Masyarakat Poso Sulawesi Tengah (ST)

Kemensos Salurkan Bantuan Modal untuk 21 Eks Napiter di Poso

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan modal usaha Rp5 juta per orang kepada 21 mantan narapidana terorisme di Dusun Tamanjeka, Desa Masami, dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga dan reintegrasi sosial.

Kemensos Salurkan Bantuan Modal untuk 21 Eks Napiter di Poso
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Pemberdayaan ekonomi sebagai bagian reintegrasi sosial

PO50, Poso — Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada 21 mantan narapidana terorisme (napiter) di Dusun Tamanjeka, Desa Masami, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, pada Sabtu, 26 September 2026. Setiap penerima menerima bantuan modal usaha sebesar Rp 5.000.000 untuk mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan.

Dialog Kebangsaan sebagai momen pemulihan

Penyerahan bantuan dilakukan dalam kegiatan bertajuk "Dialog Kebangsaan: Penguatan Ketahanan Keluarga dan Kemandirian Eks Napiter Pasca Reintegrasi Sosial" yang diselenggarakan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSKPO) Kemensos. Dialog ini dimaksudkan bukan hanya untuk memberikan bantuan material, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dan unsur lain dalam menjaga ketahanan sosial di daerah yang pernah mengalami keretakan sosial.

Direktur RSKPO Kemensos, Rachmat Koesnadi, menekankan peran kearifan lokal dan ketahanan sosial sebagai strategi menghadapi dinamika perubahan sosial yang cepat. "Kearifan lokal dan ketahanan sosial adalah dua hal penting dalam memandang suatu kehidupan masyarakat di tengah-tengah perubahan yang sangat gencar terjadi saat ini," kata Rachmat.

"Hal ini bila tidak bisa dikelola dengan baik, akan berdampak pada putusnya ikatan sosial antarwarga, lunturnya nilai-nilai moral dan kepercayaan." — Rachmat Koesnadi, Direktur RSKPO Kemensos

Dua aspek utama: ekonomi dan dialog sosial

Menurut keterangan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, kebijakan pemberdayaan ditujukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga eks napiter setelah menjalani proses reintegrasi sosial. Selain dukungan modal usaha, forum dialog kebangsaan dimaksudkan sebagai wadah untuk mengikis pandangan radikal dan membangun kembali kepercayaan dalam komunitas.

  • Jumlah penerima: 21 mantan napiter di Dusun Tamanjeka.
  • Nilai bantuan: Rp 5.000.000 per orang.
  • Penyelenggara: Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSKPO), Kemensos.
  • Tujuan: Penguatan ketahanan keluarga dan kemandirian pasca reintegrasi sosial melalui pemberdayaan ekonomi dan dialog kebangsaan.

Respon lokal dan harapan ke depan

Pejabat daerah yang mewakili Bupati Poso hadir dan menyatakan dukungan atas pentingnya kearifan lokal sebagai fondasi integrasi sosial. Dalam forum itu, Rachmat juga mengingatkan agar nilai-nilai lokal dipertahankan sebagai penopang solidaritas. "Mari kita jaga nilai-nilai kearifan lokal kita sebagaimana yang ada di Poso ini Sintuwu Maroso yang memiliki arti ‘satu hati, hati tujuan’," ujar Rachmat dalam sesi tersebut.

Salah seorang penerima bantuan, yang disebutkan bernama Soleh, menyampaikan apresiasi atas dukungan modal yang diberikan. Menurut informasi acara, bantuan ini dirasakan memberi dampak nyata bagi keberlangsungan ekonomi keluarga pasca reintegrasi.

Aspek Rincian
Lokasi Dusun Tamanjeka, Desa Masami, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso
Penyelenggara Direktorat RSKPO, Kemensos
Penerima 21 mantan napiter
Bantuan Rp 5.000.000 per orang (modal usaha)

Forum dialog juga menjadi wahana penguatan jejaring antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat setempat agar proses reintegrasi tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata, tetapi berlanjut pada pengelolaan sosial yang mencegah kembalinya pandangan ekstrem. Peserta diharapkan saling berperan aktif dalam memonitor perkembangan usaha dan pemulihan sosial para penerima.

Dengan bantuan modal dan pendekatan dialog, Kemensos berharap terwujud kondisi di mana mantan napi terorisme dapat kembali produktif dan keluarga mereka memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik, sekaligus memulihkan ikatan sosial di Poso yang menjadi bagian dari upaya membangun stabilitas dan keharmonisan komunitas.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

STSulawesi Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik