Lingkungan Probolinggo Jawa Timur (JI)

Pemkab Tutup Puncak Seruni Point Probolinggo Sementara akibat Karhutla Bromo

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menutup sementara Puncak Seruni Point sejak Rabu malam karena kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo yang mendekati objek wisata; pembukaan kembali menunggu kondisi dinyatakan aman.

Pemkab Tutup Puncak Seruni Point Probolinggo Sementara akibat Karhutla Bromo
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Penutupan darurat untuk keselamatan

Pemerintah Kabupaten Probolinggo resmi menutup sementara destinasi wisata Puncak Seruni Point menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang belum padam hingga Kamis. Penutupan diberlakukan sejak Rabu, 12 Agustus, pukul 20.00 WIB dengan alasan keselamatan pengunjung dan warga sekitar.

"Menindaklanjuti kondisi kebakaran di kawasan sekitar Gunung Bromo yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan pengunjung serta posisi api yang telah mendekati kawasan Puncak Seruni Point maka destinasi wisata tersebut ditutup sementara mulai Rabu (12/8) pukul 20.00 WIB,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, pada Kamis. Penutupan diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan dan pembukaan kembali akan diinformasikan lebih lanjut setelah kondisi dinyatakan aman.

Alasan teknis dan langkah lapangan

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyatakan keputusan menutup lokasi diambil untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan karena titik api bergerak mengarah ke Puncak Seruni Point. Menurut Heri, lokasi ini menjadi alternatif bagi wisatawan untuk menyaksikan matahari terbit ketika empat pintu masuk menuju kawasan Bromo ditutup oleh pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Puncak Seruni Point ramai dikunjungi sejak empat pintu masuk menuju Gunung Bromo ditutup oleh pihak TNBTS karena wisatawan dapat melihat matahari terbit dari sana, bahkan jumlah pengunjung pernah mencapai 2.000 orang," kata Heri.

Fasilitas dan upaya pengamanan

Heri menambahkan bahwa hingga saat penutupan belum ditemukan kerusakan pada sarana penunjang di Seruni Point. Sebagian besar fasilitas terbuat dari beton sehingga relatif aman dari bahaya langsung akibat kebakaran. Namun, posisi kobaran api yang mendekat mengharuskan penutupan untuk menghindari risiko kebakaran, asap, dan potensi bahaya lain bagi pengunjung.

Pihak berwenang sudah memasang portal dan rambu larangan di jalur menuju Puncak Seruni Point. Tindakan ini untuk mencegah warga dan wisatawan menerobos kawasan yang berpotensi terdampak. Pemerintah kabupaten juga meminta bantuan berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi penutupan agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.

  • Penutupan berlaku sejak Rabu, 12 Agustus, pukul 20.00 WIB.
  • Pembukaan kembali menunggu kondisi karhutla benar-benar padam dan dinyatakan aman.
  • Portal dan rambu larangan telah dipasang di jalur menuju Puncak Seruni Point.

Dampak terhadap kunjungan dan imbauan publik

Penutupan Puncak Seruni Point berimplikasi langsung pada arus kunjungan wisata, khususnya wisatawan yang memilih lokasi itu sebagai titik alternatif melihat matahari terbit. Dengan catatan bahwa jumlah pengunjung di puncak tersebut pernah mencapai 2.000 orang pada puncak kunjungan, pembatasan akses dapat menurunkan mobilitas wisatawan dan berdampak pada pelaku usaha pariwisata lokal.

Pemkab Probolinggo meminta seluruh pengunjung dan warga untuk mematuhi barikade serta tidak mencoba menerobos kawasan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah korban dan menghindari gangguan bagi upaya pemadaman yang tengah berlangsung di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

AspekKeterangan
Waktu penutupanRabu, 12 Agustus, pukul 20.00 WIB
SebabKebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo yang mengarah ke Seruni Point
Status fasilitasSarpras sebagian besar terbuat dari beton, belum ada kerusakan teridentifikasi
Langkah pengamananPemasangan portal dan rambu larangan

Peran masyarakat dan pihak terkait

Pemkab menyerukan peran serta masyarakat, pengelola wisata, dan pihak terkait untuk membantu menyampaikan informasi penutupan ini kepada calon pengunjung. Informasi yang cepat dan akurat diperlukan agar tidak terjadi upaya nekat memasuki kawasan yang berisiko. Selain keselamatan pengunjung, koordinasi yang baik juga penting untuk mendukung upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya kebakaran.

Penutupan sementara Puncak Seruni Point menjadi bukti bahwa kondisi darurat karhutla di sekitar Gunung Bromo memiliki potensi dampak luas, tidak hanya ke ekosistem tetapi juga ke aktivitas ekonomi dan keselamatan publik di wilayah Probolinggo. Pembukaan kembali objek wisata akan ditentukan setelah otoritas berwenang memastikan area benar-benar aman.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik