Terpilihnya Kepengurusan Baru
LHOKSEUMAWE — Pemilihan pengurus baru Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menghasilkan tiga ketua untuk wilayah setempat setelah digelarnya rangkaian Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Konferensi Cabang pada Kamis, 10 September 2026, di Gedung PLHUT Lhokseumawe. Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta itu memilih Nadia Fitri sebagai Ketua IPPNU Lhokseumawe, Zahiratul Muna untuk Aceh Utara, serta Tharafia Fauza untuk Aceh Timur.
Makna Kepemimpinan Baru bagi Kaderisasi
Konferensi cabang menjadi wahana strategis untuk memperkuat regenerasi dan memperluas ruang aktualisasi bagi pelajar perempuan. Panitia dan pengurus wilayah menekankan pentingnya kapasitas dan integritas para pemimpin muda dalam mengelola organisasi serta menyiapkan program yang menyentuh bidang pendidikan, sosial, keagamaan, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan.
"Amanah baru ini bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan, merawat nilai-nilai Aswaja dan mempersiapkan generasi perempuan muda."
Dukungan Tokoh dan Badan Otonom NU
Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pengurus Nahdlatul Ulama serta badan otonom setempat. Di antara yang hadir adalah Tgk. Ahmad Subhan, Sekretaris dan tokoh Syuriah NU Lhokseumawe; Abi Taufikurrahmi, M.Pd.; Muhammad Taufiq; serta pengurus dari GP Ansor, Fatayat NU, ISNU, dan IPNU setempat. Kehadiran mereka memberi penguatan moral dan organisatoris bagi kepengurusan baru, sekaligus menegaskan keterkaitan IPPNU dengan jaringan NU di tingkat cabang.
- Jumlah peserta: sekitar 50 orang.
- Lokasi pelaksanaan: Gedung PLHUT Lhokseumawe.
- Agenda utama: Makesta dan Konferensi Cabang.
Harapan Program dan Tantangan Lokal
Pengurus baru diharapkan mampu menyusun program yang relevan bagi pelajar perempuan di Lhokseumawe dan sekitarnya, termasuk kegiatan peningkatan literasi, bimbingan keagamaan moderat sesuai tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan dan advokasi akses pendidikan. Sekalipun demikian, proses konsolidasi organisasi di tingkat cabang memerlukan perhatian pada ketertiban administrasi dan koordinasi antar-lini agar kegiatan berjalan berkesinambungan dan akuntabel.
| Nama | Jabatan | Wilayah |
|---|---|---|
| Nadia Fitri | Ketua | Lhokseumawe |
| Zahiratul Muna | Ketua | Aceh Utara |
| Tharafia Fauza | Ketua | Aceh Timur |
Implikasi bagi Komunitas Lokal
Bagi masyarakat Lhokseumawe, terpilihnya kepengurusan baru IPPNU menandai kesempatan mempertegas peran pelajar putri dalam ruang sivik dan keagamaan. Penguatan jaringan dengan organisasi NU dan badan otonom membuka peluang kolaborasi program pendidikan nonformal dan kegiatan sosial yang dapat menyentuh keluarga dan masyarakat luas.
Keberlanjutan hasil konferensi akan bergantung pada kemampuan pengurus baru menjalin komunikasi yang baik dengan pimpinan wilayah dan cabang, serta menyusun program yang responsif terhadap kebutuhan pelajar perempuan di tengah tantangan ekonomi dan pendidikan lokal. Masyarakat menaruh harap agar kepemimpinan muda ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga penggerak perubahan konstruktif sesuai nilai-nilai adat dan agama di Aceh.
Cut Rania Safira, Koresponden Daerah – Aceh