Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional 16 bandara di Papua, memicu risiko keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan yang berdampak pada mobilitas masyarakat dan pengiriman logistik. Data Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X yang dikutip Kementerian Perhubungan menunjukkan sejumlah bandara di semua zona provinsi terdampak.
Daftar bandara terdampak
Menurut laporan, bandara-bandara yang terdampak meliputi bandara utama maupun bandara di wilayah pegunungan dan selatan Papua:
- Bandar Udara Sentani (Provinsi Papua)
- Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika (Papua)
- Bandar Udara Ilaga (Papua Tengah)
- Bandar Udara Ilu (Papua Tengah)
- Bandar Udara Wamena (Papua Pegunungan)
- Bandar Udara Oksibil (Papua Pegunungan)
- Bandar Udara Dekai (Papua Pegunungan)
- Bandar Udara Mopah, Merauke (Papua Selatan)
- Bandar Udara Tanah Merah (Papua Selatan)
- Bandar Udara Kepi (Papua Selatan)
- Bandar Udara Ewer (Papua Selatan)
- Bandar Udara Bade (Papua Selatan)
- Bandar Udara Senggo (Papua Selatan)
- Bandar Udara Manggelum (Papua Selatan)
- Bandar Udara Yaniruma (Papua Selatan)
- Bandar Udara Mindiptanah (Papua Selatan)
| Wilayah | Contoh Bandara |
|---|---|
| Papua (Pantai Utara) | Sentani, Mozes Kilangin |
| Papua Tengah | Ilaga, Ilu |
| Papua Pegunungan | Wamena, Oksibil, Dekai |
| Papua Selatan | Mopah, Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, Mindiptanah |
Koordinasi antarinstansi dan prioritas keselamatan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap transportasi udara. Koordinasi dilakukan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga Wilayah X bersama pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait lainnya.
"Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah dan memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, sebagai bagian dari tanggapan kementerian terhadap peningkatan kabut asap yang mulai memengaruhi jarak pandang di sejumlah bandara.
Dampak penerbangan dan data nasional
Secara nasional, Kemenhub mencatat bahwa sebanyak 2.021 penerbangan berjadwal domestik terdampak oleh karhutla sejak 11 Agustus 2026 hingga data posisi 13 Oktober 2026. Dampak di Papua merupakan bagian dari kondisi yang lebih luas, namun berimplikasi serius bagi daerah-daerah yang bergantung pada transportasi udara sebagai sarana utama akses ekonomi, kesehatan, dan logistik.
Kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara sehingga berisiko terhadap keselamatan pendaratan dan lepas landas. Oleh karena itu, keputusan operasional setiap bandara tetap mengacu pada pertimbangan keselamatan dan rekomendasi teknis dari BMKG serta AirNav.
Konsekuensi bagi masyarakat lokal
Bagi masyarakat Papua, gangguan bandara berpotensi menghambat akses ke layanan kesehatan dan distribusi bahan pokok, terutama di wilayah pegunungan dan daerah terpencil yang ketergantungannya pada penerbangan lebih besar. Penundaan atau pembatalan penerbangan juga berdampak pada biaya perjalanan dan jadwal keluarga yang mengandalkan transportasi udara.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai serta memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat komunikasi publik untuk mengurangi kerugian sosial dan ekonomi.
Pencegahan dan pemantauan lanjutan
Kemenhub dan otoritas terkait terus melakukan pemantauan situasi karhutla bersama instansi penanggulangan kebakaran dan BMKG. Selain langkah operasional bandara, upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan serta penanganan kualitas udara tetap menjadi kunci untuk mengembalikan kondisi normal pelayanan transportasi udara di Papua.
Warga yang berencana bepergian disarankan mengonfirmasi status penerbangan lebih awal, menyiapkan dokumen perubahan jadwal, serta memperhatikan panduan kesehatan terkait paparan asap. Pemerintah daerah dan lembaga kesehatan juga diharapkan menyiapkan layanan darurat bagi kelompok rentan yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Perkembangan situasi karhutla dan dampaknya terhadap operasional bandara di Papua akan terus dipantau. Semua keputusan operasional bandara tetap mengedepankan keselamatan penumpang dan kru sebagai prioritas utama.