Pasuruan — Kebakaran hutan melanda bagian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Hingga Rabu sore, api belum dapat dipadamkan sepenuhnya dan diperkirakan telah membakar lebih dari 800 hektare hamparan hutan di sekitar Bukit Cinta, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.
Kondisi lapangan dan kendala pemadaman
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bersama unsur TNI masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Namun, sejumlah kendala signifikan memperlambat proses pemadaman, antara lain kondisi medan yang berbukit serta keterbatasan akses air untuk operasi pemadaman.
Menurut laporan, medan perbukitan dan vegetasi yang kering dipicu oleh hembusan angin kencang menyebabkan api cepat menjalar dan menimbulkan titik api sulit dijangkau. Selain itu, lokasi pengambilan air relatif jauh dari titik kebakaran sehingga mobilisasi kebutuhan air membutuhkan waktu lama dan mengurangi efektivitas operasi.
"Kendalanya memang medan yang cukup sulit, kemudian sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran. Jadi pengambilan air maupun mobilisasi armada membutuhkan waktu,"
pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, yang menerangkan hambatan teknis yang dihadapi petugas di lapangan.
Upaya percepatan: koordinasi water bombing
Untuk mempercepat pemadaman, BPBD Kabupaten Pasuruan telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur guna mendatangkan dukungan helikopter water bombing. Namun, penggunaan helikopter menghadapi tantangan tersendiri karena lokasi sumber air yang biasa dipakai — yakni Ranu Pani — saat ini tidak dapat diakses untuk pengisian.
Sebagai alternatif, tim penanganan sedang mempertimbangkan lokasi lain untuk pengisian air, termasuk opsi pengambilan dari Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan. Koordinasi antarlembaga terus dilakukan agar bantuan udara dapat dimaksimalkan sampai api benar-benar padam dan area dinyatakan aman.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Lokasi | Bukit Cinta, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari (Kabupaten Pasuruan) |
| Luas terbakarnya hutan | Lebih dari 800 hektare |
| Kendala utama | Medan berbukit, sumber air jauh, vegetasi kering, angin kencang |
| Upaya utama | Pemadaman manual gabungan, pendinginan titik api, koordinasi untuk water bombing |
Imbas lingkungan dan kebutuhan antisipasi
Kebakaran seluas ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka pendek maupun panjang, termasuk kerusakan habitat, hilangnya tutupan vegetasi, dan potensi erosi setelah hujan. Selain itu, kabut asap lokal dan perubahan kualitas udara dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan wisata di wilayah terdekat bila titik api belum terkontrol.
- Perlu peningkatan akses air dan jalur logistik untuk operasi pemadaman di medan berbukit.
- Koordinasi antarlembaga dan penentuan titik penampungan air alternatif menjadi krusial untuk water bombing.
- Pengawasan pasca-padam penting untuk mencegah munculnya titik api ulang akibat bara tertinggal.
Pemerintah daerah dan otoritas TNBTS diharapkan segera memperkuat langkah-langkah mitigasi untuk menurunkan risiko kebakaran berulang, termasuk patroli intensif pada musim kering dan penyiapan sumber air cadangan di titik-titik strategis. Hingga informasi berikutnya, upaya pemadaman masih berlangsung dan petugas terus bekerja di lapangan untuk membendung perluasan api.
Perkembangan lebih lanjut terkait kondisi di lapangan dan upaya mobilisasi bantuan udara akan diinformasikan ketika otoritas terkait mengeluarkan keterangan resmi tambahan.