Malang, Jawa Timur — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo sisi Kabupaten Probolinggo, Minggu.
Imbauan mengurangi penggunaan api
Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya meminimalkan penggunaan api ketika beraktivitas di area hutan. Ia mengingatkan risiko kebakaran meningkat ketika musim kemarau bertepatan dengan fenomena El Nino.
"Saat bersamaan masyarakat supaya berpartisipasi membantu menyelesaikan masalah ini (karhutla) dan terpenting adalah jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu rokok atau lebih nakal lagi land clearing terutama di luar Jawa,"
Menurut Menteri, partisipasi publik tidak hanya melengkapi kebijakan pemerintah tetapi juga memperkuat langkah pencegahan di lapangan. Ia menyebut pemerintah pusat telah mengkonsolidasikan berbagai instansi untuk mengantisipasi potensi kebakaran seiring peringatan puncak kemarau pada bulan Agustus.
Koordinasi antarlembaga
Menteri menyatakan bahwa arahan presiden dan koordinasi lintas kementerian menjadi dasar operasi penanggulangan karhutla. Ia mengutip arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan pertemuan lintas instansi pada 28 Juli yang melibatkan kementerian terkait, TNI, Polri, BMKG, dan BNPB.
"Artinya, pemerintah all out mengantisipasi El Nino dan memang Agustus sudah masuk puncaknya," ujar Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi.
Fokus penanganan di Gunung Bromo
Untuk pemadaman di kawasan Gunung Bromo, Menteri menyampaikan bahwa operasi dilakukan secara komprehensif. Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan penanganan mengedepankan kolaborasi antara pihak daerah dan pusat.
Salah satu langkah taktis yang diungkapkan Emil adalah penggunaan water bombing dengan helikopter, terfokus pada area di Kabupaten Pasuruan—lokasi bernama Dingklik—serta titik di Penanjakan yang mengalami perluasan titik api.
- Lokasi peninjauan: Gunung Bromo (sisi Kabupaten Probolinggo)
- Upaya pemadaman: water bombing menggunakan helikopter
- Koordinasi: kementerian terkait, Panglima TNI, Kapolri, BMKG, BNPB
Dampak El Nino dan pencegahan
Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa musim kemarau yang diperparah oleh El Nino meningkatkan potensi kebakaran. Oleh karena itu, kebijakan pencegahan diarahkan pada pengendalian sumber api dan kesiapsiagaan lintas sektor.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Fenomena cuaca | El Nino memperbesar risiko kebakaran di musim kemarau |
| Tanggal koordinasi pusat | 28 Juli (pertemuan lintas instansi) |
| Lokasi fokus | Gunung Bromo (Probolinggo), titik perluasan di Dingklik (Pasuruan), Penanjakan |
| Taktik operasional | Water bombing helikopter dan pemadaman di lapangan |
Apa yang bisa dilakukan masyarakat
Pencegahan karhutla tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Berdasarkan arahan Menteri, beberapa tindakan yang dapat dilakukan warga antara lain:
- Menjauhi penggunaan api di area hutan atau semak, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar.
- Tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan kering dan berhutan.
- Melaporkan segera titik asap atau kebakaran kecil kepada aparat setempat atau pos pemadam terdekat.
Pernyataan Menteri dan peninjauan di lapangan menegaskan upaya terpadu antara pemerintah pusat dan daerah untuk menekan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan. Namun keberhasilan operasi juga sangat bergantung pada kepatuhan dan peran aktif masyarakat setempat.
Untuk perkembangan lebih lanjut mengenai situasi kebakaran di kawasan Bromo serta langkah-langkah mitigasi yang diterapkan, akan terus kami pantau dan laporkan.