan ekonomi makro di kawasan euro.