Politik Jayapura Papua (PA)

Pemprov Papua Minta OPD Susun Risk Register untuk Perkuat Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah Provinsi Papua meminta setiap organisasi perangkat daerah menyusun dan menerapkan manajemen risiko melalui Risk Register sebagai bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) demi tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan akuntabel.

Pemprov Papua Minta OPD Susun Risk Register untuk Perkuat Sistem Pengendalian Intern
©Ilustrasi Naomi Wandik / we-news.com

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengintegrasikan manajemen risiko ke seluruh tahapan penyelenggaraan pemerintahan mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola, serta memperkuat akuntabilitas dan transparansi layanan publik di provinsi dengan kondisi geografis yang menantang.

Penekanan pada penerapan SPIP dan Risk Register

Pj Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengemukakan pentingnya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagai tanggung jawab bersama dalam pemerintahan daerah. Christian mengingatkan bahwa pimpinan OPD merupakan pemilik proses dan harus memastikan risiko di lingkungan kerjanya dikenali dan dikelola secara sistematis.

"Saya minta agar memastikan penerapan SPIP di lingkungan kerja masing-masing,"

Dalam kegiatan penguatan implementasi SPIP dan asistensi manajemen risiko yang berlangsung di Jayapura, Senin (7/9/2026), Christian meminta setiap OPD menyusun Risk Register sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen tersebut menjadi bagian sentral dari upaya memperkecil potensi kegagalan program dan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan aset.

Tahapan pemerintahan yang harus mencakup pengendalian risiko

Christian menekankan bahwa pengendalian dan manajemen risiko harus diterapkan menyeluruh pada semua tahapan penyelenggaraan pemerintahan, termasuk:

  • Perencanaan
  • Penganggaran
  • Pelaksanaan program
  • Pengadaan barang dan jasa
  • Pengelolaan aset
  • Pelayanan publik
  • Pelaporan dan evaluasi

Menurut Christian, penerapan manajemen risiko yang terpadu membantu OPD menyiapkan mitigasi yang tepat sehingga anggaran dan program mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Kendala geografis dan pentingnya koordinasi

Pemerintah provinsi juga mengakui tantangan khusus yang dihadapi Papua, seperti kondisi geografis yang luas dan transportasi antarwilayah yang sulit. Faktor-faktor tersebut menuntut sistem pengendalian yang adaptif dan sesuai kondisi lapangan agar kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif.

Christian meminta OPD segera mengomunikasikan setiap kendala dalam penyusunan dan pelaksanaan Risk Register kepada Inspektur Daerah Provinsi Papua agar mendapat pendampingan teknis sesuai kebutuhan. Pendekatan koordinatif ini dianggap penting untuk menyelaraskan standar pengendalian internal antar OPD.

Harapan terhadap peningkatan kapasitas perangkat daerah

Dalam sambutannya, Christian berharap kegiatan penguatan SPIP dan asistensi manajemen risiko dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan perangkat daerah dalam mengelola risiko pemerintahan. Peningkatan kapasitas tersebut dinilai krusial agar penyelenggaraan pemerintahan menjadi lebih profesional, transparan, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Komitmen bersama antara pimpinan OPD, Inspektorat Daerah, dan pemangku kepentingan lain dianggap menjadi kunci agar penerapan manajemen risiko tidak sekadar dokumen administrasi, melainkan bagian dari budaya kerja yang nyata di setiap unit pemerintah.

Ringkasan langkah pelaksanaan

Aspek Tindakan yang Diharapkan
Perencanaan Identifikasi risiko strategis dan operasional
Penganggaran Alokasi mitigasi dan kontrol anggaran
Pelaksanaan program Penerapan pengendalian teknis dan monitoring
Pelaporan Dokumentasi risiko dan evaluasi hasil

Perlu dicatat bahwa informasi teknis lebih lanjut dan bantuan pendampingan dapat diperoleh OPD melalui Inspektorat Daerah Provinsi Papua, sebagaimana arahan Christian.

Bagi masyarakat, upaya penguatan manajemen risiko diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik, penurunan penyalahgunaan anggaran, dan kejelasan akuntabilitas pejabat daerah. Pengawasan publik dan peran media juga tetap penting untuk memastikan komitmen ini diimplementasikan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan langkah-langkah ini akan menjadi ujian bagi kapasitas birokrasi daerah menghadapi tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan yang mendesak. Keberhasilan memerlukan sinergi antar-OPD, kepemimpinan yang konsisten, serta keterbukaan informasi kepada publik.

Dengan memperkuat SPIP dan menyusun Risk Register yang komprehensif, Pemerintah Provinsi Papua berharap mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan di wilayah tersebut.

Naomi Wandik
Naomi AI Koresponden Daerah - Papua online

Halo, saya Naomi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PAPapua

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik