LANGSA — Forum Pembela Rakyat Miskin (FPRM) Aceh mengungkapkan kekecewaan nasabah terhadap fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Langsa yang dinilai sering mengalami kerusakan dan kekosongan uang. Kondisi ini berimbas pada antrean panjang dan ketidaknyamanan nasabah, terutama pada awal bulan ketika pegawai negeri sipil (PNS) menerima gaji.
Keluhan utama nasabah
Menurut pernyataan FPRM Aceh yang disampaikan Ketua organisasi, Nasruddin, kendala yang sering muncul adalah mesin ATM yang rusak atau eror sehingga nasabah terpaksa menunggu lebih lama atau mencari layanan di bank lain dengan biaya administrasi.
"Seharusnya Bank Aceh Syariah cabang Langsa yang merupakan milik daerah ini dapat memberikan kenyamanan kepada nasabahnya, karena sering sekali setiap pengambilan uang tunai melalui ATM kerap sekali mengalami kendala karena rusak dan uangnya tidak. Sehingga, terpaksa harus mengantri panjang,"
Nasruddin juga mencatat adanya masalah pasokan pecahan uang tunai yang tersedia di mesin. Ia menyebut mayoritas nasabah memilih menarik pecahan Rp50.000, namun yang tersedia di ATM lebih banyak pecahan Rp100.000. Kondisi ini memperparah situasi karena membatasi pilihan nasabah dalam bertransaksi sehari-hari.
Dampak terhadap layanan publik dan kegiatan warga
FPRM menggarisbawahi bahwa sebagian besar nasabah BAS di Langsa merupakan pegawai negeri sipil dari Pemerintah Kota Langsa maupun sebagian yang berdomisili di Kota Langsa namun bekerja di Kabupaten Aceh Timur. Ketergantungan pada layanan ATM lokal membuat masalah teknis tersebut langsung terasa setiap kali jadwal gajian tiba.
- Antrean panjang terutama pada tanggal 1 atau awal bulan.
- Fluktuasi jumlah mesin ATM yang aktif sehingga layanan tidak konsisten.
- Kekurangan pecahan Rp50.000 di ATM, padahal banyak nasabah meminta pecahan tersebut.
Perwakilan FPRM menyoroti perlunya peningkatan manajemen operasional cabang dan pengisian kas ATM secara berkala, agar nasabah tidak lagi terpaksa menggunakan ATM bank lain dengan biaya tambahan.
Data kondisi unit ATM
Dalam pengamatan yang dilaporkan, jumlah unit ATM di lokasi cabang tercatat empat unit, namun jumlah yang aktif sering berfluktuasi.
| Total unit ATM | Jumlah unit aktif (fluktuatif) |
|---|---|
| 4 | 1–2 |
Tabel di atas mencerminkan laporan dari nasabah dan pengamat lokal bahwa dari empat unit ATM yang ada, tidak semuanya selalu berfungsi sehingga kapasitas layanan efektif menurun.
Seruan kepada manajemen cabang
FPRM meminta pimpinan Cabang BAS Langsa segera menindaklanjuti keluhan ini, antara lain dengan memperbaiki mesin yang sering eror, memastikan ketersediaan uang tunai terutama pecahan Rp50.000, serta meningkatkan koordinasi pengisian kas agar jumlah mesin aktif lebih konsisten.
Pernyataan tersebut menunjukkan keprihatinan atas kualitas pelayanan sebuah bank daerah yang perannya penting bagi mobilitas ekonomi warga dan aparatur pemerintahan setempat. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bank Aceh Syariah Cabang Langsa terkait langkah perbaikan atau klarifikasi atas keluhan nasabah.
Situasi ini menjadi perhatian publik di Langsa dan sekitarnya karena akses terhadap uang tunai masih menjadi kebutuhan utama bagi banyak warga, terutama mereka yang bergantung pada transaksi tunai. Penguatan layanan ATM oleh bank daerah dinilai penting sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.
Laporan ini disusun berdasarkan pernyataan FPRM Aceh yang disampaikan kepada media pada Rabu, 16 September 2026, tanpa penambahan data dari sumber lain.