Ringkasan kejadian
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, sejak Sabtu malam hingga dini hari Minggu. Akibat kejadian ini sedikitnya 6,5 hektare hutan milik Perhutani di Petak 3G1 terbakar sebelum berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.
Pelaporan dan respons awal
Informasi pertama masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember pada pukul 20.07 WIB melalui kanal pengaduan masyarakat Wadul Gus’e. Kondisi vegetasi yang kering dan terpaan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas, sehingga warga sekitar melakukan upaya pemadaman manual sebelum petugas tiba.
- Waktu laporan: 20.07 WIB.
- Tim TRC-PB BPBD tiba sekitar 21.30 WIB.
- Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada 01.15 WIB Minggu.
- Luas terbakar: 6,5 hektare (Perhutani, Petak 3G1).
Operasi pemadaman di medan terjal
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember segera melakukan koordinasi dengan unsur gabungan, antara lain UPT Pemadam Kebakaran, Perhutani KPH Jember, Polsek dan Koramil Wuluhan, Pemerintah Desa Lojejer, Destana, serta relawan lokal. Akses kendaraan terhenti sekitar 4 kilometer dari titik api sehingga petugas melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Pembakaran di beberapa titik di atas tebing curam dan sebaran titik api yang terpisah membuat penanganan semakin sulit. Setelah melakukan pemadaman dan proses pendinginan intensif, BPBD melaporkan api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.
"Setelah pemadaman dan pendinginan secara intensif, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Minggu pukul 01.15 WIB. Situasi di lokasi saat ini sudah aman dan terkendali,"
Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Potensi ancaman terhadap pemukiman dan keselamatan
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Titik kebakaran terdekat berjarak sekitar 3 kilometer dari permukiman warga dan dipisahkan oleh aliran Sungai Bedadung, sehingga api tidak sampai mengancam kawasan permukiman.
| Parameter | Data |
|---|---|
| Luas terbakar | 6,5 hektare |
| Waktu laporan | 20.07 WIB (Sabtu malam) |
| Waktu kedatangan TRC | 21.30 WIB |
| Waktu api padam | 01.15 WIB (Minggu dini hari) |
| Jarak dari permukiman | ~3 km (dipisah Sungai Bedadung) |
| Akses kendaraan terhenti | ~4 km dari titik api |
Imbauan dan tindak lanjut
Pascakejadian, BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk menghindari praktik pembukaan lahan dengan membakar, tidak melakukan pembakaran sampah di wilayah kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga diminta proaktif melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan titik api baru agar respons penanggulangan dapat segera dilakukan.
Koordinasi antarinstansi dinilai krusial mengingat medan sulit dan risiko kebakaran susulan pada musim kering. Upaya pencegahan yang melibatkan pemerintah desa, perhutani, aparat keamanan, serta peran aktif masyarakat diperlukan untuk mengurangi potensi kejadian serupa.
Peristiwa ini kembali mengingatkan kondisi vegetasi kering di sejumlah kawasan hutan di Jember yang rentan terhadap kebakaran saat terjadi angin kencang. Pemantauan terhadap titik panas dan penguatan kapasitas respons di daerah-daerah terpencil menjadi langkah penting agar kejadian dapat segera diatasi dengan risiko yang lebih kecil.
Informasi lebih lanjut dan langkah penanganan lanjutan akan diumumkan oleh BPBD dan instansi terkait jika diperlukan.