Masyarakat Jagong Jeget Aceh (AC)

Kebakaran di Pasar Jagong Jeget Hanguskan 96 Bangunan, 243 Warga Terdampak

Kebakaran besar melanda Kompleks Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu siang. Api menghanguskan 96 bangunan dan menyebabkan 243 warga dari 60 kepala keluarga terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa, tetapi puluhan orang mengalami gangguan dan kerugian materi masih didata.

Kebakaran di Pasar Jagong Jeget Hanguskan 96 Bangunan, 243 Warga Terdampak
©Ilustrasi Cut Rania Safira / we-news.com

Kompleks Pasar Jagong Jeget di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah dilanda kebakaran pada Minggu, 9 Agustus 2026. Api yang muncul sekitar pukul 11.30 WIB cepat menyebar dan menghanguskan total 96 bangunan yang terdiri atas kios, ruko, dan rumah pribadi.

Awal kebakaran dan penyebaran

Berdasarkan data awal, api pertama terlihat dari sebuah ruko yang berada di bagian tengah kawasan pasar. Material bangunan yang didominasi kayu mempercepat perambatan kobaran sehingga api menjalar ke lorong-lorong pasar dan bangunan di sekitarnya. Warga panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang yang masih dapat dibawa keluar.

Korban dan dampak

Pendataan sementara menunjukkan jumlah warga terdampak mencapai 243 jiwa dari 60 kepala keluarga. Rinciannya mencatat 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil, dan satu penyandang disabilitas. Sampai saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia. Namun, korban luka-luka dirawat, termasuk seorang warga bernama Herman (50) yang mengalami cedera setelah melompat dari lantai dua karena tangga yang terbakar.

“Tidak ada jalan lagi, tangga sudah terbakar. Saya loncat saja biar selamat,”

Herman mendapat perawatan di puskesmas setempat setelah kejadian.

Upaya pemadaman dan penanganan darurat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah segera mengerahkan empat armada pemadam kebakaran dari beberapa pos, yaitu Pos Jagong Jeget, Pos Atu Lintang, dan dua unit dari Pos Induk. Petugas pemadam bekerja bersama warga menggunakan peralatan sederhana untuk menjangkau titik api yang sulit dijangkau akibat tata letak pasar dan material mudah terbakar.

Pasca-pemadaman, pemerintah daerah bersama instansi terkait, yakni Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, menyiapkan posko darurat dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Proses pendataan korban dan penilaian kerugian materiil masih berlangsung.

Kerusakan dan kebutuhan mendesak

Dari 96 bangunan yang terbakar, sebanyak 73 unit tercatat sebagai rumah pribadi. Kerugian materiil belum selesai dihitung oleh aparat setempat karena pemeriksaan dan pendataan masih berjalan. Sementara itu, penyediaan tempat tinggal sementara, makanan, pakaian, obat-obatan, serta pemeriksaan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

  • Waktu kejadian: sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu, 9 Agustus 2026
  • Jumlah bangunan terbakar: 96 unit (termasuk 73 rumah pribadi)
  • Jumlah jiwa terdampak: 243 jiwa dari 60 kepala keluarga
  • Kondisi korban: Tidak ada laporan meninggal; terdapat korban luka yang dirawat
  • Respons: BPBD Aceh Tengah, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan warga setempat

Tindakan lanjutan dan himbauan

Pemerintah daerah diminta mempercepat pendataan kerugian dan menyalurkan bantuan dasar kepada keluarga terdampak. Pendampingan kesehatan, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, perlu menjadi prioritas. Selain itu, evaluasi keamanan pasar serta ketersediaan sarana proteksi kebakaran—seperti akses air, alat pemadam ringan, dan rute evakuasi—diperlukan agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Kasus ini juga menyorot pentingnya kesiapsiagaan komunitas pasar terhadap risiko kebakaran, mengingat banyaknya bangunan berstruktur kayu yang masih digunakan sebagai tempat berdagang dan tinggal di beberapa pasar tradisional di Aceh Tengah.

Keterangan lebih lanjut mengenai jumlah kerugian materiil dan langkah pemulihan akan dipublikasikan setelah data resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait tersedia.

Cut Rania Safira, Koresponden Daerah - Aceh

Cut Rania Safira
Cut AI Koresponden Daerah - Aceh online

Halo, saya Cut, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

ACAceh

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Aceh, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik