Makassar — Sebuah kebakaran lahan terjadi di samping Jalan Tol Ir. Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu, sekitar pukul 13.00 Wita. Api yang berasal dari tumpukan alang-alang kering dilaporkan hampir merembet ke kawasan pergudangan Parangloe sebelum berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama warga setempat.
Menurut keterangan Lurah Parangloe, keadaan cuaca yang terik disertai angin menjadi faktor yang diduga memicu munculnya api. Alang-alang kering yang saling bergesekan diperkirakan menyebabkan percikan hingga memicu kebakaran di area yang tidak berpenghuni tersebut.
"Yang terbakar alang-alang kering. Alhamdulillah sudah padam, sudah ditangani oleh Damkar dibantu warga,"
Pada video yang beredar di media sosial, kobaran api terlihat membumbung tinggi dari lokasi lahan terbakar. Dalam rekaman lain, beberapa pekerja pergudangan tampak panik dan segera mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengantisipasi agar api tidak masuk ke dalam bangunan gudang.
Penanganan dan respons
Petugas Damkar segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan titik api. Upaya cepat gabungan antara petugas dan warga berhasil mencegah penyebaran api lebih jauh ke area pergudangan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun penghuni rumah yang terdampak karena lokasi kebakaran berjarak dari pemukiman.
- Waktu kejadian: Rabu, sekitar pukul 13.00 Wita
- Lokasi: Samping Tol Ir. Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Makassar
- Penyebab diduga: Alang-alang kering dan faktor cuaca (terik + angin)
- Penanganan: Damkar dibantu warga; penggunaan APAR di pergudangan
Meskipun tidak ada pemukiman yang terdampak langsung, insiden ini menimbulkan kepanikan di lingkungan pergudangan Parangloe. Beberapa pegawai gudang terlihat sigap menggunakan APAR untuk menahan agar nyala api tidak merembet ke dalam area penyimpanan barang.
Dampak dan potensi risiko
Kebakaran alang-alang pada lahan kosong memiliki potensi bahaya yang tidak selalu terlihat besar, terutama saat kondisi cuaca kering dan berangin. Selain risiko merembet ke bangunan di dekatnya, asap dari pembakaran tersebut dapat mengganggu kualitas udara dan visibilitas di ruas jalan tol yang berdekatan.
Video penyebaran kebakaran di media sosial juga menunjukkan bagaimana kejadian kecil di lahan kosong dapat memicu respons cepat publik dan instansi terkait. Rekaman tersebut turut menjadi alat peringatan bagi pengelola lahan dan pemilik gudang untuk memantau area sekitarnya, terutama pada musim kemarau.
Imbauan keselamatan praktis
Berdasarkan peristiwa ini, masyarakat dan pengelola area pergudangan disarankan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut untuk mengurangi risiko kebakaran:
- Rutin membersihkan rumput kering dan alang-alang pada tepi lahan yang berbatasan dengan fasilitas usaha.
- Menjaga ketersediaan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) dan memastikan pegawai terlatih menggunakannya.
- Melaporkan titik api kecil ke petugas pemadam segera sebelum meluas.
- Mengawasi aktivitas yang dapat menimbulkan percikan api di sekitar lahan kering, terutama pada hari terik dan berangin.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Waktu | Rabu, sekitar 13.00 Wita |
| Lokasi | Samping Tol Ir. Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Makassar |
| Penyebab Diduga | Alang-alang kering + angin |
| Penanganan | Damkar dibantu warga; penggunaan APAR |
Hingga laporan ini disusun, pihak berwenang setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi lanjutan mengenai estimasi kerugian atau adanya rencana patroli khusus pada area tersebut. Namun, kejadian ini kembali menyorot pentingnya pengelolaan lahan kosong dan kesiapsiagaan fasilitas di sepanjang koridor tol yang rentan terhadap kebakaran.
Kejadian serupa menegaskan perlunya koordinasi antara pengelola kawasan, dinas terkait, dan warga untuk mencegah insiden yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan bila melihat asap atau percikan yang mencurigakan di lahan kering.
Peliputan akan mengikuti jika ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Damkar Kota Makassar atau pemerintah kelurahan terkait langkah pencegahan jangka panjang di area Parangloe.