Jakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan menambah kemampuan udara untuk mendukung pengiriman logistik ke wilayah Papua dengan mengerahkan dua helikopter baru yang dibeli dari Rusia. Informasi ini disampaikan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui pada acara TNI Fair 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat.
Alasan pengadaan dan kemampuan
Menurut Maruli, salah satu helikopter adalah Mi-35M yang saat ini sudah berada di pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad Semarang) sejak awal September 2026. Selain itu, akan ada pula helikopter tipe Kamov yang berfungsi sebagai angkut dan diperkirakan siap dioperasikan pada bulan Oktober.
Maruli menjelaskan keputusan itu dilatari kebutuhan operasional di Papua, yang didominasi medan berbukit dan pegunungan sehingga sulit diakses kendaraan darat. Ketinggian daratan di sejumlah wilayah mencapai puluhan ratus hingga lebih dari 2.000 kaki, yang menuntut penggunaan angkutan udara untuk menjangkau kampung-kampung terpencil.
"Mungkin operasional bulan 10 ada dua jenis yang bisa, jenis Kamov (angkut) yang bisa untuk membantu masyarakat,"
Kapasitas angkut dan manfaat kemanusiaan
Terkait kemampuan angkut, Kepala Staf menyatakan helikopter itu mampu membawa muatan antara 3 sampai 5 ton. Selain mengangkut barang berupa sandang, pangan, dan papan, helikopter jenis tersebut juga dapat membawa personel dalam jumlah besar, sehingga bisa difungsikan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial.
"Sehingga ini juga bisa sekalian dipakai untuk mendukung personil kita dalam membantu masyarakat," kata Maruli. Pernyataan itu menegaskan harapan agar aset baru dapat memperkuat respon TNI AD dalam operasi bantuan di Papua.
Peralihan dari sewa ke aset sendiri
Maruli mengakui selama ini TNI AD sering kali mengandalkan helikopter dari pihak lain dengan mekanisme sewa. Menurutnya, hal ini berlangsung puluhan tahun dan membatasi fleksibilitas operasi. Dengan kepemilikan dua unit baru, TNI AD berharap pengiriman logistik menjadi lebih mandiri dan dapat dilakukan secara maksimal tanpa menunggu ketersediaan penyewaan dari luar.
- Jenis helikopter: Mi-35M (sudah di Puspenerbad Semarang) dan Kamov (tipe angkut).
- Kapasitas muatan: 3–5 ton.
- Target operasional awal: Oktober (perkiraan).
- Fungsi ganda: pengangkutan logistik dan pengangkutan personel untuk operasi kemanusiaan.
Dampak bagi masyarakat Papua
Bagi warga di wilayah pegunungan dan pesisir terpencil di Papua, keberadaan helikopter dengan kapasitas angkut tersebut berpotensi menurunkan hambatan distribusi barang kebutuhan dasar. Pengiriman bahan pangan, obat-obatan, pakaian, dan bahan bangunan yang selama ini terkendala akses jalan dapat menjadi lebih rutin dan cepat apabila operasi udara terjadwal dan berkelanjutan.
Namun, efektivitas penggunaan helikopter untuk tujuan sipil dan kemanusiaan sangat bergantung pada perencanaan, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta prosedur keselamatan penerbangan di medan terjal. Sumber resmi belum menjabarkan rincian jadwal, titik-titik layanan prioritas, atau mekanisme kerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten di Papua.
Tinjauan operasional dan catatan
Pernyataan KSAD tersebut belum disertai keterangan rinci mengenai jumlah personel yang akan terlibat, rute operasi, biaya operasional, serta jangka waktu pengoperasian untuk tugas logistik kemanusiaan. Selain itu, publik juga perlu memperoleh kepastian mengenai tata kelola penggunaan aset militer untuk kegiatan sipil agar tidak menimbulkan kebingungan wewenang dan tanggung jawab.
| Helikopter | Keterangan |
|---|---|
| Mi-35M | Sudah berada di Puspenerbad Semarang sejak awal September 2026 |
| Kamov (angkut) | Diperkirakan operasional pada Oktober; difokuskan membantu pengiriman logistik |
Penggunaan helikopter sebagai alat utama pengiriman logistik menunjukkan ketergantungan pada angkutan udara di sejumlah kawasan Papua. Ke depan, keberlanjutan layanan ini perlu didukung dengan komunikasi terbuka antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat adat sehingga distribusi bantuan tepat sasaran dan menghormati kearifan lokal.
WE NEWS akan mengikuti perkembangan lebih lanjut mengenai rencana operasional, titik layanan, dan mekanisme kerja sama lintas lembaga terkait pengoperasian dua helikopter baru ini untuk Papua.