Keberangkatan dan peran delegasi Kotamobagu
Kepala Kantor Kementerian Agama Kotamobagu, Jamaluddin Lamato, mendampingi langsung rombongan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang berangkat mengikuti Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Pelepasan dilakukan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, dan rombongan transit menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Komposisi delegasi dan pendamping
Sebanyak tujuh siswa terpilih sebagai duta madrasah dari Kotamobagu. Mereka berasal dari dua madrasah negeri setempat dan didampingi oleh guru serta pejabat Kementerian Agama setempat sepanjang perjalanan.
| Madrasah | Nama Siswa |
|---|---|
| MTS Negeri 2 Kotamobagu | Mohamad Zacky Ichsan Baso |
| MTS Negeri 2 Kotamobagu | Abdul Lhatif Burhan |
| MTS Negeri 2 Kotamobagu | Zildy Ayaasi Labenjang |
| MTS Negeri 2 Kotamobagu | Kiandra Ell Hamin |
| MTS Negeri 2 Kotamobagu | Nabila Fararubiya Simbala |
| MTS Negeri 1 Kotamobagu | Dwi Cahyani Julianti |
| MTS Negeri 1 Kotamobagu | Mikayla Athalia Mokoginta |
Rombongan juga didampingi oleh guru pendamping, Siti Nurhayati, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kotamobagu, Liliyanti Kaawoan, dan Ketua Kelompok Pengawas (Pokjawas), Khairun Nisa.
Tujuan dan harapan kegiatan
Pihak Kantor Kemenag Kotamobagu menyatakan kegiatan jambore bertujuan untuk mengembangkan karakter, keterampilan, serta memperkuat moderasi beragama bagi generasi muda madrasah. Dalam kesempatan pelepasan, Jamaluddin menyampaikan harapan agar peserta menjaga nama baik madrasah dan daerah selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti seluruh agenda dengan semangat, menjaga nama baik madrasah dan daerah, serta menjalin silaturahmi dengan peserta dari berbagai provinsi. Ini adalah kebanggaan bagi Kotamobagu,”
Rombongan dijadwalkan tiba di Jakarta pada siang hari perpindahan tersebut dan langsung menuju lokasi perkemahan untuk mengikuti pembukaan resmi jambore pada hari berikutnya. Kegiatan jambore sendiri berlangsung selama enam hari.
Implikasi bagi pengembangan pendidikan lokal
Partisipasi siswa Kotamobagu dalam jambore nasional memberi beberapa dampak penting bagi ekosistem pendidikan madrasah di daerah. Pertama, kesempatan ini menjadi ajang penyaluran pengalaman nonformal yang mendukung penguatan karakter peserta didik. Kedua, keberadaan pendamping formal dari Kemenag menandai perhatian institusi terhadap kualitas pembinaan siswa madrasah.
- Peluang pembelajaran: siswa memperoleh pengalaman berjejaring dengan peserta dari berbagai provinsi dan praktik keterampilan lapangan.
- Citra madrasah: delegasi yang terpilih menjadi cerminan mutu pembinaan di madrasah asal.
- Perbaikan pembinaan: hasil observasi pendamping dapat menjadi bahan evaluasi bagi pembina madrasah di Kotamobagu.
Saran kebijakan pendidikan madrasah
Untuk memaksimalkan manfaat kegiatan semacam jambore, beberapa langkah perlu diperhatikan oleh pengelola madrasah dan kantor Kemenag setempat. Pertama, perlu disusun tindak lanjut pembelajaran bagi siswa yang kembali untuk menyebarluaskan pengalaman kepada teman-teman se-madrasah. Kedua, evaluasi seleksi dan persiapan peserta sebaiknya terdokumentasi sehingga keberlanjutan partisipasi dapat terjamin. Ketiga, sinergi antara madrasah, orang tua, dan Kemenag harus diperkuat agar pembinaan karakter tidak berhenti pada saat kegiatan berakhir.
Keberangkatan delegasi Kotamobagu ke Jambore Nasional menandai salah satu upaya penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama di tingkat madrasah. Keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari prestasi di lokasi kegiatan, melainkan juga dari bagaimana pengalaman tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Kotamobagu.