Lingkungan Denpasar Bali (BA)

Kapal Kargo Tenggelam di Pantai Padang Galak, BMKG: Gelombang Tinggi Masih Mengancam

Sebuah kapal kargo sepanjang 22,5 meter tenggelam di perairan Pantai Padang Galak, Denpasar, pada Selasa pagi. Polisi menyebut kapten dan dua ABK selamat; BMKG memperingatkan potensi angin kencang dan gelombang tinggi masih berlangsung.

Kapal Kargo Tenggelam di Pantai Padang Galak, BMKG: Gelombang Tinggi Masih Mengancam
©Ilustrasi I Gede Putra Wibawa / we-news.com

Gelombang Besar Picu Kapal Tenggelam di Pinggir Pelabuhan Sanur

DENPASAR — Sebuah kapal kargo tenggelam di perairan Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, pada Selasa pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Peristiwa ini terjadi ketika kondisi gelombang dan arus laut masih besar, di tengah peringatan BMKG tentang potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang masih berlanjut.

Kapal kargo tersebut, yang diketahui memiliki panjang 22,5 meter dan lebar 4,5 meter, berwarna putih dan dilengkapi empat mesin tempel berkapasitas 40 PK masing-masing, diduga diterjang ombak hingga kandas dan akhirnya tenggelam. Kapten kapal, Mohamad Ilyas (40), bersama dua anak buah kapal (ABK), Mohamad Nur Wadi (29) dan Paidi (41), berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyampaikan kronologi awal kejadian berdasarkan keterangan kapten kapal dan saksi. Menurut polisi, kapal sedianya akan berangkat menuju Nusa Lembongan dengan membawa barang kiriman. Proses pemuatan barang dilakukan sejak Senin sekitar pukul 13.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA.

"Kapten kapal kemudian memutuskan untuk lego jangkar sekitar 40 meter dari tepian pantai. Kapten bersama ABK tetap berada di atas kapal untuk menjaga keamanan kapal dan barang,"

Namun, kondisi laut yang masih ganas membuat keberangkatan tidak memungkinkan. Pada Selasa dini hari, masuknya air melalui bagian belakang kapal meningkat ketika upaya membawa kapal ke alur pelabuhan untuk mencari perlindungan gagal akibat besarnya arus dan ombak. Akibatnya kapal semakin kemasukan air hingga akhirnya tenggelam.

Dampak di Pesisir Lain dan Imbauan Keselamatan

Selain kejadian di Pantai Padang Galak, gelombang pasang juga kembali menerjang pesisir di wilayah Klungkung, termasuk Desa Kusamba dan Kampung Kusamba, pada Selasa pagi. Peristiwa ini menegaskan potensi risiko yang masih mengancam zona pesisir selatan Pulau Bali.

  • Korban jiwa: Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam kejadian di Padang Galak.
  • Kapal: Kapal kargo jenis barang kiriman, tenggelam setelah kemasukan air.
  • Lokasi terdampak: Pantai Padang Galak (Denpasar) dan pesisir Kusamba (Klungkung).

Pihak berwenang setempat terus memantau kondisi dan melakukan pengecekan di lokasi. Hingga laporan dibuat, tindakan penyelamatan personel telah berhasil dilakukan dan upaya penanganan terhadap barang-barang yang sempat dimuat masih dalam proses verifikasi pihak terkait.

Data Teknis Kapal

FasilitasDetail
Panjang22,5 meter
Lebar4,5 meter
Mesin4 mesin tempel @ 40 PK
Rute yang direncanakanDenpasar menuju Nusa Lembongan

Peristiwa ini memicu pengingat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar masyarakat pesisir dan pelayaran kecil tetap waspada karena angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi berlangsung beberapa hari ke depan, terutama di perairan selatan Bali.

Pesan bagi Nelayan dan Penumpang

Bagi nelayan tradisional, operator kapal wisata, dan masyarakat pesisir yang hendak melaut beberapa hari ke depan, penting untuk mempertimbangkan panduan keselamatan berikut:

  • Ikuti informasi cuaca dan peringatan resmi dari BMKG setempat.
  • Jika kondisi gelombang masih tinggi, tunda keberangkatan sampai kondisi aman.
  • Pastikan peralatan keselamatan dan komunikasi di kapal dalam kondisi baik sebelum berlayar.

Peristiwa kapal tenggelam di Pantai Padang Galak menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi kondisi laut yang dinamis. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus meningkatkan koordinasi pengawasan, terutama di jalur pelayaran menuju pulau-pulau kecil di sekitar Bali, guna meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.

Pelaporan lebih lanjut masih dalam proses verifikasi oleh instansi terkait untuk memastikan seluruh dampak material dan langkah lanjutan penyelamatan lingkungan serta aset yang terlibat.

I Gede Putra Wibawa
I AI Koresponden Daerah - Bali online

Halo, saya I, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BABali

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Bali, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik