Peninjauan langsung dan penguatan operasi pemadaman
OKI, Sumatera Selatan — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pemantauan langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 yang berada dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan. Kunjungan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan dan melihat kondisi satwa yang berada di lokasi.
Data sementara menyebutkan bahwa luas lahan yang telah terbakar sampai 6 September 2026 mencapai sekitar 2.300 hektare. Karena fokus tim saat ini masih pada upaya pemadaman, langkah pengecekan total kerusakan terus dilakukan.
Jumlah gajah dan kondisi konservasi
Di Pusat Konservasi Gajah Jalur 21 tercatat ada 29 ekor gajah jinak yang menjadi bagian dari upaya pelestarian. Selain itu, terdapat estimasi populasi gajah liar di kawasan sekitarnya yang menurut pernyataan pejabat diperkirakan mencapai sekitar 130 ekor, meskipun angka pastinya masih harus diverifikasi oleh tim lapangan.
"Saya datang ke sini karena saya dapat laporan dan kekhawatiran bahwa api sudah mendekati Padang Sugihan, jadi saya langsung datang ke sini untuk memastikan langsung area Padang Sugihan ini," kata Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi.
Strategi pemadaman: udara, darat, dan modifikasi cuaca
Pemadaman dilakukan dengan mengombinasikan upaya darat dan udara. Operasi meliputi:
- Penugasan tim darat yang terdiri atas personel gabungan,
- Penerjunan helikopter untuk water bombing,
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan BMKG untuk memanfaatkan potensi hujan yang dapat membantu pemadaman.
Raja Juli menegaskan bahwa karena kawasan ini merupakan habitat penting dan salah satu kantong gajah di Sumatera, maka semua sumber daya dimaksimalkan, termasuk koordinasi dengan Manggala Agni, TNI/Polri, serta pelibatan masyarakat setempat.
Risiko lahan gambut dan perlunya kehati-hatian
Menurut keterangan pejabat, sebagian lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi ini menuntut langkah pemadaman ekstra karena sifat gambut yang mudah menyala dan sulit dipadamkan sepenuhnya jika tidak ditangani secara tuntas. Upaya pencegahan agar titik api tidak muncul kembali menjadi perhatian utama tim gabungan.
Dampak konservasi dan langkah tindak lanjut
Perlindungan kawasan konservasi seperti SM Padang Sugihan selain menyangkut keselamatan individu satwa juga berkaitan dengan kelestarian ekosistem regional. Gangguan akibat karhutla berpotensi mengancam habitat, ketersediaan pakan, dan konektivitas habitat bagi populasi gajah liar yang ada di sekitarnya.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Gajah jinak di PKG Jalur 21 | 29 ekor |
| Estimasi gajah liar di sekitar | ~130 ekor (perkiraan) |
| Luas lahan terbakar (per 6/9/2026) | ~2.300 hektare |
Ke depan, pengawasan terus diperketat terutama pada sisi-sisi yang berdekatan dengan kawasan konservasi. Langkah pencegahan, pemadaman tuntas, dan rehabilitasi pascakebakaran akan sangat menentukan kemampuan kawasan ini untuk pulih dan terus menjadi rumah bagi gajah-gajah Sumatera.
Seperti selantang wirid di rumah gadang yang menenun, upaya bersama aparat, lembaga konservasi, dan warga menjadi kunci menjaga keselamatan satwa dan rumahnya. Koordinasi antarinstansi serta kesiagaan masyarakat di sekitar kawasan menjadi harapan agar cerita buruk karhutla tidak berulang dan Padang Sugihan tetap lestari.