Inisiatif pembinaan holistik di Lapas Perempuan Palu
Lapas Perempuan Kelas III Palu menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu untuk melaksanakan kegiatan Pendampingan dan Penjangkauan Psikolog bagi warga binaan. Kegiatan yang dimulai pada Rabu, 2 September 2026, dan dijadwalkan berakhir pada 3 September 2026 itu diikuti oleh 86 orang warga binaan.
Tujuan dan harapan dari pihak lapas
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu, Ria Patricia, menyatakan bahwa pendampingan psikologis merupakan bagian penting dari proses pembinaan. Ia menegaskan bahwa kondisi psikologis yang sehat dapat membantu warga binaan menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih positif dan mempersiapkan mereka kembali ke lingkungan masyarakat.
"Pendampingan psikologis merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan mendapatkan ruang untuk menyampaikan apa yang dirasakan, memperoleh penguatan, serta membangun kembali motivasi dan kepercayaan diri selama menjalani masa pembinaan," kata Ria Patricia.
Kolaborasi antar-lembaga untuk dukungan komprehensif
Sekretaris DP3A Kota Palu, Herdy Firmansyah, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memberikan dukungan psikologis dan perlindungan bagi perempuan yang menjadi warga binaan. Herdy mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan dukungan yang lebih komprehensif selama proses pembinaan.
Agenda dan narasumber kegiatan
Pada hari pertama pelaksanaan, materi pendampingan disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ibu Wali Kota Palu, Diah Puspita. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan motivasi dan pemulihan psikologis bagi warga binaan.
- Peserta: 86 warga binaan
- Tanggal pelaksanaan: 2–3 September 2026
- Pihak penyelenggara: Lapas Perempuan Kelas III Palu dan DP3A Kota Palu
- Narasumber awal: Diah Puspita (Ketua TP-PKK dan Ibu Wali Kota Palu)
Dampak dan konteks lokal
Kegiatan pendampingan psikologis di lapas perempuan merupakan bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan dan kemandirian teknis, tetapi juga pada kesehatan mental dan emosional warga binaan. Pendekatan semacam ini relevan bagi konteks Palu, di mana upaya reintegrasi sosial membutuhkan kesiapan psikologis agar mantan warga binaan dapat kembali berpartisipasi dalam keluarga dan komunitas secara produktif.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Jumlah peserta | 86 orang |
| Periode | 2–3 September 2026 |
| Penyelenggara | Lapas Perempuan Kelas III Palu & DP3A Kota Palu |
Pelaksanaan program ini juga menjadi indikator komitmen instansi pemasyarakatan setempat untuk menerapkan pembinaan yang humanis dan terintegrasi. Bagi keluarga dan masyarakat di Palu, keberlanjutan program seperti ini penting untuk meminimalkan stigmatisasi dan mendorong pola reintegrasi yang mendukung pemulihan sosial warga binaan setelah masa hukuman berakhir.
Dokumentasi kegiatan disampaikan oleh Humas Lapas Perempuan Palu sebagai bagian dari laporan pelaksanaan. Pihak lapas dan DP3A belum mengumumkan tahapan lanjutan setelah akhir kegiatan pada 3 September 2026, termasuk evaluasi dampak jangka pendek terhadap kesejahteraan psikologis peserta.