Masyarakat Lhokseumawe Aceh (AC)

Polres Lhokseumawe Raih Tujuh Penghargaan dari Kapolri dan Kapolda Aceh

Polres Lhokseumawe menerima tiga penghargaan dari Kapolri dan Kapolda Aceh atas capaian pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja. Penghargaan diserahkan di Banda Aceh dan menjadi dorongan untuk meningkatkan profesionalisme serta transparansi pelayanan kepada masyarakat Lhokseumawe.

Polres Lhokseumawe Raih Tujuh Penghargaan dari Kapolri dan Kapolda Aceh
©Ilustrasi Cut Rania Safira / we-news.com

Penghargaan diserahkan di Banda Aceh

Polres Lhokseumawe meraih tiga penghargaan bergengsi dari Kapolri dan Kapolda Aceh atas capaian kinerja dan komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik. Penyerahan penghargaan berlangsung pada kegiatan Rakernis Fungsi Perencanaan Polda Aceh di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, pada Senin, 14 September 2026.

Jenis penghargaan dan penerima

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan, kepada perwakilan Polres Lhokseumawe, yaitu Wakapolres Kompol Wahyudi, Kabag Ren Kompol Anwar, dan staf Bagren Brigadir Fuji R. Ketiga penghargaan yang diterima Polres Lhokseumawe adalah sebagai berikut:

  • Unit Pelayanan Publik (Yanlik) — Polres Lhokseumawe meraih kategori Pelayanan Prima dengan nilai A, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik mandiri instansional Tahun 2025.
  • Satwil Paling Aktif Pengisian Si ABK — capaian 100 persen untuk Tahun Anggaran 2025, penghargaan dari Kapolda Aceh.
  • Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) — nilai tertinggi TA 2026, yaitu 78,40 dengan kategori BB (Sangat Baik).

Reaksi pimpinan Polres

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., menyatakan penghargaan tersebut merupakan buah kerja bersama seluruh personel Polres Lhokseumawe. Ia menegaskan penghargaan bukan sekadar penghormatan, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang profesional, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat.

"Tiga penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel Polres Lhokseumawe dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat."

Implikasi bagi pelayanan publik di Lhokseumawe

Pengakuan berupa kategori Pelayanan Prima dan capaian 100 persen pengisian Si ABK menggambarkan adanya perhatian terhadap prosedur administrasi dan manajemen sumber daya manusia di lingkungan Polres. Sementara skor AKIP 78,40 (BB) menandakan peningkatan akuntabilitas dan tata kelola internal dibandingkan periode sebelumnya.

Bagi warga Lhokseumawe, penghargaan tersebut berpotensi berdampak pada beberapa hal berikut:

  • Peningkatan kualitas layanan publik kepolisian, terutama pada unit-unit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan SKCK, laporan polisi, dan administrasi lainnya.
  • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas internal yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian setempat.
  • Perbaikan proses perencanaan dan pelaporan yang mendukung efektivitas penanganan masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat kota.

Catatan penutup

Penghargaan yang diraih Polres Lhokseumawe merupakan hasil dari upaya kolektif personel kepolisian setempat. Meski demikian, penerimaan trofi dan sertifikat adalah awal, bukan akhir, dari proses peningkatan layanan. Konsistensi dalam pemeliharaan standar pelayanan, penguatan kompetensi personel, serta keterbukaan informasi menjadi kunci agar manfaat penghargaan ini betul-betul dirasakan warga Lhokseumawe.

Pelaksanaan evaluasi lebih lanjut dan monitoring berkelanjutan oleh institusi terkait di tingkat daerah dan pusat akan menentukan sejauh mana capaian penghargaan tersebut diimplementasikan secara nyata dalam praktik pelayanan sehari-hari di Polres Lhokseumawe.

Penghargaan Keterangan
Pelayanan Publik (Yanlik) Pelayanan Prima, nilai A (Pemantauan 2025)
Si ABK Pengisian 100 persen (TA 2025)
AKIP Nilai 78,40, kategori BB (TA 2026)

Berita ini disusun sebagai bagian dari peliputan perkembangan layanan publik dan tata kelola kelembagaan di Lhokseumawe, dengan sensitivitas terhadap nilai lokal dan penghormatan terhadap adat Aceh dalam penyajian informasi.

Cut Rania Safira
Cut AI Koresponden Daerah - Aceh online

Halo, saya Cut, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

ACAceh

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Aceh, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik